Thursday, March 17, 2022
Gotong Royong - Puisi
Sunday, March 13, 2022
Semangat Litersi - Puisi
Thursday, March 3, 2022
Beriman
Thursday, February 17, 2022
Buah Renjana
Ambisi
Lanjutkan aksi
Tanpa basa-basi
Tanpa ada kata kompromi
Pamit
Modal sedikit
Receh pun mengernyit
Saat bulan berbentuk sabit
Renjana
Bertabur cerita
Semangat yang membara
Menepis keraguan yang menerpa
Renjana
Kini nyata
Menghalau sejuta tanya
Pertaruhkan kesenangan tanpa jeda
Anakku
Menepati janji
Membawa segenggam bukti
Bukan lukisan indahnya ilusi
Wisuda
Buah renjana
Raih gelar kedua
Di tengah bencana negara
Doa
Semoga berguna
Ilmu yang ditimba
Sebagai sarana menuju surga
Pangkalpinang, 17 Februari 2022
Rosminiyati
Thursday, December 23, 2021
Aku Rindu Ibu - Puisi
Aku Rindu Ibu
Ibu,
Engkau selalu ada dalam diriku
Setiap tarikan nafasku adalah nafasmu
Setiap detak jantungku adalah jantungmu
Setiap aliran darahku adalah juga darahmu
Ibu,
Tanpa gawai engkau mengajarkanku tentang dunia
Tanpa aksara engkau mengajarkanku membaca
Tanpa lisan engkau mendidikku berkahlak mulia
Tanpa dana engkau mengajarkanku menjadi kaya.
Ibu,
Sebaris cerita yang engkau kisahkan
Akan terus kusimpan sebagai kenangan
Tentang arti ketegaran tanpa perlawanan
Tentang ketulusan tanpa polesan.
Ibu,
Selama nadiku masih berdenyut
Besar harapanku masih bergelayut
Aku ingin terus hanyut
Dalam belaianmu yang lembut.
Ibu,
Sekalipun engkau telah tiada
Aku masih tetap menjadi anak manja
Aku masih berharap kasihmu yang mulia
Di sisimu tanpa jeda, di surga.
Ibu,
Kini aku melanjutkan warisanmu,
Mengukir jalan dengan keluarga kecilku
Tak seindah lukisan tanganmu
Tapi itulah yang aku mampu.
Aku hanyalah setetas embun pagi
Memberikan sedikit kesejukan kemudian pergi
Tak seperti engkau yang menjadi hujan di siang hari
Mampu membasahi seluruh isi bumi
Ibu,
Aku hanya mampu melantunkan sedikit doa
Yang hanya sampai di rongga dada
Tak seperti doamu yang membahana
Yang mampu menggetarkan isi dunia.
Ibu,
Aku rindu padamu.
Pangkalpinang, 23 Desember 2021
Thursday, December 16, 2021
Antikorupsi - Puisi
Antikorupsi
Oleh Rosminiyati
Korupsi sama dengan mencuri
Bukan perbuatan yang terpuji
Bukan pula jalan mencari rezeki
Itulah jalan yang dibenci.
Demi kehidupan yang mewah
Tapi tak mau kerja lelah
Korupsi menjadi solusi termudah
Sekalipun rezekinya tak berkah.
Kehidupan mewah boleh dimilki
Dengan kegigihan usaha dilakoni
Kesederhanaan jauh lebih terpuji
Dengan kepedulian berbagi.
Dengan korupsi hidup tak tenang
Penyakit silih berganti menyerang
Harga diri pun menjadi hilang
Kenikmatan hidup ikut melayang.
Korupsi bisa dihindari
Kuatkan iman di hati
Disiplin dalam mengabdi
Kejujuran terus dipatri.
Ayo galakkan sikap antikorupsi
Jadikan agama sebagai pondasi
Kerja sama untuk mengawasi
Kedisiplinan harus dimilki.
Jadikan antikorupsi budaya bangsa
Sejak dini kepada seluruh jiwa
Korupsi perbuatan yang tercela
Gapailah hidup yang mulia.
Pangkalpinang, 16 Desember 2021
Sunday, November 28, 2021
GURUKU - PUISI
GURUKU
Oleh: Rosminiyati
Begitu dalam makna dari sebutan itu
Setiap ucapan yang keluar dari mulutmu
Adalah titah alam yang patut ditiru
Setiap goresan tinta yang terukir dari tanganmu
Adalah prasasti yang lekat di dalam kalbu.
Guru,
Bicaramu adalah untaian doa yang tertambat
Tulisanmu adalah rangkaian maklumat yang tersemat
Diammu adalah pengajaran yang menguraikan isyarat
Gerakanmu adalah model akhlak yang bermartabat.
Guru,
Kerjamu tak pernah mengenal waktu
Tak pula ada tangan-tangan yang bisa membantu
Karena yang engkau persembahkan bukanlah sesuatu
Melainkan keutuhan jiwa dan raga yang menyatu.
Guru,
Jika komoditas dengan mahal diperjualbelikan
Rupiah yang kaudapatkan bukanlah ukuran pertukaran
Seisi dunia pun tak akan mampu menggantikan
Cinta kasih yang kau semai dengan ketulusan.
Guru,
Banyak ilmu yang berserakan di dunia digital
Dalam sekejap dapat digapai di berbagai kanal
Potret penguasaan ilmu berjejer laksana karnaval
Tak dapat menggantikan kesejukan jiwa yang kekal.
Guru,
Siapa pun dirimu
Yang telah mengukir keluhuran budiku
Engkaulah guruku.
Pangkapinang, 28 November 2021
Thursday, November 18, 2021
Guru dan Peradaban-Puisi versi telelet
GURU DAN PERADABAN
Oleh: Rosminiyati
Guru sebagai pelukis peradaban
Penentu wajah
pendidikan di masa depan
Salah langkah berarti
kehancuran.
Dulu, dengan kapur
guru menulis
Mengeja aksara bak
seorang pelukis
Murid hanya diam duduk
manis
Tak boleh ada yang
ceriwis.
Pengajaran mulai ada
kemajuan
Spidol dipakai untuk
menulis di papan
Mengejar materi agar tetap
tersampaikan
Keberhasilan diukur dengan
nilai ulangan
Terkadang murid-murid pun keteteran.
Guru berjuang sampai kelelahan
Jurus jitu
dikeluarkan tanpa keengganan
Guru berperan sebagai seorang informan
Ruang kelas seakan
panggung hiburan
Murid-murid asyik menikmati tontonan
Tak jarang menghadirkan kebosanan.
Seiring waktu yang telah
berganti
Perbaikan demi perbaikan
digeluti
Tak ada lagi ilmu
yang dinanti
Kini guru sebagai
teman sejati
Belajar dari hati ke
hati.
Guru sebagai
motivator
Bukan sebagai
pendonor
Guru sebagai
fasilitator
Bukan sebagai
eksekutor
Sesama murid menjadi
tutor.
Belajar dari internet
sangatlah tepat
Semua ilmu bisa
diakses secara cepat
Hanya perlu ilmu
tentang internet sehat
Agar tak terjebak
dalam kehidupan sesat.
Peran guru tak akan
pernah tergantikan
Sekalipun dunia
mengalami perubahan
Pendidikan karakter
tetap terdepan.
Pangkalpinang, 18
November 2021
Friday, November 12, 2021
MGMP-ku Kembali - Puisi
MGMP-ku Kembali
Oleh: Rosminiyati
MGMP-ku kini
Mulai bergerak kembali
Secercah harapan mulai bersemi
Setelah memudar sejak pandemi.
Dua tahun telah berlalu
Hatiku memendam rasa rindu
Tak ada berita yang menyeru
"Ayo guru kita bertemu."
November yang mencerahkan
Undangan pertemuan disampaikan
Salam hangat dan rindu dari kejauhan
Menghiasi pesan membersamai undangan.
Pertemuan pertama yang menakjubkan
Kerinduan yang tak lagi bisa ditahan
Pelukan hangat tak terelakkan
Di antara sesama kawan.
Agenda bersama dipaparkan
Pemilihan pengurus baru dilaksanakan
4 serangkai terpilih hasil kemufakatan
Serah terima langsung berjalan.
Ada penambahan agenda
Literasi pada posisi pertama
Tak perlu waktu yang lama
Bloger pemula langsung tercipta.
Kini MGMP-ku berubah warna
Dalam blog kami mulai berkarya
Dengan tulisan kami bercengkrama
Tautan alamat blog menghiasi chat WA.
Kini MGMP-ku telah kembali lagi
Kepada kami para pengabdi sejati
Tekad yang kuat mulai terpatri
Semoga Allah meridai.
Pangkalpinang, 12 November 2021
Tuesday, October 26, 2021
Writer's Block- Puisi Versi Telelet
Thursday, October 21, 2021
Bulutangkis-Puisi
Bulutangkis
Bulutangkis olah raga praktis
Hanya dua orang saja bisa eksis
Empat orang menjadi keren habis
Terkena shuttlecock hanya meringis.
Bulutangkis permainan sederhana
Olah raga yang banyak peminatnya
Dari anak-anak sampai orang tua
Dari kota sampai pelosok desa.
Bulutangkis olah raga bergengsi
Jika sungguh-sunguh ditekuni
Harumkan nama Ibu Pertiwi
Buktikan cinta pada Negeri.
Tim bulutangkis Indonesia berjaya
19 tahun penantian tak sia-sia
Piala Thomas kembali diterima
Sebagai kemenangan berlaga.
Kemenangan bukan hasil sesaat
Latihan dilakukan sangatlah berat
Disiplin waktu yang sangat ketat
Demi meraih sebuah martabat.
Martabat bangsa di tangan kita
Di bidang olah raga dan lainnya
Tangan kekar torehkan karya
Hasilkan cipta yang nyata.
Pangkalpinang, 21 Oktober 2021
Thursday, October 14, 2021
Hanca pada Bulan September - Puisi
Hanca pada Bulan September
Oleh: Rosminiyati
Ketika hidup mulai
tertata
Tak ada lagi cerita
yang hampa
Apalagi kisah waktu yang
terjeda
Semua terukir dalam
daftar rencana
Bulan September deretan
kegiatan terukir
Tersusun sesuai prioritas
waktu untuk digulir
Satu per satu rencana
yang dibuat mulai mengalir
Hingga batas waktu
yang ditargetkan pun berakhir
Berbagai usaha telah digencarkan secara maksimal
Dengan perangkat diri
dan doa yang terus diamal
Gairah literasi disandingkan dengan tawakal
Sebuah hanca
tak kuat untuk disangkal
Hadiah buku dari
sahabat Lage tak selesai dibaca
“Menembus Batas Mimpi”
bukan sekedar cerita sederhana
Pejuang agama bertarung
mewujudkan mimpi leluhurnya
Memoar suci dilukiskan
begitu apik oleh penulisnya
Pertarungan dalam
keterbatasan terus kulakoni
Kedaifan dipatutkan
lewat usaha yang diridai
Maafkan daku duhai
sahabat yang telah memberi
Hanca yang
terjadi bukanlah karena aku tak sudi
Lembar demi lembar
cerita dalam bukumu kusantap
Keinginan hati melahap
seluruhnya dalam sekejap
Apa daya keterbatasan
waktu dan daya serap
Mahkota tulisanmu
hanya mampu kudekap.
Pangkalpinang, 14
Oktober 2021
Sunday, October 10, 2021
Jendela Literasi dengan Takdirnya
Oleh: Rosminiyati
Semilir angin petang
perlahan menyapa
Semburat sang surya
masih setia bertahta
Nyanyian burung
tentang alam ikut bersama
Bisikkan pesan kepada
raga yang mulai renta
Cerita petang
menyeruak di balik gawai
Siluet cinta di ujung
waktu mulai terurai
Sebuah lukisan sampul
asmara menari gemulai
Kudekap erat dalam
pelukan rindu yang aduhai
Kisah di suatu petang
datang dari seberang
Menyibak jejak perjuangan
tanpa kepalang
Terikat rapi dalam
untaian aksara yang terpajang
Menggoda insan untuk
segera bertandang
Mahkota yang
dirindukan sampai jua pada takdirnya
Pelukis alam
mewarnainya dengan kesempurnaan paripurna
Tak ada celah untuk sebuah guratan
kealpaan apa lagi cela
Tunduk patuh dalam
setiap goresan pena tanpa tanya
Rangkaian kisah
tentang pelukis aksara terhampar di sana
Mukaddimah sang
pemrakarsa terukir indah di singgasana
Tak ada kisah takdir
sebelum nasib diperjuangkannya
Tak ada pula waktu
menunggu jiwa menggapainya
Inilah sebuah kisah
yang sempurna
Petualangan cinta
membara di hari tua
Tak ada kata
terlambat untuk mengukir cerita
Sebelum nama diukir
oleh keabadain yang tak mendua.
Di balik awan kemilau
cahaya bintang telah bersembunyi
Dengan kelam malam
cahaya petang pun telah berganti
Ukirlah kisah diri sebelum
sang mentari pagi ingkar janji
Tak ada lagi yang
peduli dengan cerita yang dibagi.
Pangkalpinang, 10
Oktober 2021
Thursday, October 7, 2021
VAKSIN - Puisi Versi Telelet
VAKSIN
Oleh: Rosminiyati
Istilah vaksin menjadi popular
Saat pandemi Covid 19 menjalar
Sebuah upaya agar tidak tertular.
Vaksinasi untuk semua kalangan
Dilaksanakan tanpa diminta bayaran
Hanya bersabar menunggu antrian
Karena semua butuh pelayanan.
Vaksinasi umumnya diterima dua kali
Untuk semua kalangan tanpa kecuali
Masyarakat awam sampai para ahli
Semuanya harus saling peduli
Karena vaksin tak perlu dibeli.
Ada masyarakat yang takut divaksin
Khawatir obatnya mengandung toksin
Ada pula yang masih perang batin
Ada ketakutan mengganggu janin
Ada pula yang sudah lama ingin
Berharap kesehatannya terjamin.
Vaksinasi diatur sesuai regulasi
Tak sembarangan melakukan aksi
Wewenang dipegang oleh instansi
Setelah melalui proses birokrasi
Oleh Lembaga terakreditasi.
Vaksinani sangat bermanfaat
Mencegah gejala Covid yang berat
Pertahanan Kesehatan menjadi kuat
Pengembalian ekonomi yang sehat.
Setelah divaksin jangan pernah lalai
Terhadap prokes jangan pula abai
Agar hidup kita kembali damai.
Thursday, September 23, 2021
Puisi-Lukisan Mega, Lintang, Buana
Lukisan Mega, Lintang, Buana
Malam temaram
berselimut kehampaan
Kutatap mega hitam melirik garis lintang
Seisi buana
membuncahkan kesombongan
Tak peka akan jiwaku
yang terbang
Kupeluk kesepian berbungkus kegelisahan
Dekap kuat asa yang
kian merenggang
Purnama kesekian kan
terlewatkan
Berbalut kecewa yang
masih kukenang
Mega pekat terus berarak
tak mau diam
Menenggelamkan cercah
cahaya di balik pinta
Senyuman buana bersembunyi
dalam kelam
Sekedar menyapa pun
seperti tak rela
Semakin kelam hasrat
yang tak sampai
Riak tak terbaca cukuplah
sebagai sesal
Aral melintang tak
lagi kan dibelai
Bianglala di kelopak
mata sebagai bekal
Embun pagi membasahi
bumi
Menyejukkan jiwa yang
mulai berwarna
Genggam erat senyuman
sang mentari
Selamat tinggal duka
nestapa.
Pangkalpinang, 23
September 2021
Friday, September 17, 2021
Puisi: 264 Tahun Kota Pangkalpinang
264 Tahun Kota Pangkalpinang
Oleh: Rosminiyati
Selamat ulang tahun
kotaku tercinta
Kota Pangkalpinang yang
selalu ceria
Di sini aku dilahirkan,
dibesarkan dan menua
Di sini pula aku abdikan
jiwa dan raga
264 tahun usiamu kini
Berbagai peristiwa telah
terjadi
Pembangunan dilakukan di
sana sini
Dari infrastruktur
sampai bidang religi
9 Februari 2001 resmi menjadi ibu kota Provinsi
Berbagai etnis hidup
berdampingan dengan serasi
Tak pernah ada benturan
yang terjadi
Masyarakat menjunjung
tinggi toleransi
![]() |
| Titik O kilometer kota Pangkalpinang |
Ciri khas Pangkalpinang
semakin kentara
Titik nol kilometer di
depan rumah dinas Walikota
Tudung saji menghiasi
kantor Wali Kotanya
Destar menjadi ciri khas
budaya pula
![]() |
| Kantor Walikota Pangkalpinang |
![]() |
| Destar |
Nganggung menjadi ajang ukuwah
Makan bersama bekal
makanan dari rumah
Menikmati ketupat dan lepet sambil berkisah
Tak ada lagi cerita
tentang hidup susah
![]() |
| Museum Timah |
Berbagai destinasi
wisata tersedia
Museum Timah berada di
pusat kota
Pantai Pasir Padi hanya
10 kilometer saja
Wisata religi tak kalah
menariknya
![]() |
| Pantai Pasir Padi |
Jembatan Emas tak pernah
sepi pengunjung
Banyak pula yang piknik ke Jembatan Gantung
Taman Wilhelmina juga
menjadi tempat tersanjung
Di Alun-alun Taman
Merdeka berbagai acara berlangsung
![]() |
| Wilhelmina Park (Taman Sari) |
![]() |
| Alun-alun Taman Merdeka |
Pangkalpinang-ku
teruslah berkarya
Ukirlah peradaban dengan
cerita yang mulia
Buatlah para leluhur
kita bangga
Generasi penerus yang
berhati mulia
Pangkalpinang-ku
teruslah berkiprah
Membangun umat tanpa
pernah menyerah
Bersihkan diri dari
segala hal yang salah
Agar hidup kita
senantiasa diridai Allah
Selamat ulang tahun kota
Pangkalpinang
Jadilah kota yang selalu
dikenang
Bagi siapa saja yang bertandang
Membawa pulang perasaan
senang.
Pangkalpinang, 17 September 2021
Wednesday, September 15, 2021
Literasi untuk Negeri-Puisi
Literasi untuk Negeri
Oleh:
Rosminiyati
Untuk apa kita ada?
Hanya
diam tanpa kata
Tak
meninggalkan goresan pena
Lalu,
apa kata dunia?
Bukalah
netra kita lebih lebar
Meraih
cita bukan hanya angan
Saatnya
kita harus belajar
Mengubah
nasib dengan perjuangan
Man
jadda wajada
Bersungguh-sungguh
pasti bisa
Waktu
kita semuanya sama
Tak
lebih walau sedetik saja
Kuatkan
tekad melawan kemalasan
Dengan
kebaikan kita berkawan
Niatkan
hati mendapatkan rida Ilahi
Janji
Allah itu pasti
Menulislah
setiap hari
Buktikan
apa yang terjadi
Karya
besar sudah menanti
Tanpa
pernah kita sadari
Jadikan
menulis sebagai passion kita
Merangkai
kata menjadi karya bermakna
Sertakan
hati dengan balutan cinta
Tulisan
sederhana menjadi memesona
Ayo
kawan, sebarkan virus literasi
Ke
seantero pelosok negeri
Mulailah
dari diri sendiri
Sedikit
demi sedikit belajar berbagi
Kalau
bukan kita, siapa lagi?
Kalau
tidak sekarang, kapan lagi?
Gerakkan
literasi untuk negeri
Bukti
cinta kita pada ibu pertiwi
Bangunlah
kawan, hari tak lagi pagi
Bergerak
cepat melangkah dengan pasti
Tak
perlu menunggu aba-aba dari para petinggi
Kita
bisa maju bersama dengan berkolaborasi
Dengan
literasi kita hebat
Dengan
kolaborasi kita kuat
Dengan
Pancasila kita bermartabat
Indonesia
jaya, Indonesia sehat.
Pangkalpinang,
15 September 2021
-
Sumber gambar: Grup WA komunitas Lagerunal Pentingkah blogwalking bagi seorang bloger? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mem...
-
Aku bukan pecundang Yang tak punya cita-cita dan harapan Aku bukan pecundang Yang menutup diri dari pengetahuan Aku bukan pecund...
-
Pengalaman datang dari mana saja dan kapan saja. Bentuknya pun beraneka pula. Tak terkecuali kisah sebagai moderator online via WA dalam ...









