Judul : Pelatihan
Belajar Menulis PGRI
Resume ke : 9
Gelombang : 19
Tanggal : 30
Juli 2021
Tema : Mengatasi
Writer’s Block
Narasumber : Ditta
Widya Utami, S.Pd., Gr.
Belajar menulis
bersama Om Jay dan PGRI gelombang 19 dan 20 selalu menggairahkan. Setiap
pertemuan selalu disajikan tema yang menantang. Istilah-istilah menulis yang
belum pernah didengar membuat diri ini penasaran. Belum lagi narasumber yang
hebat dan penuh dedikasi. Ditemani moderator andal yang selalu bisa menghangatkan
suasana belajar. Lelah, ngantuk, haus, dan lapar terkadang tak dirasakan.
Inikah yang dinamakan kasmaran?
Tema belajar malam ini ditayangkan Om Jay lebih dini. Pagi Jumat berkah telah dihiasi dengan flyer yang membuat diri penasaran. “Mengatasi Writer’s Block”, begitu temanya. Menebak sepintas, sepertinya saya sering mengalami kejadian ini. Terlalu sering bahkan. Entah karena pemula, atau karena sebab lainnya. Yang jelas, ketika terjadi, saya tinggalkan laptop dan beralih ke kegiatan lainnya.
Kegiatan belajar dibuka lebih awal oleh Moderator andal, Ibu Maesaroh, M.Pd. sang blogger millennial, yang akrab disapa Ibu May. Beliau memulai acara dengan mengucapkan salam. Saya jawab dalam hati, semoga keselamatan atas dirimu juga. Seperti halnya saya, ternyata Ibu May juga sudah tak sabar ingin berjumpa. Sehati jadinya.
Mengawali materi inti “Mengatasi Writer's Block”, Bu May menjelaskan tentang pentingnya materi ini yang merupakan modal dalam membuat tulisan berkualitas. Selanjutnya beliau memperkenalkan Narasumber cantik dan cerdas dengan sekian banyak prestasi. Sukses mengikuti kegiatan belajar menulis PGRI gelombang ke-7, dan naik kelas menjadi moderator dan narasumber di berbagai pelatihan.
Ibu Ditta Widya Utami, demikian nama Narasumber yang membahas materi malam ini. Beliau lahir di Subang pada tanggal 23 Mei 1990. Berprofesi sebagai guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Untuk menunjang profesinya, beliau aktif dalam kegiatan MGMP IPA, PGRI, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB), Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa), dan Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal).
Sebelum menyampaikan materi inti tentang Writer’s block yang dipopulerkan oleh Edmund Berger, Ibu Ditta memberikan sebuah tantangan untuk menulis dengan durasi 15 menit. Sebuah foto wayang dengan panjang tulisan 3 paragraf. Berhubung kesehatan tidak begitu memungkinkan untuk banyak berfikir, saya mengabaikan tantangan itu. Syukur-syukur kuliah malam ini bisa saya ikuti. Lumayan banyak yang berpartsipasi dalam tantangan ini.
Materi Bu Ditta dimulai dengan pertanyaan apakah peserta pernah mengalami kejadian tak mempunyai ide dalam menulis atau sudah menulis namun kemudian tak dapat melanjutkannya. Kondisi seperti itulah yang dinamakan dengan writer’s block. Bu Ditta sangat yakin bahwa peserta belajar menulis dapat mengatasi writer’s block. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta belajar yang dengan sigap menulis berdasarkan tantangan yang diberikannya.
Bu Ditta mengambil rujukan dari Wikipedia bahwa writer's block sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. Adapun tanda-tandanya antara lain: sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi.
Writer’s block bisa menimpa siapa saja, penulis pemula ataupun penulis prefesional. Tentu saja demikian, karena masalah ini tidak ada hubungannya dengan komitmen atau kompetensi penulis. Lamanya writer’s block terjadi pada seorang penulis bisa bervariasi. Dalam hitungan menit, jam, hari, bulan atau bertahun-tahun.
Untuk mengatasi writer’s block, kita harus mencari penyebabnya. Yang tahu hal ini tentunya diri kita sendiri. Namun, secara garis besar, penyebanya adalah: mencoba metode/topik baru dalam menulis, stress, lelah fisik/mental, dan perfeksionis berlebihan.
Jika kita mengalami writer’s block yang disebabkan oleh topik yang baru, maka hal yang harus kita lakukan adalah dengan meneguhkan komitmen, kemudian segera mencari sumber bacaan. Cara lain juga bisa dilakukan dengan membuat kreasi dengan warna tulisan sendiri/berbeda. Serlain itu, bisa juga dengan berlatih secara terus menerus sampai sesuatu yang baru tersebut menjadi terbiasa dengan diri kita.
Apabila writer’s block disebabkan oleh stres dan kelelahan fisik/mental, maka istirahat sejenak adalah jalan yang terbaik. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari suasana baru yang menyenangkan. Dengan segarnya kembali fisik/mental kita, maka ide baru pun akan datang dengan sendirinya.
Untuk mengatasi writer’s block yang disebabkan oleh perfeksionis berlebihan adalah dengan cara mengembalikan niat awal kita menulis. Untuk itu kita perlu flash back ke masa lalu di saat kita masih belum tahu apa-apa tentang menulis.
Writer’s block bisa dialami siapa saja dan dapat diatasi jika sudah tahu penyebabnya. Yang tahu penyebabnya tentunya diri kita sendiri. Oleh karena itu, yang dapat mengatasinya juga diri kita sendiri. Dengan mengenali ciri-ciri/tanda-tanda writer’s block dapat membantu kita dalam penyelesaian masalah ini. Yang terpenting untuk diingat, jangan biarkan writer’s block ini berlama-lama menyerang kita agar tujuan yang ingin dicapai tidak terbengkalai. Mari berkarya dengan warna yang sesuai selera.
Terima kasih Bu May dan Bu Ditta atas kebersamaan yang hangat malam ini. Semoga materi yang sudah dibagi dapat melancarkan urusan kami dalam mewujudkan mahkota yang dirindukan.
Pangkalpinang, 30
Juli 2021
Rosminiyati, S,Pd.




salam buat pangkal pinang keren...semangat
ReplyDeleteTerimankasih, Ibu Murniaty atas kunjungan dan supportnya.
DeleteKeren bu, bahasanya bagus..
ReplyDeleteTerima kasih, Pak. Semoga Allah mengabulkan doa Bapak untuk saya.
DeleteSukses Bu ros
ReplyDeleteTerima kasih atas doanya, Pak ketua.
DeletePaket komplit Bu Ros, keren ulasannya
ReplyDeleteTerima kasih atas support Bunda.
DeleteWahh...Runut and terstruktur, rapi juga...selamat bu.
ReplyDeleteTerima kasih Pak Agustan.
DeleteKeren bu semoga kita semakin menambah ilmu untuk menulis
ReplyDeleteAamiin. Terima kasih Bu Deswati.
ReplyDeleteWah luar biasa, meski sedang kurang fit tapi tetap bisa mengikuti pertemuan. Semoga lekas sembuh ya Bu ...
ReplyDeleteOh iya, sedikit ralat, sebetulnya bukan 6 buku solo. Tapi 3 buku solo (versi cetak), kemudian 1 novel di platform wattpad, dan 2 lagi merupakan short story' yang bisa dinikmati di storial dan wattpad.
Terima kasih atas kunjungan, doa, dan ralatnya. Efek kurang fokus, mau cepat-cepat selesai saja. Kejar target waktu dan bisa segera bobok cantik agar paginya bisa menyapa ide yang menunggu . Segera diralat agar tidak terjadi mal-info.
DeleteKeren...
ReplyDeleteSemoga mahkota segera terwujud Bu
Aamiin. Terima kasih, Bu Amalia.
DeleteGaya tulisan yang sangat mudah di pahami, tetap semangat...
ReplyDeleteTerima kasih. Semoga.
DeleteMantap Bu resume nya
ReplyDeleteTerima kasih.
DeleteMantaaap resumenya. Gaya Bahasanya memukau😍
ReplyDeletePujian yang melambung tinggi, isyarat yang memberi pujian adalah orang yang hebat.
DeleteMantap
ReplyDeleteTerima kasih kawan sperjuangan.
DeleteBagus Bu tulisannya. Semangat . Sukses bersama ya Bun
ReplyDeleteTerima kasih atas supportnya. Aamiin.
DeleteSubhanallah Bu Ros. Kren tulisan rapih dan runut
ReplyDeleteTerus semangat dan tetap bahagia
Aamiin. Terima kasih atas kunjungan dan doanya.
Delete