Friday, August 27, 2021

Komitmen Menulis di Blog


 

Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    21

Gelombang     :    19

Tanggal           :    27 Agustus 2021

Tema              :    Komitmen Menulis di Blog

Narasumber    :    Dedi Dwitagama


Ada bisikan kecil di telinga kiri, “Sudahlah … tidak usah menulis resume lagi. Kan sudah 20 resume yang dikumpul. Artinya, tidak wajib lagi.” Tak saya hiraukan bisikan itu. “Aku mau belajar menulis. Berapa pun jumlah resumenya, aku tak peduli,” jawab batinku padanya. “Mumpung aku sehat dan ada kesempatan, aku akan terus belajar,” lanjutku lagi.

Sore hari saya sudah makan malam. Seperti biasa, setiap ada jadwal belajar, makan malamnya pindah ke sore hari. Ba’da Maghrib, saya langsung membuka laptop. Seperti biasa pula, saya siapkan halaman chat WA di sebelah kiri dan halaman word di sebelah kanan. Layar laptop dibagi dua agar pandangan tidak terlalu jauh berpindah saat membaca dan menulis. Tak lupa juga halaman blog saya isi dengan flyer dan judul pertemuan. “Kini aku siap menyimak pelajaran.”  Demikian laporan saya kepada si pembisik di telinga kiri saya tadi.

Pukul 18.55. Om Jay memberikan aba-aba bahwa malam ini memasuki hari ke-21, sesi motivasi. Materi akan disampaikan oleh bapak Dedi Dwitagama tentang bagaimana seorang pendidik mampu menjaga komitmen menulis di blog. Kegiatan kuliah online malam ini dipandu oleh moderator terkenal Indonesia yaitu Bu Aam Nurhasanah.

Om Jay juga memberikan tautan blog Pak Dedi Dwitagama. Saya pun bergegas menuju ke sana. Saya baca blog itu dengan seksama. Luar biasa. Blog yang dihiasi dengan tulisan singkat namun penuh makna, foto dan video membuatnya berwarna. Indah dipandang mata, membuat saya terpesona. 

https://dedidwitagama.wordpress.com/

Tak lupa Om Jay mengingatkan peserta untuk mengumpulkan tulisan yang sudah dibuat menjadi buku yang bermutu. Selanjutnya peserta dapat memilih penerbit sendiri, mayor dengan segala konsekuensinya yang sulit ditembus, atau penerbit indie dengan biaya sendiri.

Tak lama setelah Om Jay mempersilakan Bu Aam untuk memulai kuliah, Bu Aam pun masuk ke kelas. Belajar dimulai. Dengan ucapan salam, beliau mengawali kegiatan belajar. Aturan dalam kelas pun disampaikan beliau agar peserta dapat mematuhinya. Ada yang beda dari biasanya, yaitu hadiah Rp. 200.000 untuk 1 orang penanya terbaik.

Pak Dedi pun masuk kelas setelah dipersilakan sang moderator andal, guru blogger inspiratif. Pak Dedi memperkenalkan diri melalui rekaman suara. Beliau adalah guru Matematika di SMK Negeri 50 Jakarta. Beliau akan berbagi pengalaman tentang menulis blog sejak tahun 2005 di platform blogspot. Untuk kenal tentang beliau, begitu banyak tautan blog yang diberikan.

Saya mencoba membuka 1 tautan tersebut. Begitu banyak prestasi dan karya yang telah beliau raih. Tak mampu saya mengingat satu per satu isinya. Blog yang dikelola secara professional.

 https://www.google.com/search?q=DEDI+DWITAGAMA&sxsrf=AOaemvI3WiBpNIhNPatpoVnoVORD015mUw%3A1630065823768&source=hp&ei=n9QoYbePLJTHrQGWkpnQCA&iflsig=ALs-wAMAAAAAYSjir5tYFTYd221ATf91gFfEt2X7r1pR&oq=DEDI+DWITAGAMA&gs_lcp=Cgdnd3Mtd2l6EAMyBAgjECcyBQgAEMsBOgsIABCABBCxAxCDAToICC4QsQMQgwE6CAgAELEDEIMBOggIABCABBCxAzoFCAAQgAQ6CwguEIAEELEDEIMBOggILhCABBCxAzoFCC4QgAQ6BwgAEIAEEAo6BQguEMsBOgcILhAKEMsBOgcIABAKEMsBOgQIABAKOgYIABAWEB46CAgAEBYQChAeUPsZWM0yYM4zaABwAHgAgAH0AYgBkg2SAQYxLjEyLjGYAQCgAQE&sclient=gws-wiz&ved=0ahUKEwj32oizlNHyAhWUYysKHRZJBooQ4dUDCAg&uact=5

 Tautan yang sangat panjang karena isinya juga panjang. Mengagumkan.

Bagi Pak Dedi, menulis blog seperti meninggalkan jejak tentang apa yang dilakukan, difikirkan, dan direncanakan. Itu semua untuk warisan bagi anak cucu dan orang-orang yang membutuhkan. Dari menulis di blog, beliau dapat pergi jalan-jalan keliling Indonesia dan luar negeri: Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea tanpa biaya sendiri. Di bawah ini kegiatan beliau yang tergambar di blog beliau. Foto diambil dari chat WA grup belajar menulis gelombang 19.

 

Cara beliau menulis di blog sederhana saja namun susah dilakukan, yaitu dengan menulis setiap ada ide dan waktu tanpa mempedulikan penilaian orang. Berikut contoh tulisan beliau di blog. Hanya ada 3 baris tulisannya tapi ada yang memberikan komentar. Itulah yang membuat beliau senang. Contoh postingan ini dibagikan beliau di chat WA grup belajar menulis gelombang 19.




 









Beliau memilih menulis di blog karena gratis. Di samping itu, beliau tidak perlu menyimpan dan mempromosikan kontennya. Hal itu sudah dilakukan oleh google. Beliau sudah ahli di bidang itu karena beliau telah memulainya sejak dulu, sebelum orang lain melakukannya.

Beliau terus menulis di blog tanpa memikirkan keuntungan materi. Bagi beliau, setiap perbuatan baik pasti ada ganjarannya. Yang penting, teruslah menulis dan hiasi dengan foto. Lakukan setiap hari, di setiap ada kesempatan.

Pak Dedi Dwitagama selalu membawa asisten untuk mengambil foto dan video setiap beliau berbicara di forum. Biasanya yang diajak adalah siswa SMK. Siswa-siswa tersebut sangat suka diajak karena bisa jalan-jalan dan makan. Yah … namanya juga remaja, pastilah suka.

Menjaga komitmen menulis di blog bukan hal yang mudah. Untuk terus menjaganya, beliau menulis di mana saja. Misalnya, pada saat rapat, menunggu istri belanja, menunggu keberangkatan pesawat. Dalam kondisi seperti itu, beliau cukup menulis di HP, menggunakan aplikasi android dan aple untuk wordpress yang dapat diunduh.

Ada hal yang membuat saya salut pada Pak Dedi. Ternyata dibalik kesuksesannya, beliau adalah orang yang sederhana. Tak ada mimpi yang macam-macam. Pendidikan anaknya yang selesai S2 di Eropa melalui beasiswa, jalan-jalan, fotografi, kuliner, dan benyanyi telah membuat beliau bahagia.

Berdasarkan pengalaman, menurut beliau mengajar melalui chat WA seperti mengajar  tembok. Oleh karena itu, sistem belajar malam ini dilakukan melalui tanya jawab. Beliau menjawab sesuai apa yang dibutuhkan oleh peserta. Berikut rangkuman jawaban berdasarkan pertanyaan peserta.

Tips agar nama kita dikenal melalui blog yaitu dengan menulis nama kita sendiri. Manfaatnya, nama kita akan terhubung ke blog saat mesin pencari bekerja. Agar banyak dikunjungi oleh pembaca, postinglah sebanyak-banyaknya tulisan yang dibutuhkan orang. Kunjungi juga blog orang lain agar orang juga berkunjung ke blog kita.

Agar blog bisa dijadikan buku, kumpulkan semua tulisan yang temanya sejenis, kemudian komunikasikan dengan penerbit. Postingan di blog dan media masa, tentang kegiatan pembelajaran dan prestasi beliau menjadikan Pak Dedi diundang kementrian, ke luar negeri, dan menjadi pembicara di even-even penting.

Karena blog laiknya sebuah rumah, kita bebas mau menulis kapan saja. Namun, blog harus diaktifkan sesuai dengan jenis blog yang kita gunakan. Seperti pada blogspot, jika 3 bulan tidak diisi, kita dianggap tidak aktif. Wordpress aktif sebulan sekali, namun bisa mengepos 12 tulisan dalam 1 kali pos untuk 1 tahun. Aktifasi blog otomatis bekerja 1 bulan sekali.

Guru yang hebat adalah guru yang mampu mendidik muridnya menjadi lebih baik dari gurunya. Itulah yang berlaku pada murid Pak Dedi yang bernama Bapak Wijaya Kusumah, M,Pd. alias Om Jay tentang menulis di blog. 

Kesulitan yang dialami saat mengelola blog yaitu pada saat tidak ada ide menulis. Namun itu semua dapat diatasi dengan cara blogwalking. Jika mendapatkan komentar kurang nyaman dari pembaca, biarkan saja. Namun, kita bisa mengubah komentar itu menjadi komentar yang baik. Untuk pandangan orang terhadap kesuksesan kita, tak perlu dipedulikan selama yang kita lakukan adalah baik.

Begitu banyak yang disampaikan oleh Pak Dedi Dwitagama terkait menjaga komitmen menulis di blog. Kuncinya adalah menulis pada setiap ada kesempatan, menulis sesuai kemampuan, dokumentasikan setiap kegiatan, dan jangan pedulikan apa kata orang. Berbuat baik akan membuahkan kebaikan. 

Nah, kalau memerlukan informasi lebih lanjut tentang Pak Dedi, bisa menghubungi beliau melalui kontak berikut yang dibagikan beliau di chat WA grup belajar menulis gelombang 19. 











Terima kasih Pak Dedi, Om Jay, dan Bu Aam atas kebersamaan yang memukau malam ini. Tak salah pilihan saya untuk terus belajar. Selalu mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman bersama orang-orang hebat di negeri ini. Semoga apa yang sudah diberikan malam ini menjadi amal jariah, tak pernah putus hingga hari kemudian. 


Pangkalpinang, 27 Agustus 2021

Rosminiyati

Guru Pembelajar

 

 




9 comments:

  1. MasyaAllah, untaian kalimatnya cantik bunda, semoga segera terwujud menjadi buku Bunda Ros

    ReplyDelete
  2. Tampilan halaman blognya bagus sekali, juga isi blognya top. tetap semangat

    ReplyDelete
  3. Semoga buku bu Ros segera terwujud... Sip banget tulisannya

    ReplyDelete
  4. Goood reportase ... sy kangen pantai parai dan ikan pari bumbu kuning ...

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!