Showing posts with label Resume. Show all posts
Showing posts with label Resume. Show all posts

Friday, September 17, 2021

Menulis Semudah Ceplok Telur

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    30

Gelombang     :    19

Tanggal           :    17 September 2021

Tema              :    Menulis Semudah Ceplok Telor

Narasumber    :    Dra. Lilis Herpianti Sutikno, S.H.




Pepatah lama yang tak pernah kadaluarsa “ala bisa karena biasa" masih dipedomani sebagai nasihat untuk mengingatkan siapa saja agar membiasakan diri melakukan sesuatu. Sesulit apa pun pekerjaan jika dilakukan berulang, akan menjadi mudah dan ringan. Demikian juga halnya dengan menulis.

Malam ini pertemuan ke-30 (terakhir). Kegiatan belajar ini dirasa baru saja dimulai. Banyak ilmu yang saya dapatkan, tapi semakin belajar, semakin banyak pula yang belum didapatkan.

Tema belajar malam ini “Menulis Semudah Ceplok Telur” dengan narasumber Dra. Lilis Herpianti Sutikno, S.H. dengan didampingi moderator Ms. Phia. Kelas sudah dibuka Om Jay dengan salam dan pernyataan perpisahan yang membuat saya menjadi terharu. Ada sesuatu yang mengalir di dalam dada, rasa haru dan kehilangan.

Om Jay mengingatkan, meskipun kelas berakhir, kita tetap bertegur sapa di dunia maya. Om Jay juga megingatkan agar blog terus di-update agar nanti bisa menjadi buku yang bermutu. Buku kita akan enak dibaca jika kita tahu caranya karena menulis itu semudah ceplok telur.

Ms.Phia memberikan tautan blog berisi bprofil Narasumber. www.guruinspirasintt.com/2021/09/profil-ibu-guru-cantik.html.

Saya pun mengunjungi laman tersebut dan mencatat beberapa poin poin penting. Beliau biasa disapa Bu Lilis. Lahir di Surabaya, 11 Maret 1969 berprofesi sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 2 Nekamese, Desa Besmarak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai penggiat literasi Nusantara dan motivator menulis buku, beliau telah menerbitkan 3 buku solo, 8 buku antologi dan cukup banyak artikel ilmiah di majalah dan jurnal. Beliau juga menjadi editor 9 buku. Tak hanya itu, beliau juga telah meraih banyak prestasi. Masih sibuk juga mengrus berbagai organisasi.

Ibu Lilis mulai memasuki ruang kuliah dengan mengucapkan salam dalam berbagai versi. Beliau ternyata dalam kondisi kurang sehat namun masih menyempatkan diri untuk berbagi. Semoga lekas sehat kembali ya, Bu.

Ibu Lilis menyebar virus literasi di daerahnya Nusa Tenggara Timur dengan mendirikan kelas WAG MBI (Kelas belajar menulis pasti menjadi buku ber-ISBN). Beliau membagikan tautan laman facebook berikut ini.


Beliau juga membagikan tautan tautan blog



Halaman blog ini mengisahkan tentang buku dengan tulisan tangan dan sedekah dari 3 Profesor. Buku ini berisi pengalaman yang membuat beliau sangat bahagia, yaitu selama beliau mengikuti lomba Guru Tingkat Nasional bersama PT. Paragon Technology and Innovation bersama brand unggulan Wardah cosmetic Indonesia, dalam moment Wardah Inspiring Teacher 2020.


Buku-buku beliau yang lainnya sebagai berikut.




Beliau pernah trauma dengan sebuah kasus temannya yang karyanya dicuri orang dan diakui sebagai karya orang tersebut, padahal karya itu untuk meraih gelar doktor. Sejak saat itu, Bu Lilis tidak seaktif dulu lagi menulis di blog, kecuali jika karyanya sudah dibukukan, dengan alasan sudah dipatenkan dengan ISBN.

Bu Lilis memberikan alasan-alasan menulis dengan menggunakan pepatah “Pensil”, sebagai berikut:

1. Pensil digerakkan oleh tangan manusia

Sebelum memulai menulis, bacalah bismillah agar tulsan kita memberikan mendapatkan berkah dan memberikan manfaat bagi pembacanya.

2. Ketika pensil tumpul kita perlu meruncingnya

Kegiatan menulis tak selamanya mulus. Jika hal ini terjadi, berhentilah menulis, dan bacalah buku yang relevan dengan tema tulisan kita.

3. Penghapus: ada penghapus untuk menghapus tulisan kita, ketika kita salah menulis

Pada saat menulis, jangan hiraukan kesalahan yang kita lakukan. Tulis saja apa adanya, di saat yang lain barulah kita revisi.

4. Pensil yang digunakan untuk menulis bagian dalamnya

Menulislah dari hati karena akan lebh sampai kepada pembacanya.

5. Setiap tulisan kita akan berdampak

Setiap tulisan yang kita buat akan meninggalkan jejak. Oleh karena itu, menulislah tentang hal-hal yang positif, yang bermanfaat bagi orang lain.

Langah-langkah menulis menurut Bu Lilis:

1. Quotes “Menulis semudah celpol telur”

Bu Lilis menggunakn quotes “menulis semudah ceplok telur” dalam memotivasi orang untuk menulis, yang mengandung makna bahwa menulis itu tidak sulit, menulis itu sangat mudah semudah kita membuat ceplok telur, cukup pecahkan langsung matang dan bisa dihidangkan di meja makan.

2. Bergabung dalam komunitas menulis

Mengapa Harus Menulis

1. Menulis adalah untuk mengikat ilmu.

Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekali pun di tembok.” Imam Syafi’i rahimahullah juga pernah bertutur, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)

2. Menulis adalah sunnah Rasulullah

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

Qoyyidul ‘ilma bilkitabi (Jagalah ilmu dengan menulis)

(Shahih Al-Jami’, No.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Qayyidul ‘ilmu adalah kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika hanya didengar, akan sulit mengingatnya. Oleh karena itu, ilmu itu perlu diikat agar tigak lupa.

Sebagai umat Islam kita perlu membiasakan diri untuk menulis, karena sahabat Rasulullah SAW juga menulis Al-Qur’an dan Hadits kemudian dibukukan.

3. Menulis sesuai firman Allah

Allah telah mengajarkan kepada hamba-Nya untuk menulis karena itu bermaslahat untuk mereka, dan Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al-Baqarah: 282)

Sumber:





4. Permen No. 23 tahun 2015.

Dalam Permen ini dtegaskan penumbuhan budi Pekerti melalui gerakan literasi.

Agar menulis menjadi mudah, tulislah apa yang ada di dalam pikiran kita. Beliau memberikan contoh tulisan yang sangat sederhana tentang buah jambu. Beliau juga memberikan contoh tulisan Om Jay tentang lupa menulis, seperti yang pernah saya baca. Beliau menggunakan tulisan Om Jay tersebut sebagi rujukan ketika beliau mengajar.

Demikianlah rahasia mudahnya menulis menurut Ibu Lilis yang lengkap dengan alasan menulis sesuai syariat Islam dan Peraturan Menteri. Semoga semakin menambah motivasi saya dalam menulis karena dengan menulis kebaikan, pahala menjadi imbalannya.

Terima kasih Ibu Lilis, Om Jay dan Ms. Phia. Dengan selesainya resume ini, maka berakhir pula rangkaian kegiatan belajar yang terjadwal. Belajar adalah aktivitas seumur hidup, karenanya saya akan terus belajar meskipun tidak dalam rangkaian jadwal.

Pangkapinang, 17 September 2021

Rosminiyati

 













Wednesday, September 15, 2021

Blog sebagai Sarana Pembelajaran


 

Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    29

Gelombang     :    19

Tanggal           :    15 September 2021

Tema              :    Blog sebagai Sarana Pembelajaran

Narasumber    :    Nani Kusmiyati, S.Pd., MM., CTMP


Tak ada penantian yang sia-sia. Penantian panjang akhirnya berakhir juga. Hampir setiap pertemuan saya menghitung hari sambil bertanya, "Jadikah Bu Nani menyampaikan materi?" Alhamdulillah, meskipun di penghujung waktu, yang ditunggu akhirnya tiba.

Mengapa sampai sebegitunya saya menunggu mayor cantik ini? Saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Membaca karya beliau di blog membuat saya terkagum-kagum. Tak dapat saya ceritakan alasannya apa karena hal ini menyangkut rasa.

Pertemuan ke-29, seorang Mayor Nani Kusmiyati, S.Pd., MM., CTMP dibersamai oleh Ibu Aam Nurhasanah. S.Pd. bloger inspiratif, sang moderator andal. Beliau mengusung tema “Blog sebagai Sarana Pembelajaran”.

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP. berpangkat Mayor TNI AL ini lahir di Kediri, 12 September 1966. Beliau merupakan alumnus belajar menulis bersama Om Jay gelombang ke-8 di bulan Maret 2020. Beliau sudah menerbitkan 2 buku solo dan 32 buku antologi. Saat ini, di sela-sela kesibukannya beliau sedang menulis buku solo ke-3. Semoga bukunya segera rampung ya, Bu. Berikut tautan curriculum vitae beliau.

https://terbitkanbukugratis.id/nani-kusmiyati/09/2021/curriculum-vitae-nani-kusmiyati/

Salam Bu Nani peranda kuliah malam ini dimulai. Dengan ucapan bismillah beliau membuka pembelajaran. Beliau menjelaskan alasan pemilihan topik pelajaran malam ini sebagai pengingat bahwa menulis di blog mempunyai manfaat yang sama dengan menulis di buku.

Tujuan menulis adalah untuk mengabadikan ide-ide kita sendiri dan pelajaran yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, buku digital, pengalaman orang lain, pelajaran dari guru pada saat kita masih sekolah atau kuliah.

Menurut Bu Nani, blog sudah ada bertahun-tahun yang lalu. Berbagai kalangan sudah menggunakannya, diantaranya penulis dan kaum akademia. Di blog mereka mencurahkan ide-ide, pengalaman, dan ilmiu yang mereka peroleh.

Bagi Bu Nani sendiri, blog berfungsi sebagai pengingat tentang kejadian-kejadian masa lalu. Dalam hal ini, penulisan kisah tentang masa lalu akan sangat terbantu jika didukung oleh foto-foto.

Blog juga digunakan dalam menceritakan kejadian saat ini. Penulisan ceritanya lebih mudah karena semua masih terekam baik dalam ingatan. Oleh karena itu, beliau menyarankan agar peserta belajar bersegeralah menulis setiap kejadian menarik yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Caranya dengan segera menulisnya di HP pada bagian-bagian pentingnya, selanjutnya ditulis di laptop pada saat sudah memiliki waktu luang.

Bu Nani memberikan tips tentang cara menulis pada saat kesibukan luar biasa. Yaitu, dengan menulis uraian satu per satu untuk setiap kesempatan yang berbeda. Selanjutnya, berdasarkan draf yang dibuat, pada kesempatan yang sudah lapang, kita bisa menyempurnakan tulisan kita.

Blog merupakan sarana belajar, khususnya menulis. Dalam hal ini kita belajar menyusun kalimat sesuai pedoman yang benar dan belajar menulis kalimat yang menarik hingga tersusun menjadi paragraf yang bermakna. Bagi guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, blog sangat efektif dalam pembelajaran membaca dan menulis (reading and writing).

Blog juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi guru sekaligus sebagai tempat mendokumentasikan perlengkapan mengajarnya. Di blog, materi pelajaran akan aman karena tidak akan terserang virus. Namun, kita harus selektif dalam pendokumentasiannya karena blog dapat dibaca oleh siapa saja.

Selama masa pandemi covid 19, Bu Nani menggunakan blog sebagai sarana pembelajaran daring. Beliau menyampaikan tugas-tugas kepada siswanya melalui blog dan siswa cukup mengirimkan tautan blog mereka sebagai bukti telah mengerjakan tugas-tugas mereka. Selanjutnya, setiap siswa diminta berkunjung ke minimal 2 blog temannya.

Untuk pembelajaran tatap muka, blog juga dapat digunakan sebagai sarana belajar. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada keterampilan menulis, Bu Nani melatih siswanya pada tingkat Elementary untuk menulis di blog. Beliau memberikan topik umum, dan siswanya membaca untuk memahami teks yang diberikan di blog dengan bantuan kamus google translate. Selanjutnya siswa menulis kembali teks tersebut dengan menggunakan kata-kata sendiri.

Untuk siswa pada level pemula (beginners) beliau melatih siswa menulis alam Bahasa Indonesia dengan berpedoman pada pola kalimat Subjek-Predikat-Objek-Keterangan (SPOK). Selanjutnya, mereka menerjemahkan kalimat tersebut ke dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan google translate.

Untuk siswa SD dan SMP, belajar menggunakan blog harus didampingi orang tua/wali dengan cara merahasiakan password blog dari anak-anak tersebut. Hal ini berguna agar mereka dapat terjaga dari konten-konten yang melanggar etika bersosial media. Perlu juga dibangun kerja sama antara guru dan orang tua dalam pembuatan blog, yaitu dengan mendampingi para orang tua/wali secara tatap muka dalam pembuatannya.

Jika guru menulis semua materi ajar di blog, maka dalam kurun waktu tertentu, materi tersebut dapat disusun menjadi sebuah buku pelajaran dengan tetap mencantumkan referensinya.

Untuk buku ke-3 yang sedang ditulis, Bu Nani mengambil tema tentang public speaking dan menjadi MC dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Tema ini berdasarkan pengalaman beliau menjadi guru dan MC di lingkungan militer.

Bu Nani memberikan tantangan bagi peserta untuk menulis materi pelajaran di blog. Selanjutnya, mengirimkan tautan blog tersebut kepada beliau. Bagi yang berhasil akan mendapatkan hadiah buku. Juara 1 mendapatkan hadiah 2 buku dan pulsa 100 ribu, juara 2 mendapatlan 2 buku dan pulsa 50 ribu, dan juara 3 mendapatkan 1 buku dan pulsa 50 ribu. Wow! Menarik sekali.

Sudah ada beberapa peserta yang membagikan tautan blog mereka yang berisi materi ajar. Menakjubkan. Dari sini saya mendapatkan pelajaran luar biasa tentang pemanfaatan blog sebagai sarana belajar. Saya sendiri tidak ikut dalam tantangan ini karena saya baru menggunakan blog sebagai bahan literasi 15 menit bagi murid-murid saya. Itu pun baru berlangsung sejak saya mengikuti kegiatan belajar menulis ini. 

Bu Nani sendiri membagikan tautan tentang contoh penggunaan blog sebagai sarana belajar seperti pada tautan berikut ini. Materi pada blog ini diperuntukkan bagi level intermediate dan advanced.

https://nani2teacher1navy.wordpress.com/2021/04/03/draf-speaking-ibt-toefl/

Beliau juga membagikan tautan contoh materi pelajaran yang ditulis di blog seperti berikut ini. 

https://naniku2020.blogspot.com/2020/09/my-home-town-1.html

Satu hal yang sangat menarik dari tujuan Bu Nani menulis di blog, yaitu bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Agar orang suka dengan blog kita, perbanyak artikel yang menarik dan membagikan tautan blog kepada orang yang membutuhkannya.

Demikianlah manfaat blog sebagai sarana pembelajaran yang dapat saya pahami dalam bentuk nyata dengan pemberian contoh pemanfaatannya. Semoga ke depannya saya bisa menggunakannya juga. Inilah jawaban dari penantian panjang saya. Terjawab sudah . 

Terima kasih Bu Nani, Bu Aam dan Om Jay atas kebersamaan dan ilmu yang sangat bermanfaat ini. Semoga pengalaman dan ilmu yang telah terekam baik dalam ingatan menjadi amal jariah, ladang pahala yang mengalir selamanya.

 

  

Pangkapinang, 15 September 2021

Rosminiyati

 


Monday, September 13, 2021

Pengalaman Menang Penghargaan Buku dari Perpusnas



 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    28

Gelombang     :    19

Tanggal           :    13 September 2021

Tema              :    Pegalaman Menang Perhargaan Buku dari Perpusnas

Narasumber    :    Mudafiatun Isriyah


Kemenangan menandakan adanya sebuah pertandingan atau perlombaan. Tak akan pernah ada kemenangan jika tidak mengikuti pertandingan atau perlombaan. Kemenangan bukan diperoleh dari pekerjaan yang biasa-biasa saja, melainkan usaha yang luar biasa. Berusaha yang luar biasa saja belum tentu menang jika tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan dari sebuah even pertandingan atau perlombaan itu.

Selain usaha yang luar biasa, tentunya ada kiat-kiat tertentu agar seseorang bisa memenangkan suatu perlombaan. Malam ini Ibu Mudafiatun Isriyah akan membagikan pengalamannya dengan tema “Pegalaman Menang Penghargaan Buku dari Perpusnas” dengan dikawal oleh Moderator baru Ms. Phia pada pertemuan ke-28.

Ms. Phia memulai kegiatan dengan ucapan salam dan mendoakan semuanya agar dalam keadaan sehat. Selanjutnya beliau memperkenalkan narasumber yang telah menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional sebagai penulis buku bersama Prof. Richardus Eko Indrajid.

Ms. Phia juga mempersilakan Om Jay untuk membuka kegiatan malam ini. Om Jay menyampaikan salam dan memperkenalkan alumni kelas belajar menulis yang telah sukses meraih prestasi. 

Atas permintaan Narasumber, chat WA grup dibuka agar kegiatan belajar interaktif. Narasumber memulai kegiatan belajar melalui pesan suara dengan salam dan memperkenalkan diri. Beliau adalah Ibu Mudafiatun Isriyah atau biasa dipanggil Ibu Iis. Beliau adalah seorang dosen di Universitas PGRI Argopuro Jember. Beliau juga sedang menjalani tugas tambahan S3 di Universitas Negeri Malang. Beliau membagikan pengalaman dari mulai proses belajar manulis sampai menerima penghargaan buku terbaik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Ibu Iis mengikuti kegiatan belajar bersama Om jay dengan menjalani satu per satu materi pelajaran dari grup belajar seperti peserta lainnya. Pada materi kuliah bersama Prof. Eko Indrajit semuanya bermula. Beliau menerima tantangan membuat buku 7 hari.


Sumber: Chat WA grup belajar menulis gelombang 19










Buku tersebut lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam pembelajaran jarak jauh yang terjadi secara tiba-tiba dengan pemanfaatan teknologi informasi. Karena beliau memiliki spesialisasi di bidang bimbingan konseling, maka materi itu pun dikaitkan dengan bimbingan online dengan metode social presence. Bimbingan online sebagai media untuk melakukan interaksi, menciptakan dorongan yang kuat untuk meningkatkan kemampuan diri agar tercipta interaksi positif dan diperlukan tindakan perbaikan, pencegahan, dan evaluasi.

Tujuan buku ini bagaimana cara memunculkan interaksi dalam kegiatan belajar online tersebut. Selanjutnya, ide penulisan buku tersebut diterima oleh Prof. Eko. Setelah selesai, beliau pun melamar penerbitannya ke Penerbit Andi.

Langkah-langkah penulisan buku bermutu dengan menggunakan prinsip 5 W dan 1 H. Buku akan bermutu jika kontennya bagus dan bersifat kekinian, serta merupakan solusi yang dibutuhkan oleh masyakarat. Beliau mengaitkan PJJ dengan teori dasar agar PJJ tidak dirasakan sulit. Karena itulah buku tersebut menjadi menarik.

Agar tulisan bagus dibutuhkan latihan terus menerus dengan demikian akan terjadi perbaikan. Apa yang kita tulis, publikasikan di blog agar dapat dijangkau oleh Penerbit Andi sebagai portofolio kita. Beliau juga menyarankan kolaborasi belajar berbicara dan menulis. Apa yang kita bicarakan hendaknya ditulis, dan apa yang ditulis, kita bicarakan.

Langkah-langkah menulis dalam 7 hari

Hari 1:

Menerima tantangan dalam 3 detik. Kekuatan menentukan tema 3 detik agar tidak bias. 

Tema: Bimbingan Online. Membuat kerangka dalam 1 malam.

  • Apa yang dimaksud dengan bimbingan online?
  • Aspek apa saja yang melatarbelakangi perlunya bimbingan online?
  • Mengapa perlu bimibingan online?
  • Adakah peluang dan kesempatan yang dimanfaatkan?
  • Persiapan seperti apa yang harus dilakukan oleh para prakrtisi pendidikan?
  • Konteks dan keberadaan bimbingan online dalam perkembangan pendidikan dan pembelajaran;
  • Bagaimana alasan mendasar dan sangat prinsip yang melatarbelakangi berbagai jenjang pendidikan yang berlomba dan melibatkan serta memanfaatkan bimbingan online semaksimal mungkin.

Hari ke-2: 

Bagaimana pembelajaran dengan menggunakan e-learning? Komunikasi lewat dunia maya,  daring: komunikasi personal (antarindividu), komunikasi interpersonal (lebih dari 1 orang), dan komunkasi impersonal (maya, hati, karakter).

                 Komunikasi impersonal dikupas tuntas dalam belajar online.

Hari ke-3:

Memperkenalkan aplikasi yang digunakan untuk bimbingan online. Beliau menggunakan media e-learning: memilih salah satu aplikasi yang digunakan dalam  e-learning. Beliau menggunakan website: materi, youtube, dan whatsapp.

 

Hari ke-4: 

Bimbingan online dispesifikasikan melalui social presence

Bagaimana cara social presence memberikan manfaat bagi pembaca dalam bimbingan online:

  • Mengapa bimbingan online perlu kehadiran sosial?
  • Melatih e-learning dalam berinteraksi;
  • Mendukung praktik sosial dan proses pembelajaran;
  • Memiliki sikap, prilaku dan emosional;
  • Menemukan hubungan antara kepuasan mahasiswa/siswa dengan guru/dosen mempengaruhi interaksi online;
  • Menemukan hubungan yang kuat tentang interaksi dan persepsi tentang kualitas dan kuantitas;
  • Bagaimana meningkatkan minat belajar.

 Hari ke-5:

Teori dasar social presence

  • Pengertian social presence;
  • Hakikat social presence;
  • Dimensi dan indikator social presence;
  • Kerangka konseptual bimbingan online untuk meningkatkan social presence;
  • Tahap-tahap implementasi produk.

 Hari ke-6:

Hasil yang diperoleh: Ketuntasan belajar

  • Cara mencapai ketuntasan: effective respone
  • Tahap-tahap: join together, motivating; building commitment dan implementing; observing dan evaluating.

 Hari ke-7: 

Penyempurnaan: referensi, kelengkapan buku.

Setelah proses semuanya selesai, naskah buku diajukan kepada Penerbit Andi. Oleh penerbit Andi, penulis dibimbing, diarahkan, selanjutnya diedit oleh Penerbit Andi yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Itulah yang membuat buku menjadi berkualitas.

Kunci keberhasilan dari buku tersebut sampai mendapatkan penghargaan adalah kualitasnya ditinjau dari berbagai aspek. Selanjutnya, jika ingin sukses, pesan beliau adalah kita harus fokus pada tujuan, bulatkan tekad, dan selalu berpikiran positif. Kesibukan bukanlah halangan, melainkan tantangan.

Terima kasih Bu Iis, Om Jay, dan Ms. Phia atas kebersamaan dan ilmu yang sangat bermafaat ini.

  

Pangkapinang, 13 September 2021

Rosminiyati

 

 

 


Friday, September 10, 2021

Menulis Autobiografi

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    27

Gelombang     :    19

Tanggal           :    10 September 2021

Tema              :    Menulis Autobiografi

Narasumber    :    Suparno, S.Pd., M.Pd.


Suasana malam di penghujung kegiatan belajar semakin semarak dengan lahirnya seorang moderator baru yang cerdas, energik, dan tangkas.  Beliau adalah Ms. Phia, peserta belajar gelombang 20 yang jago dalam berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Beliau juga selalu tampil memukau dalam menulis resume materi pelajaran, dengan ciri khas resume dalam Bahasa Inggris dan selalu terdepan.

Malam ini beliau membersamai narasumber Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. dalam menyajikan tema “Menulis Autobiografi”. Dengan kalimat motivasi yang menjadi ciri khas seorang pembelajar, beliau mengawalinya dengan menyampaikan bahwa tantangan adalah jembatan menuju peralihan ilmu, dan berlatih merupakan kunci penguasaannya.

Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. adalah seorang Kepala SMP Negeri 2 Karangrejo Kabupaten Magetan, penulis, dan motivator literasi yang mempunyai hobi membaca dan menulis. Beliau juga pernah menjabat Pemimpin Redaksi majalah Pena Mageti. Beliau telah menulis 9 buku solo. Pemilik motto "Menulislah setiap hari, mutu dan rezeki akan mengikuti" memiliki cukup banyak prestasi. Beliau juga Guru Pendamping Pengajar Praktik Guru Penggerak Kemendikbud Ristek.

Berikut buku autoboigrafi beliau. 

Sumber: Chat WA grup belajar menulis gelombang 19











Memulai kuliah malam ini, Bapak Suparno mengirimkan pesan suara yang berisi salam dan doa pembuka ala Muslim. Pujian kepada Allah atas segala rahmat, limpahan keselamatan dan kesehatan sehingga bisa berjumpa pada malam ini dalam rangka menambahkan perbendaharaan kita tentang menulis. Selanjutnya, salawat dan salam dicurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasalam beserta keluarga dan sahabatnya.

Sebagai Guru Pendamping Pengajar Praktik Guru Penggerak Kemendikbud Ristek, Bapak Suparno saat ini sedang melaksanakan diklat hari kelima. Selanjutnya beliau mengundang untuk berkunjung ke blog beliau. Alhamdulillah, sejak dibagikan oleh Ms. Phia, saya sudah menyempatkan diri ke sana dan meninggalkan jejak juga.

Selanjutnya, untuk tautan blog yang berikut ini tentang Guru Pengajar Praktik, saya juga telah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu, dan sudah ada juga jejak saya di sana.

suparnomuhammad.blogspot.com/2021/07/guru-pengajar-praktek_22.html?m=1

 “Siap Menyesuaikan Diri untuk Perubahan” adalah judul tulisan blog berikut ini.

suparnomuhammad.blogspot.com/2021/09/siap-menyesuaikan-diri-untuk-perubahan.html?m=1

Alahamdulillah, menyimak tulisan di blog ini, semakin bersemangat diri ini untuk berubah agar tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Semangat yang dilukiskan dalam tulisan pada blog beliau ini sangat menginspirasi dan memotivasi.

Terkait materi inti, berikut ini ulasannya.

Pengertian Biografi

Biografi merupakan riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain, sedangkan buku autobiografi merupakan riwayat hidup  yang  ditulis  oleh diri  sendiri.

Manfaat Buku Biografi

Menulis buku biografi mempunyai manfaat, antara lain agar anak cucu mengetahui sejarah perjalanan nenek moyangnya. Sebagai ASN, buku biografi tentang pendidikan dapat menambah angka kredit. Bagi seorang calon kapala sekolah pada masa penilaian, buku biografi menjadi dasar penilaian tanpa harus menceritakannya secara lisan.

Cara Menyusun Buku Biografi

Menulis buku biografi adalah menulis apa yang dialami. Karena itu, menulis jenis ini merupakan menulis yang paling mudah. Sebelum menulis buku biografi, kita sebaiknya membaca buku orang-orang ternama.

Bapak Suparno telah membaca buku biografi Bapak Chairul Tanjung, pernah menjadi orang terkaya ke-3 di Indonesia dan menjadi menteri di masa Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Dari buku biografi itu pula, Bapak Suparno mengetahui bahwa Bapak Chairul Tanjung pernah bersekolah di SMP Labschool, sekolah terbaik di Jakarta, tempat Om Jay mengajar saat ini.

Disarankan olen Bapak Suparno, membaca buku biografi sebaiknya minimal 3 buku agar kita memiliki pembanding yang baik. Buku biografi yang dibaca sebaiknya dari berbagai jenis, bukan hanya tentang orang-orang ternama, melainkan Juga orang-orang selevel dengan kita. Tujuannya agar kita juga bisa percaya diri saat menulis perjalanan hidup kita.

Langkah Manulis Buku Biografi

Langkah menulis biografi sebagai berikuit:

1. membuat kerangka tulisan: kelahiran, masa sekolah TK, SD, SMP, SMA, kuliah, bekerja, menikah, mempunyai anak, bepergian ke luar kota dan ke luar negeri, dll, termasuk masalah-masalah yang pernah dihadapi, kenangan yang baik dan buruk, dll;

2. Menyiapkan data pendukung berupa foto, buku diari, dan lain-lain;

3. Membuat jadwal menulis dan mematuhi jadwal yang sudah dibuat;

4. Menulis per sub judul;

Dalam langkah ini, disarankan agar kita menulis apa saja terkait dengan sub judul sampai selesai tanpa menghiraukan kesalahan. Dalam menulis, ikut sertakan pikiran dan perasaan. Dengan demikian, diharapkan inspirasi akan datang dengan sendirinya.

Jika pada saat menulis terbersit ide yang lain, tulislah ide itu di buku terpisah agar kita tetap fokus pada kerangka yang sudah kita buat.

5. Menyisipkan sub judul yang didapat dari proses menulis pada urutan yang sesuai terkait sejarah perjalanan kehidupan kita;

6. Menyisipkan kata-kata mutiara yang menginspirasi pada bagian atas tulisan, sebelum uraian tulisan;

Beikut ini contoh penyisipan kata-kata menginspirasi.


Sumber: ChatWA belajar menulis gelombang 19














7. Editing secara menyeluruh;

8. Meminta jasa editing oleh orang lain;

9. Membuat cover;

10. Meminta ditulisakn kata pengantar oleh orang terkenal;

9. Mengirimkan kepada penerbit untuk diterbitkan.

Terkait menulis biografi, tidak ada orang yang mau menulis tentang kita jika kita bukan orang terkenal. Oleh karena itu, kita tulis sendiri sajalah riwayat kita sebagai jejak literasi bahwa kita pernah hidup di dunia ini. Dalam penulisan buku autobiografi dapat pula kita mulai dengan riwayat nenek moyang kita agar generasi berikutnya mengenal pula tentang nenek moyang mereka.

Jika kita ingin menulis tentang orang lain, kita harus izin kepada yang bersangkutan atau kepada keluarganya dan dituliskan sebagai sumber referensi dalam tulisan tersebut. Setelah ditulis, kita perlu melakukan klarifikasi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Yang dituliskan pada biografi hanyalah sisi baiknya saja. Teknik menulis buku biografi boleh dengan gaya penulisan artikel, cerita, juga boleh dengan petikan dialog.

Sejenis autobiografi ada juga tulisan yang disebut memoar. Jenis tulisan ini menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya. Memoar biasanya hanya berkisar kenangan yang indah-indah saja, jadi tidak selengkap biografi. 

Ada hal yang sangat memotivasi dari pelajaran malam ini, yaitu tidak perlu menunggu sukses untuk menulis buku autobiografi. Tentu saja hal ini disebabkan setiap orang mempunyai sisi kehidupan yang menginspirasi, misalnya tentang kesederhanaan,  kejujuran,  kesetiaan,  kegigihan membesarkan anak-anak,  menyekolahkan  anak-anak,  dan sebagainya.

Sebuah pernyataan yang begitu tajam memantik semangat dan kepercayaan diri saya, yaitu "Penulis itu seperti jarum jam dinding, dilihat orang atau tidak tetap berputar, seperti matahari dipuji orang atau tidak tetap bersinar, seperti bintang dilihat orang atau tidak tetap bercahaya." (Suparno)

Malam ini begitu banyak hal baru yang saya dapatkan berupa pengetahuan terkait pengertian biografi, manfaatnya, langkah-langkah menulis dari kerangka sampai penerbitan. Yang tidak kalah pentingnya adalah motivasi dan inspirasi untuk menulis buku autobiografi saya sendiri.

Terima kasih atas kebersamaan malam ini Bapak Suparno, Ms. Phia, dan Om Jay. Semoga yang kita lakukan malam ini mendapatkan keberkahan dari Allah, dan diberikan bimbingan dan kemudahan dalam menjalani proses selanjutnya.

  

Pangkalpinang, 10 September 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar






Wednesday, September 8, 2021

Menulis Itu Mudah



 

Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    26

Gelombang     :    19

Tanggal           :    8 September 2021

Tema              :    Menulis Itu Mudah

Narasumber    :    Dr. Ngainun Naim


Tulisan adalah jembatan kenangan dan komunikasi paling hangat yang tidak akan diputus oleh waktu. Menulislah seperti embun yang ketika jatuh ke bumi membawa pengetahuan, dan ketika melangit ke Arsy menjadi keabadian.

(Maydelry)

Begitu menyejukkan membaca quotes seorang penulis hebat jebolan kelas belajar menulis gelombang 18 ini, Ibu Maesaroh, M.Pd. atau biasa disapa Ibu May. Semangat untuk menulis dengan selalu mengingat keberadaan kita sebagai makhluk yang tunduk kepada kekuasaan-Nya menjadikan kita meluruskan niat untuk menulis itu sendiri.

Malam ini Ibu May, sang bloger milenial bertindak sebagai moderator yang membersamai narasumber Bapak Dr. Ngainun Naim yang mengusung tema “Menulis Itu Mudah”. Semudah apakah menulis menurut Bapak Naginun Naim, seorang dosen IAIN Tulung Agung yang telah menerbitkan 40 buku, 90 antologi, dan 30 kata pengantar, 50 artikel jurnal, dan ribuan esai motivator, serta pegiat literasi ini?


Sumber: Chat WA belajar menulis gelombang 19 dan 20








Pesan suara Bapak Dr. Naginun Naim mengawali kuliah dengan ucapan alhamdulillah atas kebahagiaan dapat berjumpa  dan memperoleh kesempatan berbagi materi dengan peserta belajar gelombang 19 dan 20.

Menurut beliau, selama ini kesannya menulis itu sulit. Hal ini disebabkan karena cara berfikir kita sendiri yang menyebabkan menulis itu sulit.

Sebelum melanjutkan kegiatan belajar, beliau mengajak peserta mengunjungi 2 blog utama beliau.

https://www.spirit-literasi.id/2021/09/pangeran-diponegoro-proses-kreatif.html

Pada blog ini terdapat 434 artikel. Saya hanya sempat membaca sedikit saja dari artikel pertamanya. 

Selanjutnya, saya juga mengunjungi blog yang kedua yang di dalamnya terdapat 476 artikel. Tidak hanya itu, beliau juga menulis artikel di koran dan portal lainnya. Luar biasa, begitu produktif beliau ini dalam menulis.

https://ngainun-naim.blogspot.com/2021/07/adab.html

Pada blog kedua ini, saya sempat memberikan komentar untuk salah satu tulisannya, yaitu tentang adab di zaman sekarang yang sudah mulai menghilang. Terima kasih Pak Ngainun Naim telah mengingatkan. Semoga kita bisa menjadi orang yang beradab dan menjadi contoh agar orang lain bisa beradab pula.

Ada hal yang berbeda pada kuliah malam ini. Mulai penyajian blog kedua, peran moderator diganti oleh Ms. Phia, peserta belajar gelombang 20 yang luar biasa hebatnya. Salut kepada beliau. Semoga bisa menjadi contoh semangat belajar yang tinggi bagi peserta belajar lainnya.

Selanjutnya, masih melalui pesan suara, Bapak Ngainun Naim berpesan agar menulis itu mudah, kita harus melakukan hal-hal sebagai berikiut:

1. Mengubah mindset.

Pastikan diri kita menganggap bahwa menulis itu mudah. Kalau yang ada di kepala kita susah, maka akan susah pula bagi kita untuk menulis. Jika otak kita mengatakan mudah, maka akan mudah pula bagi kita untuk melakukannya. Jadi, ubahlah mindset kita bahwa ‘menulis itu mudah”.

2. Tekad yang kuat

Kita harus bersemangat dan tidak mudah menyerah. Jika ada masalah, bersegeralah mengatasinya. Bayangan ketakukan dengan banyaknya hambatan itu lahir dari diri kita sendiri yang sebenarnya dapat diatasi dengan mudah setelah kita lalui.

3. Menulis dari yang diketahui

Menulis dari hal-hal yang mudah, yang dekat dengan kita. Hal yang paling mudah yaitu menulis tentang kegiatan sehari-hari. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi dalam menulis.

4. Banyak mambaca

Membaca merupakan syarat wajib agar menulis menjadi mudah. Dengan membaca kita akan memperoleh banyak hal yang mempengaruhi tulisan kita. Misalnya, kosakata, gaya bahasa, dan lain-lain.

Bapak Ngainun Naim mengibaratkan membaca dan menulis sebagai 2 sisi mata uang yang saling melengkapi. Orang yang rajin membaca tetapi tidak menulis itu ibarat pohon tumbuh subur tapi tidak berbuah. Sebaliknya, orang yang rajin menulis namun tidak membaca, menulisnya tidak dapat bertahan lama karena tidak mempunyai bahan untuk ditulis.

5. Jam terbang

Praktik menulis yang sebanyak-banyaknya akan menjadikan tulisan kita semakin baik dan kita juga akan merasakan kemudahan. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan menulis di dalam grup.

Bapak Dr. Naginun Naim merujuk kepada Prof. Dr. Kuntowijoyo yang pernah ditanya tentang cara menulis. Jawabannya adalah dengan 6 M: membaca, menulis, menulis, membaca, menulis, dan menulis.

Hal yang penting direnungkan bersama adalah bersyukur, karena tidak semua orang mau dan mampu untuk menulis. Cara bersyukur menurut beliau adalah dengan menulis.

6. Sabar menjalani proses menulis

Langkah pertama akan menentukan langkah kita selanjutnya. Dengan sabar melakukan setiap langkah berikutnya akan memberikan kemudahan bagi kita dalam menulis.

Kiat menghindari plagiasi ala bapak Ngainun Naim adalah dengan menulis bebas. Setelah selesai barulah menyelipkan referensi di antara tulisan kita. 

Memulai sesuatu memang sulit di awalnya. Namun, jika kita menjalankan ke-6 kunci yang diberikan oleh Bapak Dr. Ngainun Naim, maka menulis akan dirasakan mudah.

Terima kasih Bapak Dr. Naginun Naim, Ibu Maesaroh, dan Ms. Phia atas kebersamaan dan ilmu yang diberikan pada malam ini. Semoga kemudahan menulis semakin bisa dirasakan setelah ini. 


Pangkapinag, 8 September 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar

 

 

 




Menulis, Menulis, Menulis!