Friday, September 10, 2021

Menulis Autobiografi

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    27

Gelombang     :    19

Tanggal           :    10 September 2021

Tema              :    Menulis Autobiografi

Narasumber    :    Suparno, S.Pd., M.Pd.


Suasana malam di penghujung kegiatan belajar semakin semarak dengan lahirnya seorang moderator baru yang cerdas, energik, dan tangkas.  Beliau adalah Ms. Phia, peserta belajar gelombang 20 yang jago dalam berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Beliau juga selalu tampil memukau dalam menulis resume materi pelajaran, dengan ciri khas resume dalam Bahasa Inggris dan selalu terdepan.

Malam ini beliau membersamai narasumber Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. dalam menyajikan tema “Menulis Autobiografi”. Dengan kalimat motivasi yang menjadi ciri khas seorang pembelajar, beliau mengawalinya dengan menyampaikan bahwa tantangan adalah jembatan menuju peralihan ilmu, dan berlatih merupakan kunci penguasaannya.

Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. adalah seorang Kepala SMP Negeri 2 Karangrejo Kabupaten Magetan, penulis, dan motivator literasi yang mempunyai hobi membaca dan menulis. Beliau juga pernah menjabat Pemimpin Redaksi majalah Pena Mageti. Beliau telah menulis 9 buku solo. Pemilik motto "Menulislah setiap hari, mutu dan rezeki akan mengikuti" memiliki cukup banyak prestasi. Beliau juga Guru Pendamping Pengajar Praktik Guru Penggerak Kemendikbud Ristek.

Berikut buku autoboigrafi beliau. 

Sumber: Chat WA grup belajar menulis gelombang 19











Memulai kuliah malam ini, Bapak Suparno mengirimkan pesan suara yang berisi salam dan doa pembuka ala Muslim. Pujian kepada Allah atas segala rahmat, limpahan keselamatan dan kesehatan sehingga bisa berjumpa pada malam ini dalam rangka menambahkan perbendaharaan kita tentang menulis. Selanjutnya, salawat dan salam dicurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasalam beserta keluarga dan sahabatnya.

Sebagai Guru Pendamping Pengajar Praktik Guru Penggerak Kemendikbud Ristek, Bapak Suparno saat ini sedang melaksanakan diklat hari kelima. Selanjutnya beliau mengundang untuk berkunjung ke blog beliau. Alhamdulillah, sejak dibagikan oleh Ms. Phia, saya sudah menyempatkan diri ke sana dan meninggalkan jejak juga.

Selanjutnya, untuk tautan blog yang berikut ini tentang Guru Pengajar Praktik, saya juga telah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu, dan sudah ada juga jejak saya di sana.

suparnomuhammad.blogspot.com/2021/07/guru-pengajar-praktek_22.html?m=1

 “Siap Menyesuaikan Diri untuk Perubahan” adalah judul tulisan blog berikut ini.

suparnomuhammad.blogspot.com/2021/09/siap-menyesuaikan-diri-untuk-perubahan.html?m=1

Alahamdulillah, menyimak tulisan di blog ini, semakin bersemangat diri ini untuk berubah agar tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Semangat yang dilukiskan dalam tulisan pada blog beliau ini sangat menginspirasi dan memotivasi.

Terkait materi inti, berikut ini ulasannya.

Pengertian Biografi

Biografi merupakan riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain, sedangkan buku autobiografi merupakan riwayat hidup  yang  ditulis  oleh diri  sendiri.

Manfaat Buku Biografi

Menulis buku biografi mempunyai manfaat, antara lain agar anak cucu mengetahui sejarah perjalanan nenek moyangnya. Sebagai ASN, buku biografi tentang pendidikan dapat menambah angka kredit. Bagi seorang calon kapala sekolah pada masa penilaian, buku biografi menjadi dasar penilaian tanpa harus menceritakannya secara lisan.

Cara Menyusun Buku Biografi

Menulis buku biografi adalah menulis apa yang dialami. Karena itu, menulis jenis ini merupakan menulis yang paling mudah. Sebelum menulis buku biografi, kita sebaiknya membaca buku orang-orang ternama.

Bapak Suparno telah membaca buku biografi Bapak Chairul Tanjung, pernah menjadi orang terkaya ke-3 di Indonesia dan menjadi menteri di masa Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Dari buku biografi itu pula, Bapak Suparno mengetahui bahwa Bapak Chairul Tanjung pernah bersekolah di SMP Labschool, sekolah terbaik di Jakarta, tempat Om Jay mengajar saat ini.

Disarankan olen Bapak Suparno, membaca buku biografi sebaiknya minimal 3 buku agar kita memiliki pembanding yang baik. Buku biografi yang dibaca sebaiknya dari berbagai jenis, bukan hanya tentang orang-orang ternama, melainkan Juga orang-orang selevel dengan kita. Tujuannya agar kita juga bisa percaya diri saat menulis perjalanan hidup kita.

Langkah Manulis Buku Biografi

Langkah menulis biografi sebagai berikuit:

1. membuat kerangka tulisan: kelahiran, masa sekolah TK, SD, SMP, SMA, kuliah, bekerja, menikah, mempunyai anak, bepergian ke luar kota dan ke luar negeri, dll, termasuk masalah-masalah yang pernah dihadapi, kenangan yang baik dan buruk, dll;

2. Menyiapkan data pendukung berupa foto, buku diari, dan lain-lain;

3. Membuat jadwal menulis dan mematuhi jadwal yang sudah dibuat;

4. Menulis per sub judul;

Dalam langkah ini, disarankan agar kita menulis apa saja terkait dengan sub judul sampai selesai tanpa menghiraukan kesalahan. Dalam menulis, ikut sertakan pikiran dan perasaan. Dengan demikian, diharapkan inspirasi akan datang dengan sendirinya.

Jika pada saat menulis terbersit ide yang lain, tulislah ide itu di buku terpisah agar kita tetap fokus pada kerangka yang sudah kita buat.

5. Menyisipkan sub judul yang didapat dari proses menulis pada urutan yang sesuai terkait sejarah perjalanan kehidupan kita;

6. Menyisipkan kata-kata mutiara yang menginspirasi pada bagian atas tulisan, sebelum uraian tulisan;

Beikut ini contoh penyisipan kata-kata menginspirasi.


Sumber: ChatWA belajar menulis gelombang 19














7. Editing secara menyeluruh;

8. Meminta jasa editing oleh orang lain;

9. Membuat cover;

10. Meminta ditulisakn kata pengantar oleh orang terkenal;

9. Mengirimkan kepada penerbit untuk diterbitkan.

Terkait menulis biografi, tidak ada orang yang mau menulis tentang kita jika kita bukan orang terkenal. Oleh karena itu, kita tulis sendiri sajalah riwayat kita sebagai jejak literasi bahwa kita pernah hidup di dunia ini. Dalam penulisan buku autobiografi dapat pula kita mulai dengan riwayat nenek moyang kita agar generasi berikutnya mengenal pula tentang nenek moyang mereka.

Jika kita ingin menulis tentang orang lain, kita harus izin kepada yang bersangkutan atau kepada keluarganya dan dituliskan sebagai sumber referensi dalam tulisan tersebut. Setelah ditulis, kita perlu melakukan klarifikasi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Yang dituliskan pada biografi hanyalah sisi baiknya saja. Teknik menulis buku biografi boleh dengan gaya penulisan artikel, cerita, juga boleh dengan petikan dialog.

Sejenis autobiografi ada juga tulisan yang disebut memoar. Jenis tulisan ini menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya. Memoar biasanya hanya berkisar kenangan yang indah-indah saja, jadi tidak selengkap biografi. 

Ada hal yang sangat memotivasi dari pelajaran malam ini, yaitu tidak perlu menunggu sukses untuk menulis buku autobiografi. Tentu saja hal ini disebabkan setiap orang mempunyai sisi kehidupan yang menginspirasi, misalnya tentang kesederhanaan,  kejujuran,  kesetiaan,  kegigihan membesarkan anak-anak,  menyekolahkan  anak-anak,  dan sebagainya.

Sebuah pernyataan yang begitu tajam memantik semangat dan kepercayaan diri saya, yaitu "Penulis itu seperti jarum jam dinding, dilihat orang atau tidak tetap berputar, seperti matahari dipuji orang atau tidak tetap bersinar, seperti bintang dilihat orang atau tidak tetap bercahaya." (Suparno)

Malam ini begitu banyak hal baru yang saya dapatkan berupa pengetahuan terkait pengertian biografi, manfaatnya, langkah-langkah menulis dari kerangka sampai penerbitan. Yang tidak kalah pentingnya adalah motivasi dan inspirasi untuk menulis buku autobiografi saya sendiri.

Terima kasih atas kebersamaan malam ini Bapak Suparno, Ms. Phia, dan Om Jay. Semoga yang kita lakukan malam ini mendapatkan keberkahan dari Allah, dan diberikan bimbingan dan kemudahan dalam menjalani proses selanjutnya.

  

Pangkalpinang, 10 September 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar






9 comments:

  1. Semakin menewen tulisannya Bun 👍👍👍

    ReplyDelete
  2. Resumenya selalu cepat selesai dan lengkap. kasih koreksi kecil aja bu Ros, itu kata menyusun kurang n, soalnya maknanya jadi beda he ...he ...

    ReplyDelete
  3. Selalu menginspirasi bu.
    Semoga karya Buku segera terbit

    ReplyDelete
  4. Sistematis dan dapat menunjukkan inti materi dengan baik

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!