Friday, June 10, 2022

Menulis, Menulis, Menulis!

1st

Sebelum bersiap-siap berangkat ke sekolah tercinta, saya membuka HP. Seperti biasa, saya memeriksa chat WA grup, khususnya sekolah, agar tidak tertinggal informasi penting yang harus ditindaklanjuti segera. Selanjutnya, netra melirik ruang chat grup Tim Solid Om Jay yang sering menggoda untuk segera dibuka. Benar adanya. Om Jay sebagai pemilik Kelas Belajar Menulis membagikan tautan alamat blog yang berisi tantangan menulis setiap hari dengan judul Lomba Blog Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi. Tantangan menulis ini berlangsung dari hari ini, 10 Juni, hingga 10 Juli 2022. Wah … ternyata satu bulan lamanya. Lumayan ketar-ketir rasanya. Berikut tautannya.

https://wijayalabs.blogspot.com/2022/06/lomba-blog-menulislah-setiap-hari-dan.html

Terkait tantangan menulis ini, saya teringat dengan puisi yang pernah saya tulis, kemudian saya bacakan dan unggah di kanal YouTube. Puisi ini saya tulis dalam rangka acara penutupan kegiatan Pelatihan Belajar Menulis Gelombang 19 yang digelar pada 18 September 2021. Puisi ini berisi kata-kata berbintang terkait materi inti dari beberapa Narasumber yang secara spontan mengalir saat saya menulis. Tujuannya untuk memotivasi, khususnya diri saya sendiri agar menjaga komitmen menulis. 

Tidak kurang motivasi yang diberikan oleh Om Jay dan para pegiat literasi yang tergabung dalam kegiatan Belajar Menulis PGRI agar para guru aktif menulis. Beraneka gambar sering dibagikan Om Jay di WA grup sebagai tantangan menulis. Hadiah pun dengan mudahnya diberikan bagi yang berhasil memenuhi tantangan. Berbagai lomba menulis dengan hadiah menggiurkan dari sponsor sering pula digelar. Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd. yang mendapat julukan Ratu Antologi tidak kalah serunya mengajak para guru menulis. Beliau menyediakan wadah bagi para guru untuk menulis buku bersama sekaligus memfasilitasi penerbitannya.

Menjaga komitmen menulis terasa berat sekali. Ada saja yang menghambat ketika ingin memulainya. Ketika sudah mulai pun, terkadang terhenti lantaran kehabisan ide dan sulitnya merangkai kata. Akhirnya, tulisan tidak kelar.

Jika mencermati contoh-contoh tulisan Om Jay, sepertinya menulis itu mudah sekali. Tulisannya mengalir dan enak dibaca. Om Jay bercerita tentang kejadian sehari-hari yang dialami. Beliau juga berpesan, “Menulislah yang disukai dan dikuasai.” Artinya, kita cukup menulis hal-hal yang ringan, khususnya yang kita alami agar tidak ada beban pada diri kita saat menulis. Ternyata inilah salah satu rahasia menjaga komitmen menulis setiap hari.

Dalam berbagai kesempatan, Om Jay selalu mengingatkan, “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.” Tentu saja ajakan ini bukan hanya sebagai slogan belaka, melainkan beliau sudah membuktikannya. Dari menulis setiap hari, Om Jay telah meraih prestasi yang luar biasa hingga diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara dan jalan-jalan ke Luar Negeri. Banyak lagi manfaat lainnya yang sudah Om Jay nikmati. Bahkan, gelar Doktor yang baru saja beliau raih berkat perjuangan yang cukup panjang juga terkait menulis di blog.

Ujian Terbuka bagi Promovendus Wijaya Kusumah, Prodi Teknologi Pendidikan UNJ
Sumber: Zoom Meeting, Selasa 7 Juni 2022


Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. bersama keluarga tercinta dan para penguji
Sumber: Zoom meeting, Selasa 7 juni 2022

Bagi kita yang belum menulis setiap hari, keberhasilan Om Jay ini dapat menjadi bukti sekaligus inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menulis. Selanjutnya, tantangan menulis ini dapat kita jadikan kekuatan dalam menjaga komitmen menulis. Mudah-mudahan setelah satu bulan berlalu, kebiasaan menulis bisa menjadi kebutuhan seperti makan dan minum. Ketika kita tidak menulis, kita akan merasakan lapar dan haus.

Terima kasih Om Jay atas tantangan Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi ini. Semoga semakin banyak guru yang menulis, menginspirasi, dan menebarkan kebaikan bagi guru-guru lainnya dan murid-murid di seluruh pelosok Negeri. 


Pangkapinang, 10 Juni 2022

Rosminiyati

 

8 comments:

  1. alhamdulillah masih semangat bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Perlahan saja sesuai usia. He ... he ...

      Delete
  2. Bagus bun, cerita tentang menulis, menulis dan menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengingatkan diri sendiri agar semangat menulis. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  3. Alhamdulillah akhirnya pak Wijaya mendapatkan gelar DR nya. Tulisan nya selalu kece untuk bu Ros. Terimakasih telah berbagi.😃

    ReplyDelete
  4. Bener Bu Ros, kadang hambatan menulis ada aja, apa lah, sok sibuklaj hehe .

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!