Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke : 25
Gelombang : 19
Tanggal : 6 September 2021
Tema : Menulis dalam Kesibukan
Narasumber : Much. Khoiri
Setiap manusia diberikan waktu 24
jam dalam sehari semalam. Tidak sedetik pun dilebihkan atau dikurangi. Tinggal
bagaimana kita mengatur pemanfaatannya dalam kehidupan sehar-hari. Orang
bijaksana memanfaatkan waktunya dengan hal-hal positif, berbuat kebaikan bagi
diri sendiri dan sesama.
Demikian juga halnya dengan menulis. Setiap orang yang tidak berniat melakukannya mempunyai beribu alasan untuk mengelak. Biasanya, waktulah yang menjadi sasaran sebagai alasan yang paling aman untuk bersembunyi. Sebaliknya, orang yang bersungguh-sungguh ingin mengerjakannya, sesibuk apa pun kondisinya, pasti menyempatkan diri untuk menghasilkan karya terbaik.
Malam ini berbeda dari biasanya. Belajar di malam ke-25 dilakukan lewat zoom meeting. Moderator pun diambil alih langsung oleh pemrakarsa kegiatan belajar menulis ini, Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau biasa disapa Om Jay. Beliau mendampingi Narasumber Bapak Much. Khoiri dalam pertemuan besar ini dengan mengusung tema “Menulis dalam Kesibukan”. Kegiatan dimulai pukul 19.30. Setengah jam lebih lambat dari biasanya.
Lagu Indonesia Pusaka mengiringi acara pembukaan webinar yang dimulai oleh Bapak Fajar Tri Laksono. Om Jay sebagai Moderator malam ini dipersilakan oleh Bapak Fajar untuk memulai acara. Om Jay memastikan peserta gelombang 19 dan 20 hadir di acara webinar ini. Kami pun menjawab sapaan Om Jay sebagai bukti kehadiran.
Bapak Prof. Much. Khoiri, seorang dosen Sastra dan Budaya, dan Kretaif Menulis, Universitas Negeri Surabaya, pakar menulis. Beliau juga sering diundang di seminar-seminar.
Salah satu buku beliau berjudul “Sapa Ora Sibuk (SOS)”, artinya menulis dalam kesibukan, terbit tahun 2016. Buku ini best seller sehingga diproduksi ulang tahun 2020.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Sibuk merupakan ciri adanya kehidupan. Dengan adanya kesibukan, orang akan bergerak. Semua orang, tak peduli tua, muda, laki-laki atau peremuan, semuanya pasti sibuk. Yang membedakannya hanyalah jenis dan waktunya. Itulah ciri bahwa kita belum mati.
Karena kesibukan bukan berarti kita
tidak melalukan kegiatan menulis. Di balik kesibukan pasti ada kesempatan. Seperti
halnya di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Oleh karena itu, sesibuk apa pun
kita, menulis tetap bisa dilakukan.
Hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi masalah kesibukan adalah manajemen waktu. Justru di saat sibuklah orang bisa semakin kreatif. Bahkan, seorang pimpinan cenderung lebih memprioritaskan orang yang sibuk untuk mengerjakan suatu tugas dari pada orang yang santai. Hal ini disebabkan oleh adanya keyakinan bahwa orang yang sibuk lebih cerdas manajemen waktunya. Dengan demikian, tugas-tugas akan dapat diselesaikan dengan baik.
Sebagai penulis, kita mempunyai sikap yang positif dalam menghadapi kesibukan. Kesibukan membuat kita menjadi produktif. Jika hidup ditata, maka kesibukan pun dapat dinikmati. Contohnya, Pak Much. Khoiri baru saja menutup laptopnya, langsung membukanya lagi lantaran melaksanakan kesibukan berikutnya, yaitu memberikan materi kepada peserta belajar malam ini.
Dalam kesibukan, sebagai penulis pemula, kita cukup membatasi diri menulis yang ringan-ringan saja. Cukuplah pada tingkat penataan ide. Bentuknya berupa puisi, opini, cerpen, dan lain-lain yang sifatnya ringan. Nanti, pada saatnya kematangan menulis sudah baik, barulah kita menuju ke tingkat yang lebih tinggi.
Berikut adalah alasan mengapa kita harus menulis.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Pak Much. Khoiri memaparkan tentang 5 prinsip menulis sebagai berikut.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelomabang19 dan 20 |
Pesan Pak Much. Choiri selanjutnya adalah menulislah yang banyak. Dengan banyak menulis, terutama berbagai jenis genre, kita akan semakin terlatih sehingga semakin lama, tulisan kita akan semakin baik. Betapa pentingnya menulis, sehingga beliau berpesan, sekurang-kurangnya seumur hidup kita mempunyai 1 buku yang diterbitkan.
Tak kalah pentingnya, kita membiasakan diri agar disiplin dalam menulis. Langkah yang dapat dilakukan untuk mendisiplinkan diri adalah dengan cara memberikan hadiah dan hukuman kepada diri sendiri.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Hukuman diberikan pada saat kita tidak mencapai target tulisan yang sudah ditetapkan. Misalnya dengan cara membayar hutang tulisan yang belum kita kerjakan. Sementara, memberikan hadiah dengan cara memanjakan diri dengan bersenang-senang jika jumlah tulisan kita melebihi target yang ditentukan.
Menurut Pak Much. Khoiri, berikut strategi untuk menyiasati kesibukan agar kita dapat terus menulis:
1. Tetapkan niat dalam diri sendiri;
2. Rajin membaca;
3. Gunakan alat perekam;
4. Tentukan waktu utama;
5. Menulis di dalam hati;
6. Menulis di waktu utama;
7. Manfaatkan waktu luang;
8. Menulis yang dialami;
9. Menulis yang dirasakan;
10. Menulis dengan riang;
11. Menulis yang banyak;
12. Buatlah motto yang dahsyat
13. Menulis dengan doa.
![]() |
| Sumber: webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Niat itu seperti surat. Salah tulis alamat, maka surat akan sampai ke tempat yang salah pula. Niat dan keyakinan akan menjadi daya dorong ketika malas dan menjadi daya tahan ketika ada godaan. Misalnya, ketika kita menentukan target menulis 1 minggu, maka dengan niat yang kuat, tulisan pun dapat diselesaikan dalan waktu tersebut. Daya tahan, misalnya ketika kita sedang menulis, terus ada sinetron bagus, maka kita akan terus menulis.
Untuk memudahkan kita dalam
kegiatan membaca, sebaiknya bahan bacaan diletakkan di tempat-tempat yang mudah
terlihat dan dijangkau. Jadi, ketika keinginan membaca muncul, kita dapat
segera melakukpun menjadi muncul.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Alat perekam bisa berupa kamera atau HP di bawa ke mana pun kita pergi. Rekaman bisa dalam bentuk foto, membuat catatan, atau rekaman suara. Tujuannya agar apa yang kita alami tidak hilang dalam ingatan.
4. Tentukan Waktu Utama Menulis
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Sebagai penulis, kita wajib mempunyai jadwal untuk menulis. Dalam waktu 24 jam, kita harus dapat mengaturnya dengan baik. Pengaturan waktu disesuaikan dengan kondisi kita masing-masing. Misalnya, setelah Subuh, sore hari, dan lain-lain.
5. Menulis di Dalam Hati
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Sebagai penulis, sebaiknya ketika
melakukan suatu kegiatan, kita juga memikirkan sesuatu yang dapat ditulis dan urutan
yang akan ditulis. Gunanya, ketika kita menulis, pengetikan akan menjadi cepat.
Bisa juga dengan merekam suara jika kita belum sempat menulisnya. Ide bisa
datang pada saat kebetulan. Itulah ide terbagus, yang merupakan ide dasar. Selanjutnya, ide tersebut akan menjadi pemicu munculnya inspirasi berikutnya.
6. Menulis di Waktu Utama
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
7. Manfaat Waktu Luang
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Jangan membiarkan hari berlalu
tanpa menulis. Apa pun yang ditulis, tulislah. Yang bisa ditulis setiap hari
adalah tentang kegiatan sehari-hari.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar meulis gelomabang 19 dan 20 |
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Hal-hal yang dialami dapat menjadi
sumber tulisan. Misalnya, petualangan menjelajahi berbagai tempat,menghadiri acara
pernikahan, dll.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Menulis tentang apa yang dirasakan akan
jauh lebih baik dari pada menulis tentang hal yang diketahui. Tulisan yang
ditulis dengan perasaan yang baik akan menyentuh hati pembaca.
10. Menulis dengan Riang
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis PGRI Gelombang 19 dan 20 |
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |
Kuantitas menghasilkan kualitas. Jadi
jika menulisnya banyak, kualitas pun akan semakin baik. Agar tulsian kita
banyak, Melislah dengan cepat. Tulislah apa saja yang terlintas dalam pikiran.
Urusan perbaikan dapat dilakukan selanjutnya.
![]() |
| Sumber: Webinar belajar menulis gelombang 19 dan 20 |





















Wow
ReplyDeleteLengkap dan bermanfaat...
Terima kasih telah berkunjung.
Deleteluar biasa, siap jadi buku
ReplyDeleteSangat menginspirasi bu
ReplyDeleteLengkap dan bagus..
ReplyDelete