Sunday, September 26, 2021

Menulis? Siapa Takut!

 


Tips Menulis bagi Pemula

Hampir setiap orang ingin menulis. Namun, keinginan tersebut diurungkan hanya karena banyak hal yang merintanginya, antara lain: tidak ada ide, tidak tahu memulainya dari mana, apa saja yang perlu ditulis, takut tulisannya jelek, dan sebagainya.

Ide menulis bisa datang dari mana saja. Dari sebuah objek yang dekat dengan kita atau bahkan dari diri kita sendiri. Sebuah gambar saja bisa menjadi ide untuk menulis. Tontonan, pembicaraan, dan bacaan bisa menjadi ide menulis yang sangat menarik juga.

Bentuk tulisan untuk menuangkan isi pikiran kita bisa beragam sesuai dengan selera dan kemampuan kita: puisi, cerpen, artikel, dan lain sebagainya. Tulisan pun bisa singkat atau panjang sesuai dengan keluasan paparan yang dibutuhkan.

Berikut ini dipaparkan sedikit langkah praktis dan mendasar untuk menulis bagi pemula.

👉Gunakan struktur kalimat: Subjek + Predikat + (Objek). Pastikan kalimat kita berisi minimal 1 Subjek dan 1 predikat.

👉Isi tulisan menjawab permasalahan/pertanyaan 5 W + 1 H.

  • What (apa);
  • Who (siapa);
  • Why (mengapa);
  • Where (di mana);
  • When (kapan);
  • How (bagaimana).
Jika tulisan kita sudah berisi jawaban atas pertanyaan tersebut, maka paparan kita sudah lengkap dan tulisan kita pun panjang. Jika setiap pembahasan ditulis dalam 1 paragraf saja, maka tulisan kita sekurang-kurangnya sudah berisi 6 paragraf. Jika ditambah dengan paragraf pembuka dan penutup masing-masing 1 paragraf, maka keseluruhannya menjadi 8 paragraf.

Jika bahasan dalam 1 paragraf dirasakan terlalu panjang, maka uraian selanjutnya bisa ditulis pada paragraf berikutnya. Misalnya, jika pembahasan tentang “how” luas, silakan ditulis dalam beberapa paragraf. Begitu juga dengan pembahasan yang lainnya.

👉Gunakan kalimat dan paragraf yang pendek-pendek saja agar pembaca mudah memahaminya.

👉Gunakan huruf besar di awal kalimat dan tanda (.), (!), dan (?) di akhir kalimat. (Ini yang sering lupa, bukan?)

Untuk tanda baca lainnya dibahas kemudian.

👉Mengutip tulisan dari sumber lain, tautan (link) sumbernya harus dicantumkan. Namun, sebaiknya mengutip kalimat asli penulis cukup untuk yang terakit definisi saja. Selebihnya, gunakan jurus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Caranya? Parafrasa: menulis dengan kalimat sendiri tanpa mengubah maknanya, melalui:

  • Mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya;
  • Gunakan sinonim atau kata yang artinya sama.
Langkah ini dilakukan untuk menghindri plagiarisme. Kita dapat menulis dengan cara membaca tulisan orang lain, kemudian menutupnya, selanjutnya menulis ala kita sendiri.

👉Menulislah sebanyak-banyaknya mumpung ide masih banyak di kepala. Jangan hiraukan tentang kesalahan.

👉Membaca ulang tulisan untuk memeriksa kesalahan pengetikan (typo), penggunaan huruf besar, tanda baca, pemilihan kata (diksi), struktur kalimat, dan lain-lain, dan mengeditnya.

👉Publish (terbitkan)!

Terakhir dan yang paling penting adalah MULAI! Sampai kapun pun kita tidak bisa menjadi penulis jika tidak pernah memulainya.

Demikian tips dasar menulis bagi pemula yang dapat saya sampaikan dalam rangka menggiatkan literasi. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

 


"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis".

(Imam Al-Ghazali)

 

Pangkalpinang, 26 September 2021

Rosminiyati

 

3 comments:

Menulis, Menulis, Menulis!