Monday, August 30, 2021

Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    22

Gelombang     :    19

Tanggal           :    30 Agustus 2021

Tema              :    Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS

Narasumber    :    Dr. Imron Rosidi


13 tahun yang lalu terakhir saya berkutat dengan angka kredit sebagai syarat kenaikan pangkat. Setelah itu tak saya hiraukan lagi angka-angkanya. Saya hanya kerja dan kerja sebaik-baiknya. Pangkat terakhir IV-a, setelah itu tak tahu lagi aturannya.

Poin angka kredit memang dihitung terus setiap tahunnya. Semua nilai bertahta manis pada lembaran PAK yang bertambah terus. Hingga kini berjumlah 832,899 tertanggal 31 Desember 2020. Nilai publikasi ilmiah 12 yang semuanya diperoleh setelah tahun 2008. Belum pernah dipakai untuk kenaikan pangkat.

Sejak 2008, tak pernah saya hiraukan lagi aturan kenaikan pangkat. Semuanya mengalir saja. Cuma malangnya, saya tidak bisa menyambung cerita dengan kawan-kawan tentang nilai poin angka kredit. Mendapatkan flyer malam ini dengan tema “Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS” membuat saya bersemangat. Ada angin segar untuk menambah ilmu dan wawasan tentang kenaikan pangkat. Kalau memang memungkinkan, bisa dijadikan dasar untuk kenaikan pangkat saya juga. 

Pertemuan ke-20 seharusnya materi ini dibahas. Tetapi, karena Pak Dr. Imron Rosidi sebagai narasumber mengalami kecelakaan, peran beliau digantikan oleh Om Jay. Sekarang beliau masih sakit, tetapi masih menyempatkan diri untuk menyajikan materinya. Masya Allah, mulianya. Semoga segera pulih seperti sedia kala, Pak Imron.

Salut dan haru menyatu dalam harapan besar untuk mendapatkan ilmu. Tak akan saya sia-siakan pengorbanan beliau untuk berbagi. Bu Aam, sang bloger inspiratif sebagai moderator malam ini sudah membuka acara dengan mengucapkan salam dan ajakan mendoakan beliau. Biodata Pak Imron pun disajikan di halaman chat WA grup.

Bapak Dr. H. Imron Rosidi, M. Pd. lahir di Surabaya pada 10 Juni 1966 dengan pangkat Pembina Utama Madya golongan IV-d. Masa kerja beliau 32 tahun 5 bulan dengan masa kerja keseluruhan 36 tahun 5 bulan. Beliau adalah alumnus D3 IKIP Surabaya, S1 IKIP Negeri Malang, S2 Universitas Negeri Malang, dan S3 Universitas Negeri Malang, Fakultas/Jurusan            Pendidikan Bahasa Indonesia.

Banyak sekali prestasi yang sudah diraih beliau baik tingkat provinsi maupun tingkat Nasional. Yang terkait dengan materi malam ini adalah sebagai Tim Penilai DUPAK golongan IV/C dan ke atas tingkat pusat. Pengalaman mengajar pun luar biasa. Ada 7 lembaga pendidikan: SMA, Pondok Pesantren, dan Perguruan Tinggi. Pengalaman berorganisasi pun luar biasa. Ada 7 organisasi yang ditekuni, yang mana beliau menjabat sebagai pengurusnya.

Tak lama, Dr. Imron pun masuk ke kelas setelah dipersilakan oleh moderator. Salam pun disebarkan bagi peserta belajar. Tayangan video dengan tema “Menulis Buku untuk Kenaikan Pangkat” yang dibagikan segera dibuka.

https://www.youtube.com/watch?v=ybBT1QEAxzY&feature=youtu.be

Video ini menjelaskan bahwa tulisan berbentuk buku bisa dinilai sebagai poin dalam kenaikan pangkat guru mulai dari III-b sampai dengan ke golongan IV-e. Menulis buku ber ISBN diwajibkan bagi guru yang ke golongan IV-d. Namun, sejak dari golongan III-c buku juga bisa dinilai baik yang ber ISBN maupun yang tidak.

Ada beberapa jenis buku yang bisa dinilai poin angka kreditnya:

·   # Poin publikasi ilmiah: (1) buku pelajaran, (2)buku bidang pendidikan, (3) buku terjemahan, dan (4) buku pedoman guru. 

·  # Poin karya inovatif: buku (1) antologi puisi, (2) buku antologi cerpen, (3) novel, (4) buku kumpulan naskah drama.

# Ada 4 jenis karya inovatif: (1) Teknologi tepat guna; (2) media pembelajaran, dll; (3) menulis soal nasional; dan (4) karya seni dan sastra.

Pak Imrom memberikan semangat kepada para peserta agar bisa memulai menulis buku dengan menentukan jenis temanya. Tujuannya untuk berbagi ilmu, menjadi guru profesional dan untuk kenaikan pangkat.

Kemampuan menulis akan berpengaruh besar terhadap karir seorang guru. Beliau menjadi guru dari golongan II-c karena dari Diploma 3. Tahun ini beliau mengajukan Kenaikan Pangkat ke golongan IV-e. Kalau di Jakarta guru dengan golongan ini dipanggil sebagai guru jenderal dan bisa menjadi penilai AK Pusat.

Pak Imron membagikan Buku 4 dan buku 5 untuk dipelajari terkait poin kredit kenaikan pangkat PNS. Buku 4 berisi sistematika jenis PKB yang harus dipenuhi dalam kenaikan pangkat. Untuk kenaikan pangkat, kita perlu memperhatikan AK yang ada dalam setiap buku, baik yang masuk dalam publikasi ilmiah (PI) ataupun yang masuk pada karya inovatif (KI). Kita juga harus mempelajari PermenPan RB no 16 tahun 2009 dan Permendikbud 35 tahun 2010. 

Pak Imron membagikan buku karya beliau yang berisi tentang panduan praktik menulis PKB, berikut ini. 

Sumber: Narasumber dari chat WA










Pak Imron juga menunjukkan contoh buku yang diperhitungkan Angka Kreditnya.


Sumber: Narasumber dari chat WA









Angka kredit buku hasil penelitian yang ber-ISBN dan diedarkan secara Nasional nilainya 4. Buku teks pelajaran yang ber-ISBN nilai angka kreditnya 3, yang tidak ber-ISBN angka kreditnya 1. Buku pelajaran yang ber-BNSP angka kreditnya 6.

Buku pelajaran yang ditulis oleh beberapa penulis, maka pembagaian angka kreditnya menggunakan presentase. Penulis pertama mendapatkan nilai 60% dan penulis kedua 40%.

Modul atau diktat hendaknya ditulis per semester. Maksimal jumlah modul adalah 3. Yang digunakan di tingkat sekolah angkanya 0,5; di tingkat kabupaten/kota nilainya 1, dan di tingkat provinsi nilainya 1,5. Jika buku tersebut dibuat per tahun, masing-masingnya mendapatkan nilai 1, 2 dan 3.

Untuk buku di bidang pendidikan, angka kreditnya 3 jika ber-ISBN, dan 1 apabila tidak ber-ISBN.

Untuk karya terjemahan yang menunjang pembelajaran, angka kreditnya 1. Semua bukti fisik buku yang dihitung angka kreditnya harus dikirim buku aslinya. Buku antologi puisi, cerpen, naskah drama, atau novel dapat ditulis oleh semua guru bidang studi.

Kumpulan cerpen jika berisi 5 Cerpen atau lebih termasuk ke dalam katagori sederhana, sedangkan lebih dari 10 cerpen termasuk katagori kompleks. Kumpulan puisi terdiri dari 20 puisi atau lebih termasuk katagori sederhana, sedangkan lebih dari 40 puisi termasuk katagori kompleks. Untuk karya novel: satu novel katagori sederhana, dua novel katagori kompleks.


Buku berikut merupakan contoh karya puisi yang berisi 51 puisi yang dapat diperhitungkan poin Angka Kreditnya bernilai 4.

sumber: Narasumber dari chat WA












Daftar ketentuan kenaikan pangkat untuk masing-masing golongan tergambar dari tabel berikut ini.

Sumber; Narasumber dari chat WA










Guru yang tidak naik pangkat lebih dari 5 tahun ada sanksi. Namun, sanksi tersebut belum diterapkan karena kita kekurangan guru. Kenaikan pangkat secara normal 4 tahun. Kalau mempunyai banyak tabungan angka kredit, kenaikan pengkat bisa 3 tahun.

Demikianlah materi yang disampaikan oleh Narasumber yang dapat saya rangkum pada malam ini. Intinya, menulislah, berkaryalah, nilai kredit poin akan datang dengan sendirinya. Pelajari buku 4 dan 5, serta peraturan lainnya jika kenaikan pangkat sudah tiba waktunya.

Terima kasih Bapak Dr. Imron Rosidi, Om Jay dan Bu Aam atas kebersamaan dan ilmu yang sangat bermanfaat yang diberikan pada malam ini. Spesial untuk Pak Imron, terima kasih juga atas undangan japrinya terkait penulisan jurnal sebagai syarat kenaikan pangkat ke IVb.

 

Pangkalpinang, 30 Agustus 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar














SAMPAH-Puisi versi telelet

 

Sumber: Dokumen pribadi


SAMPAH

Oleh: Rosminiyati

 

Sampah bertebaran di mana-mana

Membuat hatiku gundah gulana

Tak tahu harus bagaimana.

 

Entah siapa yang empunya

Tak mengaku ketika ditanya

Membuang sampah seenaknya

Seperti tak paham dampaknya.

 

Sampah mengakibatkan banjir

Air tergenang tak bisa mengalir

Sampah menghalangi jalannya air

Tak bisa menuju ke hulu atau ke hilir

Masih saja berfikir bahwa banjir itu takdir.

 

Masalah sampah menjadi perbincangan

Tak pernah ditemukan adanya penyelesaian

Mengharapkan Pemerintah saja turun tangan

Masyarakat belum juga tumbuh kesadaran

Tak resah melihat sampah berserakan

Tak peduli dampak pada lingkungan.

 

Sampah plastik sangat berbahaya

Seharusnya dikelola secara swadaya

Dengan mengerahkan daya dan upaya

Menjadikan sampah sebagai prakarya

Dalam bentuk sesuai selera dan gaya.

 

Olahan sampah mempunyai nilai jual

Dapat mengatasi masalah sosial

Jika dikelola secara maksimal

Akan menjadi ladang amal.

 

Marilah kita segera bergiat

Menjaga lingkungan tetap sehat

Agar hidup kita selamat.

 

 Pagkalpinang, 30 Agustus 2021

 

Friday, August 27, 2021

Komitmen Menulis di Blog


 

Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    21

Gelombang     :    19

Tanggal           :    27 Agustus 2021

Tema              :    Komitmen Menulis di Blog

Narasumber    :    Dedi Dwitagama


Ada bisikan kecil di telinga kiri, “Sudahlah … tidak usah menulis resume lagi. Kan sudah 20 resume yang dikumpul. Artinya, tidak wajib lagi.” Tak saya hiraukan bisikan itu. “Aku mau belajar menulis. Berapa pun jumlah resumenya, aku tak peduli,” jawab batinku padanya. “Mumpung aku sehat dan ada kesempatan, aku akan terus belajar,” lanjutku lagi.

Sore hari saya sudah makan malam. Seperti biasa, setiap ada jadwal belajar, makan malamnya pindah ke sore hari. Ba’da Maghrib, saya langsung membuka laptop. Seperti biasa pula, saya siapkan halaman chat WA di sebelah kiri dan halaman word di sebelah kanan. Layar laptop dibagi dua agar pandangan tidak terlalu jauh berpindah saat membaca dan menulis. Tak lupa juga halaman blog saya isi dengan flyer dan judul pertemuan. “Kini aku siap menyimak pelajaran.”  Demikian laporan saya kepada si pembisik di telinga kiri saya tadi.

Pukul 18.55. Om Jay memberikan aba-aba bahwa malam ini memasuki hari ke-21, sesi motivasi. Materi akan disampaikan oleh bapak Dedi Dwitagama tentang bagaimana seorang pendidik mampu menjaga komitmen menulis di blog. Kegiatan kuliah online malam ini dipandu oleh moderator terkenal Indonesia yaitu Bu Aam Nurhasanah.

Om Jay juga memberikan tautan blog Pak Dedi Dwitagama. Saya pun bergegas menuju ke sana. Saya baca blog itu dengan seksama. Luar biasa. Blog yang dihiasi dengan tulisan singkat namun penuh makna, foto dan video membuatnya berwarna. Indah dipandang mata, membuat saya terpesona. 

https://dedidwitagama.wordpress.com/

Tak lupa Om Jay mengingatkan peserta untuk mengumpulkan tulisan yang sudah dibuat menjadi buku yang bermutu. Selanjutnya peserta dapat memilih penerbit sendiri, mayor dengan segala konsekuensinya yang sulit ditembus, atau penerbit indie dengan biaya sendiri.

Tak lama setelah Om Jay mempersilakan Bu Aam untuk memulai kuliah, Bu Aam pun masuk ke kelas. Belajar dimulai. Dengan ucapan salam, beliau mengawali kegiatan belajar. Aturan dalam kelas pun disampaikan beliau agar peserta dapat mematuhinya. Ada yang beda dari biasanya, yaitu hadiah Rp. 200.000 untuk 1 orang penanya terbaik.

Pak Dedi pun masuk kelas setelah dipersilakan sang moderator andal, guru blogger inspiratif. Pak Dedi memperkenalkan diri melalui rekaman suara. Beliau adalah guru Matematika di SMK Negeri 50 Jakarta. Beliau akan berbagi pengalaman tentang menulis blog sejak tahun 2005 di platform blogspot. Untuk kenal tentang beliau, begitu banyak tautan blog yang diberikan.

Saya mencoba membuka 1 tautan tersebut. Begitu banyak prestasi dan karya yang telah beliau raih. Tak mampu saya mengingat satu per satu isinya. Blog yang dikelola secara professional.

 https://www.google.com/search?q=DEDI+DWITAGAMA&sxsrf=AOaemvI3WiBpNIhNPatpoVnoVORD015mUw%3A1630065823768&source=hp&ei=n9QoYbePLJTHrQGWkpnQCA&iflsig=ALs-wAMAAAAAYSjir5tYFTYd221ATf91gFfEt2X7r1pR&oq=DEDI+DWITAGAMA&gs_lcp=Cgdnd3Mtd2l6EAMyBAgjECcyBQgAEMsBOgsIABCABBCxAxCDAToICC4QsQMQgwE6CAgAELEDEIMBOggIABCABBCxAzoFCAAQgAQ6CwguEIAEELEDEIMBOggILhCABBCxAzoFCC4QgAQ6BwgAEIAEEAo6BQguEMsBOgcILhAKEMsBOgcIABAKEMsBOgQIABAKOgYIABAWEB46CAgAEBYQChAeUPsZWM0yYM4zaABwAHgAgAH0AYgBkg2SAQYxLjEyLjGYAQCgAQE&sclient=gws-wiz&ved=0ahUKEwj32oizlNHyAhWUYysKHRZJBooQ4dUDCAg&uact=5

 Tautan yang sangat panjang karena isinya juga panjang. Mengagumkan.

Bagi Pak Dedi, menulis blog seperti meninggalkan jejak tentang apa yang dilakukan, difikirkan, dan direncanakan. Itu semua untuk warisan bagi anak cucu dan orang-orang yang membutuhkan. Dari menulis di blog, beliau dapat pergi jalan-jalan keliling Indonesia dan luar negeri: Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea tanpa biaya sendiri. Di bawah ini kegiatan beliau yang tergambar di blog beliau. Foto diambil dari chat WA grup belajar menulis gelombang 19.

 

Cara beliau menulis di blog sederhana saja namun susah dilakukan, yaitu dengan menulis setiap ada ide dan waktu tanpa mempedulikan penilaian orang. Berikut contoh tulisan beliau di blog. Hanya ada 3 baris tulisannya tapi ada yang memberikan komentar. Itulah yang membuat beliau senang. Contoh postingan ini dibagikan beliau di chat WA grup belajar menulis gelombang 19.




 









Beliau memilih menulis di blog karena gratis. Di samping itu, beliau tidak perlu menyimpan dan mempromosikan kontennya. Hal itu sudah dilakukan oleh google. Beliau sudah ahli di bidang itu karena beliau telah memulainya sejak dulu, sebelum orang lain melakukannya.

Beliau terus menulis di blog tanpa memikirkan keuntungan materi. Bagi beliau, setiap perbuatan baik pasti ada ganjarannya. Yang penting, teruslah menulis dan hiasi dengan foto. Lakukan setiap hari, di setiap ada kesempatan.

Pak Dedi Dwitagama selalu membawa asisten untuk mengambil foto dan video setiap beliau berbicara di forum. Biasanya yang diajak adalah siswa SMK. Siswa-siswa tersebut sangat suka diajak karena bisa jalan-jalan dan makan. Yah … namanya juga remaja, pastilah suka.

Menjaga komitmen menulis di blog bukan hal yang mudah. Untuk terus menjaganya, beliau menulis di mana saja. Misalnya, pada saat rapat, menunggu istri belanja, menunggu keberangkatan pesawat. Dalam kondisi seperti itu, beliau cukup menulis di HP, menggunakan aplikasi android dan aple untuk wordpress yang dapat diunduh.

Ada hal yang membuat saya salut pada Pak Dedi. Ternyata dibalik kesuksesannya, beliau adalah orang yang sederhana. Tak ada mimpi yang macam-macam. Pendidikan anaknya yang selesai S2 di Eropa melalui beasiswa, jalan-jalan, fotografi, kuliner, dan benyanyi telah membuat beliau bahagia.

Berdasarkan pengalaman, menurut beliau mengajar melalui chat WA seperti mengajar  tembok. Oleh karena itu, sistem belajar malam ini dilakukan melalui tanya jawab. Beliau menjawab sesuai apa yang dibutuhkan oleh peserta. Berikut rangkuman jawaban berdasarkan pertanyaan peserta.

Tips agar nama kita dikenal melalui blog yaitu dengan menulis nama kita sendiri. Manfaatnya, nama kita akan terhubung ke blog saat mesin pencari bekerja. Agar banyak dikunjungi oleh pembaca, postinglah sebanyak-banyaknya tulisan yang dibutuhkan orang. Kunjungi juga blog orang lain agar orang juga berkunjung ke blog kita.

Agar blog bisa dijadikan buku, kumpulkan semua tulisan yang temanya sejenis, kemudian komunikasikan dengan penerbit. Postingan di blog dan media masa, tentang kegiatan pembelajaran dan prestasi beliau menjadikan Pak Dedi diundang kementrian, ke luar negeri, dan menjadi pembicara di even-even penting.

Karena blog laiknya sebuah rumah, kita bebas mau menulis kapan saja. Namun, blog harus diaktifkan sesuai dengan jenis blog yang kita gunakan. Seperti pada blogspot, jika 3 bulan tidak diisi, kita dianggap tidak aktif. Wordpress aktif sebulan sekali, namun bisa mengepos 12 tulisan dalam 1 kali pos untuk 1 tahun. Aktifasi blog otomatis bekerja 1 bulan sekali.

Guru yang hebat adalah guru yang mampu mendidik muridnya menjadi lebih baik dari gurunya. Itulah yang berlaku pada murid Pak Dedi yang bernama Bapak Wijaya Kusumah, M,Pd. alias Om Jay tentang menulis di blog. 

Kesulitan yang dialami saat mengelola blog yaitu pada saat tidak ada ide menulis. Namun itu semua dapat diatasi dengan cara blogwalking. Jika mendapatkan komentar kurang nyaman dari pembaca, biarkan saja. Namun, kita bisa mengubah komentar itu menjadi komentar yang baik. Untuk pandangan orang terhadap kesuksesan kita, tak perlu dipedulikan selama yang kita lakukan adalah baik.

Begitu banyak yang disampaikan oleh Pak Dedi Dwitagama terkait menjaga komitmen menulis di blog. Kuncinya adalah menulis pada setiap ada kesempatan, menulis sesuai kemampuan, dokumentasikan setiap kegiatan, dan jangan pedulikan apa kata orang. Berbuat baik akan membuahkan kebaikan. 

Nah, kalau memerlukan informasi lebih lanjut tentang Pak Dedi, bisa menghubungi beliau melalui kontak berikut yang dibagikan beliau di chat WA grup belajar menulis gelombang 19. 











Terima kasih Pak Dedi, Om Jay, dan Bu Aam atas kebersamaan yang memukau malam ini. Tak salah pilihan saya untuk terus belajar. Selalu mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman bersama orang-orang hebat di negeri ini. Semoga apa yang sudah diberikan malam ini menjadi amal jariah, tak pernah putus hingga hari kemudian. 


Pangkalpinang, 27 Agustus 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar

 

 




Thursday, August 26, 2021

LAGERUNAL- Puisi versi telelet

 


LAGERUNAL

Oleh: Rosminiyati

 

Cakrawala Bloger Guru Nasional

Komunitas guru penulis milenilal

Menjadi terdepan dan terkenal.

 

Beragam kegiatan telah menanti

Menulis di bog dengan senang hati

Mengukir banyak prestasi sudah pasti

Menebarkan terus kebaikan  tanpa henti.

 

Senin berkunjung ke blog kawan-kawan

Selasa berbagi tuk menambah pengetahuan

Kamis menulis tentang tema yang diberikan

Jumat bahagia dapatkan hadiah dari relawan

Gembiranya hati ini tak dapat diceritakan.

 

Lagerunal pilihan tepat untuk berjuang

Hilangkan keraguan dan penghalang

Terus menulis dengan hati senang

Lupakan aturan yang mengekang

Urusan revisi menjadi gampang

Ada kawan yang bertandang.

 

Teruslah melangkah lagerunal

Dengan optimis kuatkan mental

Lahirkan para penulis yang andal

Penulis yang berwawasan global

Dalam wadah blog universal.

 

Lagerunal teruslah beraksi

Dengan optimis mengukir prestasi

Wujudkan tulisan sebagai apresiasi

Ibu pertiwi menjadi destinasi.

 

Di dalam blog kita berkiprah

Merangkai kata sebagai amanah

Kepada Allah kita pasrah.

 

Pangkalpinang, 26 Agustus 2021

Wednesday, August 25, 2021

Dari Mana Ide Menulis Datang?

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    20

Gelombang     :    19

Tanggal           :    25 Agustus 2021

Tema              :    Dari mana Ide Menulis Datang?

Narasumber    :    Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.



Tak seperti biasanya, malam ini flyer yang diposting Om Jay tak digunakan. Ada berita duka datang dari Bapak Dr. Imron Rosidi. Kecelakaan yang menimpa beliau menyebabkan ketidakhadiran beliau di tengah-tengah peserta.

Berita duka juga datang dari Bu May (Maesaroh, M.Pd). Sama halnya dengan Bapak Dr. Imron Rosidi, sang moderator andal ini juga baru saja mengalami kecelakaan. Sepertinya nasib beliau berdua sama. Semoga keduanya segera membaik dan pulih seperti biasanya.

Ibu May mengalami cedera di kaki, tapi tak mengurangi semangat beliau memandu acara malam ini. Beliau menutup grup WA pada pukul 18.46. Pertanda kuliah segera dimulai. Saya semakin terpacu untuk bersemangat juga. Yang tua tak boleh kalah dengan yang muda.  Apa iya?

Kuliah malam ini diisi oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. (Om Jay), founder kegiatan belajar menulis PGRI. Beliau begitu berjasa dalam menggiatkan gerakan lterasi yang terus memotivasi hingga kita sampai pada peradaban menulis.

Om Jay mengawali kegiatan belajar dengan mengucapkan salam. Dengan gaya memperkenalkan diri, Om Jay memberikan biodata beliau melalui tautan blog.

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd. lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Alumnus S1 IKIP Jakarta pada Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (1990-1994), S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2009). Saat ini beliau sedang dalam proses menyelesaikan S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Semoga cepat selesai dan mendapatkan gelar doktor pendidikan tahun 2021 ini.


Om Jay adalah guru di SMP Labschool Jakarta bidang studi TIK sejak tahun 1992. Beliau sudah aktif di berbagai organisasi termasuk keagamaan sejak kuliah. Tak terhitung prestasi yang sudah diraih. Beliau juga sering sekali menjadi narasumber untuk menjadi konten kreator di banyak sekolah dengan desain dan metode pembelajaran modern di era Revolusi Indutri 4.0.







sumber: https://wijayalabs.com/about


Tentang buku, tak mampu saya menghitungnya. Namun, yang menarik perhatian saya adalah Buku paket TIK kelas 7, 8, dan 9 SMP yang ditulis bersama guru tim TIK Labschool Jakarta yang diterbitkan oleh Penerbit Rajagrafindo. Buku ini banyak juga dipakai oleh guru TIK SMP di Indonesia melalui jalur MGMP TIK.

Beliau juga menulis buku untuk pembelajaran “TIK Yuk Kita Ngeblog!” Saat ini beliau telah menulis buku Informatika kelas 7, 8. dan 9 SMP. Terkait buku pelajaran, beliau juga menjadi koordinator dalam penyusunan buku Informatika SD, SMP, dan SMA yang diterbitkan oleh Penerbit Andi Yogyakarta. Beliau juga mengembangkan website

http://gurupenggerakindonesia.com

Belajar malam ini begitu unik. Om Jay memposting video dengan sebuah nyanyian “Belajar di waktu kecil bagai melukis di atas batu. Belajar sesudah dewasa bagai melukis di atas air”.

Peserta diminta untuk menuliskan tentang isi video tersebut melalui chat WA. Mengingat usia saya bagaikan gambaran syair kedua dari nyayian itu, saya pun menulis tentang Om Jay. Inilah yang saya tulis di chat WA itu.

“Tentang Om Jay, saya tidak bisa menceritakannya dengan kata-kata.  Tak akan cukup kata untuk menggambarkan seorang Om Jay yang telah membawa saya kepada dunia literasi yang begitu terang rasanya kini. Setiap huruf yang saya tuliskan dalam karya saya, ada Om Jay yang menyertai. Gerakan literasi Nasional adalah bukti nyata yang tak dapat disangkal.

Begitu banyak penulis hebat yang telah lahir dari tangan dingin Om Jay menempanya. Keberanian saya lahir karena Om Jay yang selalu memecutnya. Bukan dengan kekerasan tapi kelembutan yang menyentuh jiwa.

Terima kasih Om Jay. Semoga saya dapat memercikkan sedikit literasi kepada yang lainnya dari karya besar Om Jay untuk bangsa ini. Hanya doa yang saya panjatkan semoga Om Jay selalu dalam lindungan-Nya. Keselamatan untuk Om Jay di dunia dan akhirat.”

Selanjutnya, Om Jay memberikan petuah tentang ide menulis. “Ada banyak ide di sekitar kita untuk berlatih menulis, dengan foto, video dan audio (podcast). Menulis yang ringan-ringan saja.” Begitulah cara Om Jay menulis. “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.” Ituah pesan Om Jay yang selalu memecut saya jika rasa malas untuk menulis datang menerpa.

Keberhasilan Om Jay tentunya bukan hadiah, atau diperoleh secara serta-merta. Beliau belajar kepada Bapak Dedi Dwitagama, seorang guru hebat dan berprestasi. Sayang sekali, saya tidak bisa membuka tautan blog Bapak Dedi Dwitagama yang diberikan Om Jay karena jaringan internet malam ini lemah sekali. Nantilah saya coba lagi.

Om Jay juga belajar kepada para pakar hebat di Idonesia. Yang paling dikagumi beliau adalah Budiman Hakim dan Pepih Nugraha. Tak hanya itu, Om Jay juga belajar kepada semua orang. Karena kita guru, maka kita juga harus belajar kepada diri sendiri. Berkumpul dengan orang-orang soleh tak kalah pentingnya sebagai tempat belajar.

Selanjutnya, wejangan yang sangat bermanfaat terkait menulis dari Om Jay.  Jangan menunda menulis karena menulis adalah perbuatan baik dengan cara menulis apa yang kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita tulis. Berkolaborasi dengan teman sejawat dapat mendatangkan masukan dan saling melengkapi.

Suatu pengalaman untuk mengingatkan pada kematian saat terserang covid 19. Sebelum mati, beliau akan menghabiskan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Tak peduli tentang bayaran. Beliau akan terus berjuang demi mewujudkan impian agar semakin banyak guru yang membuka kelas menulis bagi guru atau murid.

Tak hanya menulis, berbagi sampai ke seluruh pelosok negeri, Om Jay juga selalu mendoakan agar Allah melancarkan urusan semua orang. Dengan melancarkan urusan orang lain, maka Allah akan mempermudah urusan kita. Tak kalah pentingnya, ilmu padi diterapkan di saat telah sukses. IPTEK harus diimbangi dengan IMTAK agar dapat senantiasa rendah hati dan tetap terus belajar. “Kejujuran kunci keberhasilan dan kesuksesan”. Itulah motto beliau.

Banyak membaca akan menambah perbendaharaan kata di memori otak kita. Dengan cara ini, kita tak akan kehilangan kata-kata di saat sedang menulis. Akan tersambung dengan sendirinya selancar kereta api yang mengantarkan penumpang sampai ke tujuan.

Begitu banyak yang didapatkan dari kegiatan belajar yang unik malam ini. Tak hanya tentang menulis, tetapi juga tentang menjalani kehidupan yang lebih baik, mempersiapkan diri menemui Maha Pencipta. Terima kasih Om Jay dan Ibu May. Semoga kita dikumpulkan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat nantinya.

 

 

Pangkalpinang, 25 Agustus 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar


Tatap Muka Terbatas (Puisi Versi Telelet)

 

Dokumen pribadi


TATAP MUKA TERBATAS

Oleh: Rosminiyati

 

Pertemuan tatap muka

Laksana sebuah pusaka

Yang lama dinanti untuk dibuka.

 

Menatap mata yang penuh harapan

Siap belajar mengukir masa depan

Tak terdengar lagi berjuta alasan

Belajar menjadi menyenangkan.

 

Kejenuhan kini mulai dilepas

Tegur sapa langsung dibalas

Tugas tak lagi dilihat sepintas

Materi pun segera dibahas

Sibuknya kini beraktivitas.

 

Belajar tatap muka terbatas

Rombongan terbagi dua kelas

Kelas sepuluh sampai dua belas

Tiga setengah jam dirasakan pantas

Meskipun tak semua terkupas tuntas

Berlanjut dalam bentuk tugas yang pas.

 

Mengawal anak bangsa agar cerdas

Tak seperti melukis di atas kanvas

Bertahan agar tak terus tergilas

Oleh kehidupan yang keras

Dan tujuan yang tak jelas.

 

Mendidik harus berhadapan

Memberikan contoh keteladaan

Bukan sekedar sebuah slogan

Menghiasi lembaran angan.

 

Tatap muka meskipun terbatas

Harus diterima dengan tulus ikhlas

Demi bangsa yang cerdas dan tangkas.

 

Pangkalpinang, 25 Agustus 2021

Menulis, Menulis, Menulis!