Seorang blogger adalah juga seorang penulis, karena blog berisi tulisan. Menulis di blog memberikan banyak kemudahan karena sifat tulisan di blog dapat diedit kapan pun oleh penulisnya. Tak hanya itu, tulisan di blog juga dapat disisipkan dengan foto atau video yang dapat memperkaya isi tulisan yang disajikan.
Monday, January 3, 2022
Peran Guru Blogger dalam Memulihkan Pendidikan di Indonesia
Thursday, December 16, 2021
SATUGURU - Solusi Permasalahan Guru
Peran Guru dalam peradaban
Menjadi guru bukanlah pilihan pekerjaan
berdasarkan pertimbangan besarnya imbalan atau penghasilan. Pilihan profesi ini
juga bukan berdasarkan perhitungan untung dan rugi seperti halnya jual beli.
Profesi guru dipilih sesuai dengan hati nurani karena ingin mengabdi untuk
negeri.
Profesi guru bukanlah suatu pekerjaan
yang ringan, karena guru merupakan garda terdepan bagi keberlangsungan
peradaban bangsa. Di tangan guru, wajah masa depan bangsa akan tercipta, karena
guru merupakan model utama bagi murid-murid setelah orang tua. Oleh karena itu,
guru harus memperlengkapi diri dengan seperangkat kompetensi yang dibutuhkan
dalam menjalankan profesi ini.
Kemajuan teknologi informasi yang begitu
pesat menyebabkan peran guru semakin berat. Segala informasi baik dan buruk
tersaji secara terbuka dan menarik dalam berbagai bentuk dengan tanpa batas
waktu dan ruang. Itu semua akan berpengaruh besar terhadap wujud masa depan
bangsa ini. Jika konten baik yang terserap, maka masa depan bangsa akan aman.
Sebaliknya, jika informasi buruk yang dikonsumsi, akan hancurlah
peradaban.
Guru bukanlah manusia sempurna. Guru
hanyalah manusia biasa yang sarat kekurangan. Oleh karena itu, tak heran jika
kelengkapan kompetensi yang harus dimiliki guru – pedagogik, kepribadian,
profesional, dan sosial - tidak terpenuhi dengan sempurna. Namun, Keterbatasan
guru tidak serta merta dipandang sebagai kekurangan atau aib yang memalukan,
melainkan dapat diminimalisir dengan cara yang cerdas, yaitu melalui proses
belajar.
Refleksi Guru Tahun 2021
Saya, seorang guru yang memiliki banyak
sekali kekurangan, khususnya penguasaan keterampilan menulis dan pemanfaatan
aplikasi digital dalam kegiatan pembelajaran. Di sisi lain, saya seorang
pembelajar yang selalu ingin membenahi dan mematutkan diri agar pantas disebut
guru.
Menyadari minimnya kemampuan yang
diperlukan pada pembelajaran abad 21 ini, saya pun bergabung di kelas Pelatihan
Belajar Menulis PGRI pada Juli 2021, dan lulus pada Oktober 2021. Dalam waktu
yang singkat, perubahan secara drastis terjadi pada diri saya.
Capaian sejak bergabung dalam kelas Belajar Menulis PGRI menjadi capaian puncak saya pada tahun 2021. Terhitung sejak Juli 2021, saya telah menulis 3 buku antologi, 1 buku solo, artikel dalam Jurnal Pasuruan Inovasi dan Tendik, meraih juara 2 lomba blog pada peringatan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, menjadi moderator pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 21 dan 22, menjadi moderator dan narasumber pada Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Angkatan Pertama, menjadi narasumber pada kegiatan MGMP kota Pangkalpinang dan pada Workshop Literasi Digital dengan Menggunakan Platform Blog di SMK Negeri 2 Pangkalpinang, dan mendirikan komunitas Laskar Literasi SMK Negeri 2 Pangkalpinang.
| Narasumber pada kegiatan MGMP Kota Pangkalpinang |
| Narasumber pada Workshop Literasi Digital dengan Menggunakan Platform Blog |
| Kegiatan membuat dan mengelola blog dengan pendampingan |
| Bersama Laskar Literasi yang membantu pelaksanaan workshop |
Terbitnya buku solo dan jurnal yang difasilitasi oleh PGRI, telah pula mengantarkan saya kepada pengusulan kenaikan pangkat dari IV a ke IV b yang selama 13 tahun tak pernah digubris nasibnya lantaran syarat tidak lengkap meskipun jumlah nilai sudah jauh terlampaui. Berkat pengusulan tersebut, kawan-kawan guru yang sudah lama di posisi IV a, dan kawan-kawan yang masih muda pun ikut termotivasi.
Alhamdulillah, semangat berbagi tanpa
pamrih, berkolaborasi, saling menghargai, menginspirasi, memotivasi, dan tetap rendah hati di
saat telah sukses yang diajarkan oleh Tim Belajar PGRI, telah berimbas pula
pada diri saya untuk melakukan hal yang sama pada orang-orang di lingkungan
saya. Mengajar pun menjadi lebih percaya diri dan menyenangkan dibandingkan
sebelumnya.
SATUGURU sebagai Solusi
Berdasarkan pengalaman saya dengan
kesulitan dan solusinya, saya dapat menyimpulkan bahwa SATUGURU merupakan
solusi bagi perbaikan dan peningkatan kompetensi guru. Berikut alasan-alasan
yang dapat saya paparkan.
SATUGURU berarti guru adalah
satu-satunya profesi utama yang dimiliki. Sebuah profesi yang dipilih tanpa
tujuan apa pun selain untuk mengabdi pada negeri. Jika demikian, apa pun
kendala yang dihadapi di lapangan, seorang guru akan tetap fokus dan nyaman
menjalani profesi ini. Guru akan dengan ringan melangkahkan kakinya menuju
sekolah maupun ruangan kelas. Guru akan tampil secara prima sebagai pribadi
istimewa dalam perannya sebagai motivator, fasilitator, kreator, dan inspirator
dengan hati yang gembira di hadapan murid-muridnya.
SATUGURU berarti guru harus menyatukan
fisik dan psikisnya saat berhadapan dengan murid-murid di dalam kelas atau di
lingkungan sekolah. Guru hendaklah benar-benar memandang muridnya sebagai sosok
anak yang dia ridukan dan merindukannya. Mendidik dari hati, bukan hanya sekedar
melepaskan kewajiban terkait jam pelajaran. Bukan pula sekedar menyampaikan
materi dan memberikan nilai. Yang lebih penting, adalah bagaimana mempersiapkan
mereka menuju masa depan dengan akhlak mulia.
SATUGURU mengandung makna bahwa
guru-guru harus bersatu, berkolaborasi, bahu membahu dalam proses mencerdaskan
murid-murid. Guru-guru harus mempunyai visi dan misi yang sama dalam menggiring
calon penerus bangsa dalam meraih masa depannya. Dengan kebersamaan, proses
belajar mengajar dan bimbingan di sekolah akan dengan mudah diterapkan, sehinga
tujuan pun akan mudah dicapai.
Suasana kebersamaan juga akan membuat
guru-guru merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan profesinya. Dengan
kebersamaan, yang berat akan terasa ringan. Para guru akan saling menguatkan
dalam segala hal, khususnya terkait kompetensi yang harus dimilikinya. Kelemahan
ditutup dengan kelebihan melalui proses saling mengajarkan, dan kelebihan
menjadi modal untuk berbagi. Akhirnya, meningkatlah kepercayaan diri, dan
mengajar pun menjadi semakin menyenangkan.
SATUGURU diartikan semua
guru di negeri ini harus bersatu. Guru bersatu dalam organisasi profesi, baik di
sekolah maupun di wilayah, bahkan di seluruh Indonesia. Tak diragukan,
organisasi profesi guru adalah organisasi yang benar-benar dibentuk untuk
kepentingan kemajuan pendidikan. Di dalam organisasi ini, berbagai permasalah
tekait kegiatan belajar dan mengajar khususnya, dan pendidikan pada umumnya,
dapat dibahas dan diselesaikan.
Resolusi Tahun 2022
Kekurangan pada waktu yang lalu harus
dibenahi, dan kelebihan perlu dikembangkan dan disebarkan. Itulah yang harus
dilakukan seorang guru yang menyadari esensinya di dunia pendidikan. Kualitas
diri tidak diukur seberapa banyak menghasilkan sesuatu, melainkan seberapa
banyak menebarkan kebaikan dan manfaat bagi banyak orang.
Besar harapan saya, pada tahun 2022 saya
memiliki kemampuan digital yang memadai, dapat menerbitkan buku antologi dan buku solo
di kalangan siswa dan guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang dan MGMP Kota
Pangkalpinang, dan dapat terus berbagi kepada siapa pun dengan ikhlas sesuai kemampuan.
Semoga saya menjadi hamba yang
senantiasa bersyukur terhadap apa yang telah saya dapatkan dengan menjadi orang
yang rendah hati dan terus memperbaiki diri, serta senantiasa berbagi kebaikan.
Semoga Allah memberikan kebaikan kepada guru-guru hebat yang telah mengajarkan
saya banyak hal.
Pangkalpinang, 16 Desember 2021
Rosminiyati, S.Pd.
Guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang
#SATUGURU - Mengajar itu menyenangkan
Sunday, September 26, 2021
Menulis? Siapa Takut!
Hampir setiap
orang ingin menulis. Namun, keinginan tersebut diurungkan hanya karena banyak
hal yang merintanginya, antara lain: tidak ada ide, tidak tahu memulainya dari
mana, apa saja yang perlu ditulis, takut tulisannya jelek, dan sebagainya.
Ide menulis
bisa datang dari mana saja. Dari sebuah objek yang dekat dengan kita atau
bahkan dari diri kita sendiri. Sebuah gambar saja bisa menjadi ide untuk
menulis. Tontonan, pembicaraan, dan bacaan bisa menjadi ide menulis yang sangat
menarik juga.
Bentuk
tulisan untuk menuangkan isi pikiran kita bisa beragam sesuai dengan selera dan kemampuan kita: puisi, cerpen, artikel, dan lain sebagainya. Tulisan pun bisa singkat atau
panjang sesuai dengan keluasan paparan yang dibutuhkan.
Berikut ini dipaparkan sedikit langkah praktis dan mendasar untuk menulis bagi pemula.
👉Gunakan struktur kalimat: Subjek + Predikat + (Objek). Pastikan kalimat kita berisi minimal 1 Subjek dan 1 predikat.
👉Isi tulisan menjawab permasalahan/pertanyaan 5 W + 1 H.
- What (apa);
- Who (siapa);
- Why (mengapa);
- Where (di mana);
- When (kapan);
- How (bagaimana).
👉Gunakan kalimat dan paragraf yang pendek-pendek saja agar pembaca mudah memahaminya.
👉Gunakan huruf besar di awal kalimat dan tanda (.), (!), dan (?) di akhir kalimat. (Ini yang sering lupa, bukan?)
Untuk tanda baca lainnya dibahas kemudian.
👉Mengutip tulisan dari sumber lain, tautan (link) sumbernya harus dicantumkan. Namun, sebaiknya mengutip kalimat asli penulis cukup untuk yang terakit definisi saja. Selebihnya, gunakan jurus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Caranya? Parafrasa: menulis dengan kalimat sendiri tanpa mengubah maknanya, melalui:
- Mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya;
- Gunakan sinonim atau kata yang artinya sama.
👉Menulislah sebanyak-banyaknya mumpung ide masih banyak di kepala. Jangan hiraukan tentang kesalahan.
👉Membaca ulang tulisan untuk memeriksa kesalahan pengetikan (typo), penggunaan huruf besar, tanda baca, pemilihan kata (diksi), struktur kalimat, dan lain-lain, dan mengeditnya.
👉Publish (terbitkan)!
Terakhir
dan yang paling penting adalah MULAI! Sampai
kapun pun kita tidak bisa menjadi penulis jika tidak pernah memulainya.
Demikian
tips dasar menulis bagi pemula yang dapat saya sampaikan dalam rangka menggiatkan literasi. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.
Pangkalpinang, 26 September 2021
Rosminiyati
Monday, September 6, 2021
Bloger atau Blogger?
Bahasa
Indonesia memang rumit, khususnya dalam penulisan bahasa serapan dari bahasa
Inggris. Hal inilah yang membuat saya bolak-balik mencari sumber jika ragu
menuliskan sebuah kata.
Mengapa
kita perlu mengetahui perbedaan ejaan antara bahasa serapan dengan bahasa
aslinya? Jika kita menulis kata dengan bahasa aslinya, maka kata tersebut harus
ditulis dengan cetak miring. Kaidah
ini sering diabaikan oleh penulis.
Contoh
yang sering saya temukan adalah kata blogger.
Setelah saya periksa di KBBI V, penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia
adalah bloger - ditulis dengan 1 g. Jadi, jika kita menulis sesuai
dengan kaidah penulisan yang benar, blogger - dengan 2 g - ditulis dengan cetak miring.
Kecenderungan
penulis untuk menggunakan bahasa Inggris dari pada bahasa Indonesia menyebabkan
kurang populernya bahasa Indonesia. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan
ketidaktahuan orang Indonesia dengan bahasanya sendiri. Contoh, kata bullying. Orang lebih kenal bullying dari pada perundungan. Ketika ada yang menggunakan kata perundungan, si
pembaca atau pendengar terlihat kebingungan.
Contoh
lainnya, link. Penulis lebih banyak
menggunakan kata link dari pada tautan. Bahkan, hanya sesekali
ditemukan kata pranala. Keduanya itu
merupakan terjemahan link.
Ada
suatu kejadian di sekolah saya. Saat itu, ada pemberitahuan tentang
pendataan nomor gawai peserta didik untuk mendapatkan bantuan kuota data internet.
Pemberitahuan itu ditujukan kepada wali kelas. Seorang teman saya bertanya, “Gawai itu apa?”
Bahasa
Indonesia memang rumit. Hal ini disebabkan kita jarang menggunakannya. Agar
bahasa Indonesia menjadi mudah, sering-seringlah menggunakannya.
Bahasa
Indonesia adalah bahasa kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang kita harapkan
untuk menggunakannya?
Salah
satu cara untuk memopulerkan bahasa
Indonesia adalah lewat tulisan. Oleh
karena itu, jika kita menggunakan istilah-istilah serapan dari bahasa asing, tulislah
kata-kata tersebut dalam ejaan Bahasa Indonesia, bukan ejaan bahasa aslinya. Bagaimana menurut Anda?
Pangkalpinang, 6 September 2021
Rosminiyati
Guru
Pembelajar
Sunday, August 22, 2021
Blogwalking, Pentingkah?
![]() |
| Sumber gambar: Grup WA komunitas Lagerunal |
Blog, jika diibaratkan dengan keseharian
kita adalah buku tulis yang berfungsi sebagai tempat untuk menulis. Namun, ini bukan kertas
biasa, melainkan aplikasi di internet yang isinya bisa dibaca oleh siapa saja. Sifat
tulisan pada blog bisa ditambah, diperbaharui, bahkan dihapus kapan pun oleh
penulisnya. Orang yang menulis di blog disebut bloger. Konten tulisannya beragam,
sesuai dengan kemampuan penulis, kebutuhan atau tujuan yang ingin disampaikan
kepada pembacanya.
Karena isi blog berupa tulisan,
tentunya seorang bloger harus mempunyai kemampuan menulis agar blognya tidak
kosong. Karena menulis di blog bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembacanya,
tulisan yang dibuat haruslah berisi konten yang bermakna. Selanjutnya, agar
pembaca tertarik untuk membaca tulisan kita, tulisan tersebut harus disajikan
secara menarik pula.
Sebuah tulisan yang menarik jika
terdapat banyak kesalahan pengetikan akan mengganggu saat membacanya. Demikian
juga dengan struktur teks, unsur kebahasaan, huruf besar, dan tanda baca. Jika kurang
tepat penggunaannya akan membingungkan dalam pemahaman isinya. Sebaliknya, tulisan yang sudah
benar dan memenuhi kriteria penulisan tetapi tidak menarik dalam penyajiannya
akan membosankan.
Bagi orang yang baru berkecimpung
di dunia blog sekaligus kepenulisan, bukanlah hal yang mudah untuk menulis
sesuai standar, apalagi menarik. Banyak hal yang harus dipelajari. KBBI dan PUEBI
sebagai pedoman penulisan harus dikuasai. Pemilihan diksi harus pula sesuai. Mengawali
tulisan dengan kalimat menarik dan isi yang sesuai dengan tema sekaligus
mengena di hati pembaca merupakan kamampuan yang tak boleh disepelekan. Penutup
yang bijak dan mengesankan tak kalah pentingnya. Banyak lagi hal lainnya yang
perlu dikuasai oleh seorang bloger dan penulis.
Sebagai pendatang baru di dunia
blog, kita tak perlu khawatir apalagi sampai mundur teratur. Perasaan khawatir memang ada. Namun, tak
separah yang pernah saya alami saat masuk ke area Rindam II Sriwijaya di Muara
Enim, Sumatera Selatan untuk diklat prajabatan di akhir tahun 1996 selama 1
bulan. Pendidikan semi militer bagi CPNS sebagai syarat menjadi PNS. Membaca tulisan pada sebuah tugu
"Ragu-ragu Kembali" membuat saya termenung lama. Maju, berarti
perjuangan berat dengan meninggalkan anak yang baru berusia 2 bulan. Kembali,
berarti jabatan PNS harus dilepaskan.
Ilustrasi saya di atas sebagai
bahan perbandingan bahwa perasaan sulitnya menulis di blog bukanlah apa-apa. Jika
kita sudah berani masuk, teguhkan hati dan teruslah melangkah. Perkara belum
sempurnanya tulisan dapat dibenahi sambil berjalan. Yang penting, teruslah
belajar. Ingat! Konten di blog bisa direvisi kapanpun kita mau.
Selanjutnya, tidak ada masalah
yang tidak ada penyelesaiannya. Di sini saya ingin berbagi pengalaman tentang
manfaat blogwalking yang langsung
saya rasakan terkait hambatan dalam menulis.
Blogwalking merupakan kegiatan mengunjungi tulisan seseorang yang diposting pada sebuah blog. Kegiatan ini biasanya dilakukan seseorang untuk mencari informasi tertentu yang ingin diketahuinya. Dengan mengetik kata kunci, orang bisa langsung sampai ke blog yang dicari.
Dalam kegiatan menulis pada suatu
komunitas, kegiatan blogwalking lebih
mudah dilakukan karena alamat tautan blog tak perlu dicari. Sudah tersedia di
kolom chat Whatsapp grup atau aplikasi lainnya. Bahkan, daftar tautan berbaris
manis untuk dikunjungi pada 1 halaman.
Cukup mengeklik alamat tersebut, kita langsung sampai dan dapat
menikmati tulisan yang ada di dalamnya dengan sesuka hati.
Mengapa blogwalking penting dilakukan? Berdasarkan pengalaman pribadi yang telah merasakan manfaatnya, berikut ini diuraikan alsan-alasannya.
Pertama, memperoleh informasi terkait teori menulis. Terkadang konten blog seseorang berisi infromasi tentang teori menulis yang dapat kita pelajari tanpa memiliki bukunya. Dengan cara ini, kita dapat belajar tanpa modal besar.
Kedua, memperoleh pengetahuan
tentang ragam tulisan. Dengan mengunjungi blog, kita menemukan jenis tulisan
yang berbeda antara satu bloger dengan bloger lainnya. Biasanya, para bloger
menulis sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Misalnya, ada yang
menulis puisi, cerpen, prosedur, narasi, atau bentuk lainnya.
Ketiga, mendapatkan ide tulisan.
Dengan membaca tulisan orang lain, kita bisa menggunakan ide tersebut untuk
tulisan kita. Kita bisa menulis dengan topik yang sama namun dengan gaya atau
versi berbeda. Misalnya, jika seserang menulis dalam bentuk narasi, kita
menulis dalam bentuk puisi. Tak hanya itu, membaca tulisan orang bahkan dapat
memunculkan ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Untuk membuktikannya,
silakan dicoba.
Keempat, menjadi bahan koreksi
terhadap tulisan kita. Dengan membaca tulisan orang lain tentunya kita
mendapatkan informasi. Informasi yang kita dapatkan itu bisa dijadikan tambahan
untuk melengkapi tulisan atau memperbaiki kesalahan dalam memaknai informasi
jika tema yang kita bahas sama. Tapi ingat, bukan menyalin langsung alias
plagiat, ya!
Kelima, memperbaiki diksi.
Terkadang kita mengalami kendala dalam pemilihan kosakata yang tepat dalam
mengkekspresikan isi pikiran kita. Hasilnya, kita menggunakan kata sekenanya
saat menulis. Dengan membaca tulisan orang lain, kita memperoleh kata-kata
baru atau kata-kata lama tapi terlupakan. Pungut saja dan selipkan ke tulisan
kita pada bagian yang sesuai baik sebagai koreksi maupun untuk menulis
berikutnya.
Keenam, memperbaiki struktur
teks. Dengan membaca tulisan orang lain, kita bisa memahami tentang cara
membuka, menguraikan isi, dan menutup sebuah tulisan. Semakin banyak membaca
karya orang lain, semakin paham kita dengan bagian-bagian tulisan dan cara memaparkannya.
Ketujuh, memahami unsur kebahasaan. Sebuah tulisan mengandung kalimat yang berisi kata-kata yang tersusun secara benar sesuai fungsinya. Cara menulis
kata depan, kata sambung, awalan, akhiran, dan lain-lain, juga akan terlihat dengan jelas
pada tulisan yang kita baca. Jika unsur-unsur itu kita pelajari secara teori tanpa ada contoh secara nyata, akan sulit
bagi kita untuk memahami semuanya. Dengan membaca tulisan seorang bloger,
ilmu tersebut dapat dirserap dengan sendirinya. Di saat diperlukan dapat
langsung digunakan secara benar.
Terakhir, memperbaiki penggunaan huruf kapital, huruf miring, tanda baca, dan sejenisnya. Sepintas masalah ini terlihat mudah. Namun, pada bagian ini justru kesalahan sering dilakukan. Terkadang dalam penulisan judul saja kita sudah salah. Jika kita banyak membaca tulisan orang,
kita akan semakin terampil dalam penggunaanya.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika tulisan seorang bloger yang kita kunjungi ternyata tidak memenuhi standar penulisan? Apakah kita tidak perlu mengunjunginya lagi untuk selanjutnya? Jika kita sudah dapat menilai bahwa ada bagian dari sebuah tulisan itu salah, artinya kita sudah paham cara menulis yang benar. Setiap penulis pasti mempunyai kelebihan tersendiri. Banyak hal lain yang dapat kita pelajari dari tulisannya.
Blogwalking yang tidak kalah pentingnya adalah mengunjungi blog
sendiri. Mengapa demikian? Sebagai penulis, terkadang kita lupa dengan apa yang
kita tulis. Karena itu, kita perlu kembali mengunjungi blog kita. Apakah itu
hanya sekedar untuk menikmati karya kita sendiri, atau melakukan perbaikan di
sana-sini. Seiring berjalannya waktu, tentu saja ilmu kita semakin bertambah.
Karena itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa tulisan kita yang terdahulu masih
terdapat kesalahan dan perlu direvisi agar orang lain yang membacanya merasa
nyaman.
Sebagai penikmat tulisan bloger lain yang telah kita ambil manfaatnya, ada baiknya kita meninggalkan jejak
dengan memberikan komentar pada blog yang kita kunjungi. Biasanya, komentar yang
ditulis berupa hal-hal terkait isi tulisan itu sendiri atau sekedar kata-kata
apresiasi atas tulisan tersebut. Apapun itu, meninggalkan jejak pada blog yang
dikunjungi memberikan dampak positif bagi bloger sekaligus bagi diri kita
sendiri.
Demikianlah alasan pentingnya melakukan blogwalking terkait kegiatan menulis. Begitu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan cara mudah dan murah, hanya bermodalkan klik.
Pangkalpinang, 22 Agustus 2021
Rosminiyati
Guru pembelajar
-
Sumber gambar: Grup WA komunitas Lagerunal Pentingkah blogwalking bagi seorang bloger? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mem...
-
Aku bukan pecundang Yang tak punya cita-cita dan harapan Aku bukan pecundang Yang menutup diri dari pengetahuan Aku bukan pecund...
-
Pengalaman datang dari mana saja dan kapan saja. Bentuknya pun beraneka pula. Tak terkecuali kisah sebagai moderator online via WA dalam ...


