Judul : Pelatihan Belajar Berbicara PGRI
Resume ke : 3
Gelombang : 5
Tanggal :
15 Februari 2022
Tema : Jurus Ampuh
Presentasi yang Keren
Narasumber : Adi
Prastiyanto, S.Pd., CT.PS
Memulai sesuatu dengan hal menarik akan
membuka jalan bagi kelancaran proses berikutnya. Jika proses berjalan dengan
baik, maka tujuan yang ditetapkan akan dapat tercapai pula.
Kegiatan
Belajar Bicara 5 PGRI malam ini dimulai dengan kuis Acak Kata. Narasumber Bapak
Adi Prastiyanto, S.Pd., CT.PS, seorang guru Bahasa Inggris
di MA Annajah, juga trainer Public Speaking, memberikan daftar kata yang
diacak, dan peserta berusaha menebak kata-kata tersebut. Kata-kata yang dipilih
merupakan kata-kata yang digunakan dalam keseharian kita. Inspiratif dan menggembirakan
sekali kegiatan ini.
| Sumber: Narasumber via zoom |
| Sumber: Narasumber via zoom |
Presentasi adalah komunikasi antara
pembicara dengan orang/sekelompok orang (audiens). Dalam pelaksanaannya, hampir
setiap orang mengalami kendala, berupa takut berbicara di depan umum (glossophobia);
presentasi hanya mengandalkan power point; dan merasa kurang bepengalaman.
| Sumber: Narasumber via zoom |
Tujuan
presentasi dipengaruhi oleh jenis-jenis audiens, antara lain menurut Ongky
Hojanto dalam Public Speaking Master:
- The sheep. Tipe ini fokus pada apa yang dikatakan oleh presenter dan menanti jawaban pembicara, tidak suka menunjukkan kemandirian dan kreativitas.
- Hotshot. Audiens ini percaya diri dan nyaman dalam kegiatan presentasi.
- Clown. Audiens tipe ini suka berinteraksi sosial, cerewet, suka bertanya di luar topik, dan suka berdiskusi.
- Sniper. Tipe audiens ini memulai dengan sikap permusuhan dan sinis, menunggu peluang untuk mengkritik yang bersifat destruktif.
- Snowman. Audiens tipe ini bersifat pasif, sesi tanya jawab sulit berjalan.
- Black cloud. Tipe ini cenderung menunjukkan bahasa tubuh yang negatif.
- Unwanted panelist. Audiens ini adalah ahli yang tidak diundang, sering menjawab pertanyaan pertama dengan panjang, cenderung membuat kekacauan.
Dengan mengenal tipe-tipe audiens akan
memudahkan kita dalam kegiatan presentasi. Bagaimana pun proses yang dijalani, seorang
presenter harus tetap fokus pada target yang ingin dicapai dari kegiatan
tersebut.
Presentasi yang keren dengan jurus 3 K
Permasalahan yang umumnya terjadi pada
seorang presenter bukanlah bersifat permanen. Dengan menguasai jurus-jurus
dalam presentasi, maka permasalahan-permasalahan pun dapat diatasi. Berikut
adalah jurus-jurus yang dapat mengantarkan kita sukses menjadi presenter.
| Sumber: Narsumber via zoom |
1. Kuat. Hal ini terkait dengan pemahaman
terhadap audiens dan penguasaan materi. Untuk memahami materi dengan baik,
dapat dilakukan dengan riset untuk menemukan bukti/evidence yang dapat dilakukan
dengan demonstrasi, pemberian contoh-contoh, analogi, testimoni, dan data statistik.
| Sumber: Narasumber via zoom |
2. Kreatif. Maksudnya, seorang presenter harus
bisa menyusun kerangka/slide presentasi dengan cara menentukan alur cerita yang
dimulai dari pembukaan, isi, dan penutup, yang dapat juga dirancang dengan
menjawab pertanyan 5W dan 1H, yang disajikan dalam media yang sesuai.
| Sumber: Narasumber via zoom |
3. Keren. Artinya, seorang presenter harus mampu menyampaikan materi dalam aksi nyata dengan bahasa tubuh yang menarik, mudah dipahami, dan berkesan. Dalam presentasi, bahasa tubuh mendominasi 55 %, kata-kata 7%, dan intonasi 38%.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan
presentasi
1. Kontrak. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan respon audiens sebelum kita menyampaikan pesan. Oleh karena itu perlu adanya kontrak belajar antara narasumber dengan audiens, antara lain minta audiens menulis hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat kegiatan belajar. Tujuannya agar mereka sendiri yang menentukan dan dapat menjalankan kesepakatan yang mereka buat sendiri.
2. Sapa audiens. Hal ini penting dilakukan agar terjalin komunikasi yang baik dan aktif antara pembicara dan audiens. Melibatkan audiens secara aktif dalam presentasi kita dapat juga dilakukan dengan ice breaking/game, dll.
3. Media. Pastikan media sudah dalam kondisi siap dan baik setengah jam sebelum presentasi dimulai. Karena fungsinya hanya sebagai alat bantu, jangan sampai lebih menarik/keren dari penampilan kita.
4. Eye contact. Hal ini perlu dijaga untuk memantau respon audiens sekaligus untuk menunjukkan bahwa kita memperhatikan audiens agar tidak merasa diabaikan.
5. Sesi tanya jawab. Pada sesi ini tak jarang kita mengalami kendala berupa kehilangan ide. Untuk itu, kitab isa mengatasinya dengan cara melemparkan pertanyaan peserta kepada peserta lain sambil mencari jawaban kita sendiri.
6. Penutupan yang berkesan. Di akhir presentasi, seorang presenter dapat mengajak audiens muhasabah (merenung), membuat pernyataan kesimpulan, menyampaikan kalimat sugestif, cerita motivasi yang menggugah, bisa juga dengan lagu, tepuk semangat, game, dll.
Sebuah kesimpulan sekaligus pesan yang
tajam dari Narasumber bahwa presentasi bukan sekedar Power Point, dan jangan jadikan
media lebih keren dari presenternya sendiri.
Materi Pelatihan belajar Berbicara malam
ini benar-benar memberikan pencerahan bagi calon presenter ataupun presenter pemula.
Terima kasih kepada Bapak Adi Prastiyanto yang
telah menyampaikan materi dengan sangat keren degan didampingi moderator andal Ibu
Lilis Ernawati yang juga keren. Besar harapan saya materi ini bisa menjadi
rujukan jika kelak berkesempatan menjadi presenter.
Pangkalpinang, 15 Februari 2022
Rosminiyati