Thursday, February 17, 2022

Buah Renjana

 



Ambisi

Lanjutkan aksi

Tanpa basa-basi

Tanpa ada kata kompromi


Pamit

Modal sedikit

Receh pun mengernyit

Saat bulan berbentuk sabit


Renjana

Bertabur cerita

Semangat yang membara

Menepis keraguan yang menerpa


Renjana

Kini nyata

Menghalau sejuta tanya

Pertaruhkan kesenangan tanpa jeda


Anakku

Menepati janji

Membawa segenggam bukti

Bukan lukisan indahnya ilusi


Wisuda

Buah renjana

Raih gelar kedua

Di tengah bencana negara


Doa

Semoga berguna

Ilmu yang ditimba

Sebagai sarana menuju surga


Pangkalpinang, 17 Februari 2022

Rosminiyati







Tuesday, February 15, 2022

Jurus Ampuh Presentasi yang Keren

 


Judul                 :    Pelatihan Belajar Berbicara PGRI

Resume ke        :    3

Gelombang       :    5

Tanggal             :    15 Februari 2022

Tema                 :    Jurus Ampuh Presentasi yang Keren

Narasumber      :    Adi Prastiyanto, S.Pd., CT.PS


Memulai sesuatu dengan hal menarik akan membuka jalan bagi kelancaran proses berikutnya. Jika proses berjalan dengan baik, maka tujuan yang ditetapkan akan dapat tercapai pula.

Kegiatan Belajar Bicara 5 PGRI malam ini dimulai dengan kuis Acak Kata. Narasumber Bapak Adi Prastiyanto, S.Pd., CT.PS, seorang guru Bahasa Inggris di MA Annajah, juga trainer Public Speaking, memberikan daftar kata yang diacak, dan peserta berusaha menebak kata-kata tersebut. Kata-kata yang dipilih merupakan kata-kata yang digunakan dalam keseharian kita. Inspiratif dan menggembirakan sekali kegiatan ini.


Sumber: Narasumber via zoom


Konsep dan Tujuan Presentasi

Sumber: Narasumber via zoom

Presentasi adalah komunikasi antara pembicara dengan orang/sekelompok orang (audiens). Dalam pelaksanaannya, hampir setiap orang mengalami kendala, berupa takut berbicara di depan umum (glossophobia); presentasi hanya mengandalkan power point; dan merasa kurang bepengalaman.  

Sumber: Narasumber via zoom

Tujuan presentasi dipengaruhi oleh jenis-jenis audiens, antara lain menurut Ongky Hojanto dalam Public Speaking Master:

  1. The sheep. Tipe ini fokus pada apa yang dikatakan oleh presenter dan menanti jawaban pembicara, tidak suka menunjukkan kemandirian dan kreativitas.
  2. Hotshot. Audiens ini percaya diri dan nyaman dalam kegiatan presentasi.
  3. Clown. Audiens tipe ini suka berinteraksi sosial, cerewet, suka bertanya di luar topik, dan suka berdiskusi.
  4. Sniper. Tipe audiens ini memulai dengan sikap permusuhan dan sinis, menunggu peluang untuk mengkritik yang bersifat destruktif.
  5. Snowman. Audiens tipe ini bersifat pasif, sesi tanya jawab sulit berjalan.
  6. Black cloud. Tipe ini cenderung menunjukkan bahasa tubuh yang negatif.
  7. Unwanted panelist. Audiens ini adalah ahli yang tidak diundang, sering menjawab pertanyaan pertama dengan panjang, cenderung membuat kekacauan.

Dengan mengenal tipe-tipe audiens akan memudahkan kita dalam kegiatan presentasi. Bagaimana pun proses yang dijalani, seorang presenter harus tetap fokus pada target yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut.

Presentasi yang keren dengan jurus 3 K

Permasalahan yang umumnya terjadi pada seorang presenter bukanlah bersifat permanen. Dengan menguasai jurus-jurus dalam presentasi, maka permasalahan-permasalahan pun dapat diatasi. Berikut adalah jurus-jurus yang dapat mengantarkan kita sukses menjadi presenter.


Sumber: Narsumber via zoom

1.   Kuat. Hal ini terkait dengan pemahaman terhadap audiens dan penguasaan materi. Untuk memahami materi dengan baik, dapat dilakukan dengan riset untuk menemukan bukti/evidence yang dapat dilakukan dengan demonstrasi, pemberian contoh-contoh, analogi, testimoni, dan data statistik.

Sumber: Narasumber via zoom

2.  Kreatif. Maksudnya, seorang presenter harus bisa menyusun kerangka/slide presentasi dengan cara menentukan alur cerita yang dimulai dari pembukaan, isi, dan penutup, yang dapat juga dirancang dengan menjawab pertanyan 5W dan 1H, yang disajikan dalam media yang sesuai.

Sumber: Narasumber via zoom

3.   Keren. Artinya, seorang presenter harus mampu menyampaikan materi dalam aksi nyata dengan bahasa tubuh yang menarik, mudah dipahami, dan berkesan. Dalam presentasi, bahasa tubuh mendominasi 55 %, kata-kata 7%, dan intonasi 38%.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan presentasi

1. Kontrak. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan respon audiens sebelum kita menyampaikan pesan. Oleh karena itu perlu adanya kontrak belajar antara narasumber dengan audiens, antara lain minta audiens menulis hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat kegiatan belajar. Tujuannya agar mereka sendiri yang menentukan dan dapat menjalankan kesepakatan yang mereka buat sendiri.

2. Sapa audiens. Hal ini penting dilakukan agar terjalin komunikasi yang baik dan aktif antara pembicara dan audiens. Melibatkan audiens secara aktif dalam presentasi kita dapat juga dilakukan dengan ice breaking/game, dll.

3. Media. Pastikan media sudah dalam kondisi siap dan baik setengah jam sebelum presentasi dimulai. Karena fungsinya hanya sebagai alat bantu, jangan sampai lebih menarik/keren dari penampilan kita.

4. Eye contact. Hal ini perlu dijaga untuk memantau respon audiens sekaligus untuk menunjukkan bahwa kita memperhatikan audiens agar tidak merasa diabaikan.

5. Sesi tanya jawab. Pada sesi ini tak jarang kita mengalami kendala berupa kehilangan ide. Untuk itu, kitab isa mengatasinya dengan cara melemparkan pertanyaan peserta kepada peserta lain sambil mencari jawaban kita sendiri.

6. Penutupan yang berkesan. Di akhir presentasi, seorang presenter dapat mengajak audiens muhasabah (merenung), membuat pernyataan kesimpulan, menyampaikan kalimat sugestif, cerita motivasi yang menggugah, bisa juga dengan lagu, tepuk semangat, game, dll.

Sebuah kesimpulan sekaligus pesan yang tajam dari Narasumber bahwa presentasi bukan sekedar Power Point, dan jangan jadikan media lebih keren dari presenternya sendiri.

Materi Pelatihan belajar Berbicara malam ini benar-benar memberikan pencerahan bagi calon presenter ataupun presenter pemula. Terima kasih kepada Bapak Adi Prastiyanto yang telah menyampaikan materi dengan sangat keren degan didampingi moderator andal Ibu Lilis Ernawati yang juga keren. Besar harapan saya materi ini bisa menjadi rujukan jika kelak berkesempatan menjadi presenter.

 

Pangkalpinang, 15 Februari 2022

Rosminiyati


Saturday, February 12, 2022

Sinopsis Buku "Romantika Keluarga SMK Negeri 2 Pangkalpinang"


SMK Negeri 2 Pangkalpinang merupakan sekolah teknologi tertua dan terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jumlah siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang banyak dan berbagai prestasi tingkat regional dan nasional yang diraih menjadikan sekolah ini cukup terkenal. Menjadi bagian dari sekolah bergengsi di kepulauan ini menorehkan berbagai kesan dan sekaligus cerita saat sudah berada di dalamnya. 

“Romantika Keluarga SMK Negeri 2 Pangkalpinang” berisi cerita tentang perjalanan menuju sekolah ini dan berbagai peristiwa yang terjadi saat menjadi keluarga besar sekolah tersebut yang diwarnai dengan prasangka, kekhawatiran, suka, duka, kecewa, bangga, harapan, perjuangan, keteladanan, bahkan pertemuan dengan cinta sejati  dikisahkan secara terbuka. 

Banyak sekali pesan moral yang dapat dipetik dari kisah-kisah yang diuraikan oleh para penulis terkait sekolah ini yang dikemas dengan gaya penulisan yang khas. Untuk mengetahui kisah lengkapnya, silakan baca buku ini sampai tuntas, serta ambil manfaat dan inspirasinya tanpa bersisa. 


Pangkalpinang, 11 Februari 2022

Rosminiyati



Saturday, February 5, 2022

Dua Jam Membersamai Pak Dedi Dwitagama

 


Pengalaman datang dari mana saja dan kapan saja. Bentuknya pun beraneka pula. Tak terkecuali kisah sebagai moderator online via WA dalam membersamai para narasumber dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 dan 24 yang luar biasa. Mengimbangi mereka dengan kehebatan se-Nusantara bahkan mendunia memerlukan usaha yang tidak sedikit bagi orang tua yang baru merangkak menuju dunia yang serba terbuka.

Memutuskan untuk menjadi moderator Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. pada Jumat, 4 Februari 2022 benar-benar mempertaruhkan nyali. Betapa tidak! Saya mengenal beliau dengan rentetan panjang profesi, prestasi, organisasi, dan lain-lain sangat berbanding terbalik dengan apa yang saya miliki. Namun, ini pula lah yang menjadi tantangan untuk saya hadapi.

Demi mempersiapkan diri secara prima, sebagai panitia penghubung sekaligus sebagai moderator, lima hari sebelum acara dimulai, tepatnya tanggal 31 Januari 2022, saya bergegas menghampiri ruang chat WA Pak Dedi untuk menyampaikan undangan. Pak Dedi menjawab pesan saya dengan kata “Siaaaap” yang panjang, menandakan kemurahan dan keramahan hati pemiliknya. Tak hanya itu, beliau juga dengan ringannya menanyakan kesediaan saya untuk menerima telepon beliau. Namun, karena saya masih di perjalanan, akhirnya sayalah yang menelpon beliau setibanya di rumah.

Dari obrolan dengan Pak Dedi via telepon, saya paham apa yang harus saya lakukan sebagai moderator beliau. Pesan-pesan Pak Dedi terkait tugas saya sebagai moderator saya catat agar tak terlupa - maklum jenis perangkat yang sudah usang tak akan mampu mengingat semuanya sekalipun bukan hal yang rumit.

Keramahan Pak Dedi dalam perbincangan via telepon membuat saya nyaman. Sehingga, rasa penasaran saya tentang Pak Dedi yang belum sempat terjawab saat saya menjadi peserta Belajar Menulis di Gelombang 19 ikut saya tanyakan. Ada pula hal-hal ringan seputar profesi, keluarga, dan sahabat yang dibahas. Wah, benar-benar luar biasa. Hal yang tidak pernah saya sangka. Ternyata begini jika orang suksesnya sempurna, tidak menganggap orang lain jauh di bawahnya. Pepatah lama namun tetap saja kekinian berlaku adanya, “semakin berisi semakin merunduk, di atas langit ada langit”, semakin membuat saya sadar bahwa saya bukan siapa-siapa.

Mengingat pesan Pak Dedi tentang salah satu peran seorang moderator adalah mengenal sosok narasumber, saya pun mempelajari profil beliau melalui tautan yang diberikan. Saya salin data-data yang begitu panjang, dan langsung ditempel di halaman Word saya untuk dilahap hingga selesai. Hasilnya, dengan memberikan nomor pada setiap catatan, saya berhasil membuat ringkasannya, selanjutnya saya sajikan kepada peserta belajar.

Drs. Dedi Dwitagama, S.Si. seorang guru Matematika yang luar biasa hebat, kelahiran Jakarta 57 tahun lalu, namun terlihat sangat muda. Sosok energik ini tiga kali menjadi Kepala Sekolah di SMK yang berbeda, dan sejak tahun 2013 - sekarang kembali menjadi guru dengan segudang kegiatan yang memukau.

Master Guru blogger yang menyandang paket predikat sebagai: Pendidik, Trainer, Narasumber, dan Motivator, telah bersinergi dengan lebih dari 32 lembaga Internasional dan domestik, aktif di 5 organisasi pada tahun 2005 – 2013, peraih 24 prestasi di dalam dan luar negeri tahun 1974 – 2012, aktif mengikuti 36 workshop dan seminar di berbagai bidang, khususnya terkait profesi dan keahlian yang dimiliki saat ini, sebagai Panitia/Tim/Delegasi di 29 kegiatan. Menakjubkan!

Tak kalah menakjubkan, beliau menyatakan kesiapan 6 menit sebelum acara dimulai, sebelum sempat saya menanyakannya. Sikap sederhana, rendah hati, dan semangat berbagi begitu kental pada diri beliau. Bersyukur tak terhingga, saya mendapatkan kesempatan istimewa dari Pemilik Rencana.

Desain strategi Pelatihan Belajar Menulis yang berbeda dari biasanya disambut baik oleh peserta. Sosialisasi tentang alur acara dan pemberian voucher menarik dari narasumber langsung saya sampaikan kepada peserta di gelombang 23 dan 24 sejak malam Jumat. Alhasil, begitu banyak pertanyaan yang masuk ke kolom chat WA saya hingga sore hari. Berhubung pertanyaan banyak yang sama/mirip, saya pun membuat rangkuman pertanyaan dengan mengurutkannya sesuai tingkatannya.

Judul materi “Komitmen Menulis di Blog” yang dibahas sesuai pertanyaan yang masuk oleh pakar yang mumpuni melalui tulisan, gambar dan pesan suara dengan bahasa yang istimewa semakin memotivasi peserta untuk bertanya. Sehingga, selama kegiatan pembahasan berlangsung, pertanyaan pun terus mengalir di kolom chat WA saya.

Pukul 21.11 WIB Pak Dedi menyampaikan pernyataan penutup, dengan pesan agar kita bisa mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, meninggalkan jejak berupa catatan-catatan yang baik yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Semoga!

Sesuai pesan Pak Dedi sebelum memulai acara, saya pun langsung menyampaikan dua penanya terbaik untuk mendapatkan hadiah voucher dari Pak Dedi. Beliau adalah Ibu Zainab, Guru MTs Negeri Sumba Timur, peserta Belajar Menulis Gelombang 24 dan Bapak/Ibu Zunnurin Isnaini, Pasuruan, peserta gelombang 23. Selanjutnya, nomor HP keduanya saya sampaikan kepada Pak Dedi, dan beliau langsung menghubungi keduanya.

Ada hal tak terduga yang terjadi selanjutnya. Belum lama saya meninggalkan laptop, Pak Dedi menelepon saya. Ternyata, nomor HP Ibu Zainab yang saya sampaikan kepada beliau keliru. Hal ini diketahui saat Pak Dedi menghubungi nomor HP tersebut, yang menerimanya bukan peserta terpilih. Aduh! Cerobohnya diri ini. Kesalahan ini membuat Pak Dedi repot saja. Ketika dicek, ternyata nomor HP yang saya comot adalah penanya di bawahnya.

Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan Belajar Menulis PGRI. Tentunya, semuanya memberikan saya pelajaran yang luar biasa sekaligus rasa syukur yang tak terhingga. Pengalaman tanpa berbayar, bertemu orang-orang hebat yang baik dari seluruh Indonesia tanpa rencana. Rencana Allah takada yang bisa diduga. Begitu indahnya.



Pangkalpinang, 5 Februari 2022

Rosminiyati

Tuesday, February 1, 2022

Berbicara Efektif di Dunia Digital

 



Judul                 :    Pelatihan Belajar Berbicara PGRI

Resume ke        :    1

Gelombang       :    5

Tanggal             :    1 Februari 2022

Tema                 :    Berbicara Efektif di Dunia Digital

Narasumber      :    Ajun Pujang Anom

Moderator          :    Sunarmi

 

Kekuatan alam dari pojok hati terdalam terus menggelitik nyali untuk menggali bongkahan-bongkahan ilmu yang bertebaran. Setelah gagal menimbun ilmu berbicara pada episode sebelumnya lantaran kekuatan minim yang tak kuat menyokong padatnya kegiatan, kini mencoba bertarung kembali untuk melanjutkan penggalian. Semoga diberikan kekuatan oleh Yang Maha Kuat.

Mengangkat tema “Berbicara Efektif di Dunia Digital”, pertemuan pertama ini masih saja menggugah selera meskipun pada gelombang sebelumnya saya pernah membuat resume dengan tema yang sama. Tentu saja, pembicara yang berbeda akan menyuguhkan isi materi yang berbeda pula.

Dimoderatori oleh Ibu Sunarmi yang ramah dan selalu memotivasi, semakin memberikan ruang gerak yang semakin sempurna bagi peserta untuk berbicara. Pak Ajun sebagai Narasumber sepertinya tak kalah gesit memancing peserta untuk aktif mengeluarkan suara emasnya. Alhasil, saya yang biasanya sering tidak PD untuk berbicara di depan umum, jadi begitu lancarnya meluncurkan pertanyaan-pertanyaan yang terus bersambung. Efeknya, hadiah yang tak terduga saya terima bersama beberapa peserta lainnya.

Pak Ajun memulai materi dengan meminta peserta untuk mengambil buku, alat tulis, dan sebotol air. Para peserta pun menyediakan itu semua, kecuali saya. Bukannya saya tidak patuh, melainkan karena saya terlambat masuk ruang zoom. Saya mengetahui instruksi saat perlengkapan tersebut sudah tersedia di dekat para peserta. Jika saya baru melakukannya, berarti saya akan kehilangan informasi selanjutnya.

Pertanyaan pun bermunculan terkait instruksi tersebut. Ternyata, itu semua tidak ada hubungannya dengan tema. Hal itu dilakukan untuk sekedar memancing reaksi peserta sekaligus memberikan contoh tentang kepatuhan siswa terhadap gurunya, yang tentu saja seringnya kita jumpai siswa yang menyangkal gurunya.

Pak ajun Ajun memulai materi dengan menanyakan kapan kami terakhir berbicara di depan umum. Otomatis, pertanyaan itu memancing peserta untuk berbicara yang lumayan panjang. Beberapa peserta mulai satu persatu menguraikan ceritanya sesuai dengan pengalaman masing-masing. Saya sendiri, melakukan itu pada bulan Desember tahun lalu, saat bertugas sebagai Narasumber pada “Workshop Literasi Digital dengan Menggunakan Plaform Blog” di sekolah sendiri. Awalnya agak gugup, kemudian biasa saja, dilanjutkan rasa gembira yang luar biasa pada saat audience kita bersemangat mengikuti materi yang kita sajikan. Kuncinya satu, menguasai materi.

Selanjutnya materi disampaikan berdasarkan pertanyaan peserta. Pak Ajun menguraikan jawaban atas pertanyaan peserta secara tuntas. Terkait menumbuhkan rasa percaya diri berbicara di depan umum saat menjadi narasumber, khususnya motivator, sangat erat kaitannya dengan jam terbang alias pengalaman. Menurut Pak Ajun, hal pertama yang harus dipersiapkan agar percaya diri (PD) di depan umum adalah penampilan, khususnya pakaian. Untuk itu, kenakanlah pakaian formal, akan lebih baik jika jas.

Langkah berikutnya adalah berlatih tersenyum sebelum masuk ke ruangan. Sepintas, hal ini terdengar sepele, namun kenyataannya tidak semua orang bisa menampilkan wajah yang manis. Untuk itulah perlunya latihan.

Berikutnya yang perlu diperhatikan adalah gestur. Triknya dengan banyak gerak. Hal ini dilakukan untuk mengacaukan atau membingungkan peserta, karena pada dasarnya manusia itu cuma mempunyai satu fokus saja. Tak kalah menarik, trik selanjutnya adalah dengan membawa buku tebal, dengan asumsi orang yang membawa buku tebal dianggap smart.

Agar materi yang disampaikan padat dan berbobot, kita perlu membaginya menjadi bagian-bagian berikut: definisi, jika penting cukup 30 persen, dilanjutkan dengan narasi/latar belakang, dan isi. Persiapan materi yang bagus harus pula diimbangi dengan penyampaian yang bersemangat dan suara yang jelas. Jika tidak, maka materi tersebut menjadi tidak berguna.

Untuk mengatasi penyampaian materi tidak berulang, perlu dilakukan dokumentasi dengan mencatat dan merekam, dan dibuat peta konsep dengan cara membaca lebih banyak referensi serta mencari sesuatu yang baru agar cakrawala lebih luas. Hal ini juga penting untuk mempersiapkan diri menjawab pertanyaan peserta.

Untuk mengatasi peserta yang tidak fokus terhadap materi yang disajikan, kita harus melakukan trik sesuai dengan usia. Untuk orang dewasa bisa dilakukan dengan intonasi, joke, sentuhan agama, mengutip ucapan tokoh-tokoh.

Tak jarang, seorang pembicara di depan umum mengalami demam panggung (glossophobia). Oleh karena itu, bagi pemula perlu melakukan latihan sebelum naik ke panggung. Semakin banyak kita tampil, akan semakin berkurang demam panggung tersebut.

Selain itu, ada trik yang dapat membantu mengatasi demam panggung, yaitu:

1. Minum air putih (mengatasi kurang oksigen)

2 . Gerakan tubuh, tangan, kepala (menghilangkan stres)

3. Bawa sesuatu yang kecil yang bisa dipegang, seperti pena, dll.  

Terkait presentasi online, hal-hal yang harus diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut: pakaian hendaknya rapi dan sopan; pencahayaan yang baik; dan slide putih polos, karena slide presentasi yang indah-indah teryata tidak terserap oleh otak. Trik agar saat memaparkan materi secara online sukses, kitab isa melakukan hal-hal berikut: perubahan pola pikir; siapkan mental, jangan baper; dan background harus kosong, jangan ada benda-benda yang mengganggu dan suara-suara berisik.

Demikianlah materi yang mampu saya rekam dari paparan yang disajikan oleh Pak Ajun, yang dapat disimpulkan menjadi dua hal, yaitu memperbanyak jam terbang dan membuat dokumentasi tentang pelaksanaan presentasi.

 

Pangkalpinang, 1 Februari 2022

Rosminiyati

 

 


Menulis, Menulis, Menulis!