Saturday, February 5, 2022

Dua Jam Membersamai Pak Dedi Dwitagama

 


Pengalaman datang dari mana saja dan kapan saja. Bentuknya pun beraneka pula. Tak terkecuali kisah sebagai moderator online via WA dalam membersamai para narasumber dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 dan 24 yang luar biasa. Mengimbangi mereka dengan kehebatan se-Nusantara bahkan mendunia memerlukan usaha yang tidak sedikit bagi orang tua yang baru merangkak menuju dunia yang serba terbuka.

Memutuskan untuk menjadi moderator Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. pada Jumat, 4 Februari 2022 benar-benar mempertaruhkan nyali. Betapa tidak! Saya mengenal beliau dengan rentetan panjang profesi, prestasi, organisasi, dan lain-lain sangat berbanding terbalik dengan apa yang saya miliki. Namun, ini pula lah yang menjadi tantangan untuk saya hadapi.

Demi mempersiapkan diri secara prima, sebagai panitia penghubung sekaligus sebagai moderator, lima hari sebelum acara dimulai, tepatnya tanggal 31 Januari 2022, saya bergegas menghampiri ruang chat WA Pak Dedi untuk menyampaikan undangan. Pak Dedi menjawab pesan saya dengan kata “Siaaaap” yang panjang, menandakan kemurahan dan keramahan hati pemiliknya. Tak hanya itu, beliau juga dengan ringannya menanyakan kesediaan saya untuk menerima telepon beliau. Namun, karena saya masih di perjalanan, akhirnya sayalah yang menelpon beliau setibanya di rumah.

Dari obrolan dengan Pak Dedi via telepon, saya paham apa yang harus saya lakukan sebagai moderator beliau. Pesan-pesan Pak Dedi terkait tugas saya sebagai moderator saya catat agar tak terlupa - maklum jenis perangkat yang sudah usang tak akan mampu mengingat semuanya sekalipun bukan hal yang rumit.

Keramahan Pak Dedi dalam perbincangan via telepon membuat saya nyaman. Sehingga, rasa penasaran saya tentang Pak Dedi yang belum sempat terjawab saat saya menjadi peserta Belajar Menulis di Gelombang 19 ikut saya tanyakan. Ada pula hal-hal ringan seputar profesi, keluarga, dan sahabat yang dibahas. Wah, benar-benar luar biasa. Hal yang tidak pernah saya sangka. Ternyata begini jika orang suksesnya sempurna, tidak menganggap orang lain jauh di bawahnya. Pepatah lama namun tetap saja kekinian berlaku adanya, “semakin berisi semakin merunduk, di atas langit ada langit”, semakin membuat saya sadar bahwa saya bukan siapa-siapa.

Mengingat pesan Pak Dedi tentang salah satu peran seorang moderator adalah mengenal sosok narasumber, saya pun mempelajari profil beliau melalui tautan yang diberikan. Saya salin data-data yang begitu panjang, dan langsung ditempel di halaman Word saya untuk dilahap hingga selesai. Hasilnya, dengan memberikan nomor pada setiap catatan, saya berhasil membuat ringkasannya, selanjutnya saya sajikan kepada peserta belajar.

Drs. Dedi Dwitagama, S.Si. seorang guru Matematika yang luar biasa hebat, kelahiran Jakarta 57 tahun lalu, namun terlihat sangat muda. Sosok energik ini tiga kali menjadi Kepala Sekolah di SMK yang berbeda, dan sejak tahun 2013 - sekarang kembali menjadi guru dengan segudang kegiatan yang memukau.

Master Guru blogger yang menyandang paket predikat sebagai: Pendidik, Trainer, Narasumber, dan Motivator, telah bersinergi dengan lebih dari 32 lembaga Internasional dan domestik, aktif di 5 organisasi pada tahun 2005 – 2013, peraih 24 prestasi di dalam dan luar negeri tahun 1974 – 2012, aktif mengikuti 36 workshop dan seminar di berbagai bidang, khususnya terkait profesi dan keahlian yang dimiliki saat ini, sebagai Panitia/Tim/Delegasi di 29 kegiatan. Menakjubkan!

Tak kalah menakjubkan, beliau menyatakan kesiapan 6 menit sebelum acara dimulai, sebelum sempat saya menanyakannya. Sikap sederhana, rendah hati, dan semangat berbagi begitu kental pada diri beliau. Bersyukur tak terhingga, saya mendapatkan kesempatan istimewa dari Pemilik Rencana.

Desain strategi Pelatihan Belajar Menulis yang berbeda dari biasanya disambut baik oleh peserta. Sosialisasi tentang alur acara dan pemberian voucher menarik dari narasumber langsung saya sampaikan kepada peserta di gelombang 23 dan 24 sejak malam Jumat. Alhasil, begitu banyak pertanyaan yang masuk ke kolom chat WA saya hingga sore hari. Berhubung pertanyaan banyak yang sama/mirip, saya pun membuat rangkuman pertanyaan dengan mengurutkannya sesuai tingkatannya.

Judul materi “Komitmen Menulis di Blog” yang dibahas sesuai pertanyaan yang masuk oleh pakar yang mumpuni melalui tulisan, gambar dan pesan suara dengan bahasa yang istimewa semakin memotivasi peserta untuk bertanya. Sehingga, selama kegiatan pembahasan berlangsung, pertanyaan pun terus mengalir di kolom chat WA saya.

Pukul 21.11 WIB Pak Dedi menyampaikan pernyataan penutup, dengan pesan agar kita bisa mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, meninggalkan jejak berupa catatan-catatan yang baik yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Semoga!

Sesuai pesan Pak Dedi sebelum memulai acara, saya pun langsung menyampaikan dua penanya terbaik untuk mendapatkan hadiah voucher dari Pak Dedi. Beliau adalah Ibu Zainab, Guru MTs Negeri Sumba Timur, peserta Belajar Menulis Gelombang 24 dan Bapak/Ibu Zunnurin Isnaini, Pasuruan, peserta gelombang 23. Selanjutnya, nomor HP keduanya saya sampaikan kepada Pak Dedi, dan beliau langsung menghubungi keduanya.

Ada hal tak terduga yang terjadi selanjutnya. Belum lama saya meninggalkan laptop, Pak Dedi menelepon saya. Ternyata, nomor HP Ibu Zainab yang saya sampaikan kepada beliau keliru. Hal ini diketahui saat Pak Dedi menghubungi nomor HP tersebut, yang menerimanya bukan peserta terpilih. Aduh! Cerobohnya diri ini. Kesalahan ini membuat Pak Dedi repot saja. Ketika dicek, ternyata nomor HP yang saya comot adalah penanya di bawahnya.

Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan Belajar Menulis PGRI. Tentunya, semuanya memberikan saya pelajaran yang luar biasa sekaligus rasa syukur yang tak terhingga. Pengalaman tanpa berbayar, bertemu orang-orang hebat yang baik dari seluruh Indonesia tanpa rencana. Rencana Allah takada yang bisa diduga. Begitu indahnya.



Pangkalpinang, 5 Februari 2022

Rosminiyati

16 comments:

  1. Wah pengalaman yang luar biasa. Selamat Bu Ros sudah menjadi moderator keren.

    ReplyDelete
  2. Pengalaman yang sangat berharga dan memukau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk belajar.

      Delete
  3. Pengalaman seru tersendiri ya Bu Ros mendampingi Pak Dedi, guru ngeblognya Omjay

    ReplyDelete
  4. Selalu semangat memandu literasi untuk negeri. Barokallaaah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya ingin belajar berbagi sedikit waktu dan tenaga, Bu. Aamiin.

      Delete
  5. Asyik nih, ada kelas lagi.
    Inget keseruan GMLD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Bu. Seru. Semangat luar biasa. guru-guru hebat dan istimewa.

      Delete
  6. luar biasa, apalagi kalau ketemu orangnya langsung, pasti lebih senang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Om. Semoga suatu saat dipertemukan Allah dengan guru-guru hebat semuanya.

      Delete
  7. Mantap, Pak. Pengalaman yang berharga untuk jadi pelajaran.

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!