Saturday, December 25, 2021
Perjalanan yang Tak Pernah Sampai
Thursday, December 23, 2021
Aku Rindu Ibu - Puisi
Aku Rindu Ibu
Ibu,
Engkau selalu ada dalam diriku
Setiap tarikan nafasku adalah nafasmu
Setiap detak jantungku adalah jantungmu
Setiap aliran darahku adalah juga darahmu
Ibu,
Tanpa gawai engkau mengajarkanku tentang dunia
Tanpa aksara engkau mengajarkanku membaca
Tanpa lisan engkau mendidikku berkahlak mulia
Tanpa dana engkau mengajarkanku menjadi kaya.
Ibu,
Sebaris cerita yang engkau kisahkan
Akan terus kusimpan sebagai kenangan
Tentang arti ketegaran tanpa perlawanan
Tentang ketulusan tanpa polesan.
Ibu,
Selama nadiku masih berdenyut
Besar harapanku masih bergelayut
Aku ingin terus hanyut
Dalam belaianmu yang lembut.
Ibu,
Sekalipun engkau telah tiada
Aku masih tetap menjadi anak manja
Aku masih berharap kasihmu yang mulia
Di sisimu tanpa jeda, di surga.
Ibu,
Kini aku melanjutkan warisanmu,
Mengukir jalan dengan keluarga kecilku
Tak seindah lukisan tanganmu
Tapi itulah yang aku mampu.
Aku hanyalah setetas embun pagi
Memberikan sedikit kesejukan kemudian pergi
Tak seperti engkau yang menjadi hujan di siang hari
Mampu membasahi seluruh isi bumi
Ibu,
Aku hanya mampu melantunkan sedikit doa
Yang hanya sampai di rongga dada
Tak seperti doamu yang membahana
Yang mampu menggetarkan isi dunia.
Ibu,
Aku rindu padamu.
Pangkalpinang, 23 Desember 2021
Saturday, December 18, 2021
Penunjukan Ketua Laskar Literasi
Setelah sekian lama terbentuknya Laskar Literasi SMK Negeri 2 Pangkalpinang, saya masih belum menemukan formula yang pas untuk meningkatkan minat menulis di kalangan siswa. Setiap hari Sabtu, saya memberikan tantangan menulis melalui tautan blog agar siswa dapat menulis sesuai dengan tantangan tersebut.
Di awal terbentuknya komunitas ini, lumayan banyak siswa yang menulis di blog. Sayangnya, tulisan tersebut umumnya berupa salin-tempel tlisan yang ada di internet. Oleh karena itu, seanjutnya saya memberikan tantangan menulis berupa hal-hal yang dekat dengaan mereka. Ternyata, hanya sedikit yang mengerjakannya.
Awalnya saya berpikir, hal ini disebabkan
siswa belum paham cara menulis. Untuk membimbing mereka menulis, saya pun
memberikan tautan materi tentang menulis berikut tantangan menulisnya. Namun, hanya sedikit yang membaca dan mengerjakannya.
Berikutnya, saya memberikan tantangan
melalui WA grup saja agar semuanya bisa membacanya secara langsung, tetapi
hasilnya sama saja, hanya beberapa saja yang merespon. Tak kurang usaha, saya juga memberikan tantangan untuk menulis bebas dengan hanya melalui pesan di chat WA. Masih sama, sangat kurang respon.
Kegiatan menulis langsung di WA bersama
guru-guru dengan genre pantun pun sudah dilakukan. Guru-guru lumayan ramai,
namun siswa masih sepi. Terima kasih yang tak terhingga kepada guru-guru yang sudah berpartisipasi. Saya terus berpikir, bahkan berdiskusi dengan guru-guru,
namun belum sempat membahas secara serius. Mudah-mudahan ke depannya akan ada waktu
khusus untuk itu.
Hari ini, dengan aksi coba-coba, saya menunjuk
siswa yang saya perhatikan selalu konsisten menulis sejak bergabung di komunitas Laskar Literasi sebagai ketua. Siswa ini bukan dari kelas yang saya ajarkan,
melainkan dari kelas lain yang bergabungnya saja di saat setengah jalan. Siswa ini bernama Gusti Rinaldy dari kelas 10 DPIB. Siswa ini terlihat unik dan gigih. Semangatnya
untuk menulis luar biasa, dan santun pula. Setiap minggu dia selalu menulis
sesuai tantangan. Bahkan, kegiatan-kegiatan terkait sekolah ditulisnya juga
tanpa diminta.
Hari ini, selain menunjuknya sebagai
ketua, saya juga memintanya untuk memberikan tantangan menulis kepada kawan-kawannya dengan tema dari dia sendiri. Sambutan luar biasa dari siswa
tersebut yang langsung melakukan aksinya. Sebuah tema yang tidak saya
sangka-sangka tertulis manis pada sebuah blog yang tautannya dibagikan di grup
WA. Bahkan, di tengah hari ini, dia sudah membagikan tautan tulisannya sendiri
tentang tema tersebut. Ada sebuah harapan besar dari bakat dan semangat anak
ini. Semoga suatu saat nanti berbuah manis menjadi karya besar dari tangannya
dengan polesan bimbingan ke depannya. Berikut tautannya.
https://gustirinaldy.blogspot.com/2021/12/tantangan-menulis-hari-ini.html
https://gustirinaldy.blogspot.com/2021/12/hp-mengubah-segalanya.html.
Saya juga berharap, ada kesempatan untuk
membahas secara serius tentang keberlangsungan komunitas ini bersama-sama guru-guru
yang peduli. Sayang sekali, kalau api yang mulai dinyalakan harus padam karena
kurang adanya bahan bakar untuk membuatnya menjadi besar. Literasi ini menjadi
harapan agar siswa-siswa menjadi lebih cerdas dalam memanfaatkan media digital sebagai
sarana pembelajaran sekaligus mengembangkan potensi diri yang belum tergali.
Pangkalpinang, 18 Desember 2021
Rosminiyati
Thursday, December 16, 2021
Antikorupsi - Puisi
Antikorupsi
Oleh Rosminiyati
Korupsi sama dengan mencuri
Bukan perbuatan yang terpuji
Bukan pula jalan mencari rezeki
Itulah jalan yang dibenci.
Demi kehidupan yang mewah
Tapi tak mau kerja lelah
Korupsi menjadi solusi termudah
Sekalipun rezekinya tak berkah.
Kehidupan mewah boleh dimilki
Dengan kegigihan usaha dilakoni
Kesederhanaan jauh lebih terpuji
Dengan kepedulian berbagi.
Dengan korupsi hidup tak tenang
Penyakit silih berganti menyerang
Harga diri pun menjadi hilang
Kenikmatan hidup ikut melayang.
Korupsi bisa dihindari
Kuatkan iman di hati
Disiplin dalam mengabdi
Kejujuran terus dipatri.
Ayo galakkan sikap antikorupsi
Jadikan agama sebagai pondasi
Kerja sama untuk mengawasi
Kedisiplinan harus dimilki.
Jadikan antikorupsi budaya bangsa
Sejak dini kepada seluruh jiwa
Korupsi perbuatan yang tercela
Gapailah hidup yang mulia.
Pangkalpinang, 16 Desember 2021
SATUGURU - Solusi Permasalahan Guru
Peran Guru dalam peradaban
Menjadi guru bukanlah pilihan pekerjaan
berdasarkan pertimbangan besarnya imbalan atau penghasilan. Pilihan profesi ini
juga bukan berdasarkan perhitungan untung dan rugi seperti halnya jual beli.
Profesi guru dipilih sesuai dengan hati nurani karena ingin mengabdi untuk
negeri.
Profesi guru bukanlah suatu pekerjaan
yang ringan, karena guru merupakan garda terdepan bagi keberlangsungan
peradaban bangsa. Di tangan guru, wajah masa depan bangsa akan tercipta, karena
guru merupakan model utama bagi murid-murid setelah orang tua. Oleh karena itu,
guru harus memperlengkapi diri dengan seperangkat kompetensi yang dibutuhkan
dalam menjalankan profesi ini.
Kemajuan teknologi informasi yang begitu
pesat menyebabkan peran guru semakin berat. Segala informasi baik dan buruk
tersaji secara terbuka dan menarik dalam berbagai bentuk dengan tanpa batas
waktu dan ruang. Itu semua akan berpengaruh besar terhadap wujud masa depan
bangsa ini. Jika konten baik yang terserap, maka masa depan bangsa akan aman.
Sebaliknya, jika informasi buruk yang dikonsumsi, akan hancurlah
peradaban.
Guru bukanlah manusia sempurna. Guru
hanyalah manusia biasa yang sarat kekurangan. Oleh karena itu, tak heran jika
kelengkapan kompetensi yang harus dimiliki guru – pedagogik, kepribadian,
profesional, dan sosial - tidak terpenuhi dengan sempurna. Namun, Keterbatasan
guru tidak serta merta dipandang sebagai kekurangan atau aib yang memalukan,
melainkan dapat diminimalisir dengan cara yang cerdas, yaitu melalui proses
belajar.
Refleksi Guru Tahun 2021
Saya, seorang guru yang memiliki banyak
sekali kekurangan, khususnya penguasaan keterampilan menulis dan pemanfaatan
aplikasi digital dalam kegiatan pembelajaran. Di sisi lain, saya seorang
pembelajar yang selalu ingin membenahi dan mematutkan diri agar pantas disebut
guru.
Menyadari minimnya kemampuan yang
diperlukan pada pembelajaran abad 21 ini, saya pun bergabung di kelas Pelatihan
Belajar Menulis PGRI pada Juli 2021, dan lulus pada Oktober 2021. Dalam waktu
yang singkat, perubahan secara drastis terjadi pada diri saya.
Capaian sejak bergabung dalam kelas Belajar Menulis PGRI menjadi capaian puncak saya pada tahun 2021. Terhitung sejak Juli 2021, saya telah menulis 3 buku antologi, 1 buku solo, artikel dalam Jurnal Pasuruan Inovasi dan Tendik, meraih juara 2 lomba blog pada peringatan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, menjadi moderator pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 21 dan 22, menjadi moderator dan narasumber pada Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Angkatan Pertama, menjadi narasumber pada kegiatan MGMP kota Pangkalpinang dan pada Workshop Literasi Digital dengan Menggunakan Platform Blog di SMK Negeri 2 Pangkalpinang, dan mendirikan komunitas Laskar Literasi SMK Negeri 2 Pangkalpinang.
| Narasumber pada kegiatan MGMP Kota Pangkalpinang |
| Narasumber pada Workshop Literasi Digital dengan Menggunakan Platform Blog |
| Kegiatan membuat dan mengelola blog dengan pendampingan |
| Bersama Laskar Literasi yang membantu pelaksanaan workshop |
Terbitnya buku solo dan jurnal yang difasilitasi oleh PGRI, telah pula mengantarkan saya kepada pengusulan kenaikan pangkat dari IV a ke IV b yang selama 13 tahun tak pernah digubris nasibnya lantaran syarat tidak lengkap meskipun jumlah nilai sudah jauh terlampaui. Berkat pengusulan tersebut, kawan-kawan guru yang sudah lama di posisi IV a, dan kawan-kawan yang masih muda pun ikut termotivasi.
Alhamdulillah, semangat berbagi tanpa
pamrih, berkolaborasi, saling menghargai, menginspirasi, memotivasi, dan tetap rendah hati di
saat telah sukses yang diajarkan oleh Tim Belajar PGRI, telah berimbas pula
pada diri saya untuk melakukan hal yang sama pada orang-orang di lingkungan
saya. Mengajar pun menjadi lebih percaya diri dan menyenangkan dibandingkan
sebelumnya.
SATUGURU sebagai Solusi
Berdasarkan pengalaman saya dengan
kesulitan dan solusinya, saya dapat menyimpulkan bahwa SATUGURU merupakan
solusi bagi perbaikan dan peningkatan kompetensi guru. Berikut alasan-alasan
yang dapat saya paparkan.
SATUGURU berarti guru adalah
satu-satunya profesi utama yang dimiliki. Sebuah profesi yang dipilih tanpa
tujuan apa pun selain untuk mengabdi pada negeri. Jika demikian, apa pun
kendala yang dihadapi di lapangan, seorang guru akan tetap fokus dan nyaman
menjalani profesi ini. Guru akan dengan ringan melangkahkan kakinya menuju
sekolah maupun ruangan kelas. Guru akan tampil secara prima sebagai pribadi
istimewa dalam perannya sebagai motivator, fasilitator, kreator, dan inspirator
dengan hati yang gembira di hadapan murid-muridnya.
SATUGURU berarti guru harus menyatukan
fisik dan psikisnya saat berhadapan dengan murid-murid di dalam kelas atau di
lingkungan sekolah. Guru hendaklah benar-benar memandang muridnya sebagai sosok
anak yang dia ridukan dan merindukannya. Mendidik dari hati, bukan hanya sekedar
melepaskan kewajiban terkait jam pelajaran. Bukan pula sekedar menyampaikan
materi dan memberikan nilai. Yang lebih penting, adalah bagaimana mempersiapkan
mereka menuju masa depan dengan akhlak mulia.
SATUGURU mengandung makna bahwa
guru-guru harus bersatu, berkolaborasi, bahu membahu dalam proses mencerdaskan
murid-murid. Guru-guru harus mempunyai visi dan misi yang sama dalam menggiring
calon penerus bangsa dalam meraih masa depannya. Dengan kebersamaan, proses
belajar mengajar dan bimbingan di sekolah akan dengan mudah diterapkan, sehinga
tujuan pun akan mudah dicapai.
Suasana kebersamaan juga akan membuat
guru-guru merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan profesinya. Dengan
kebersamaan, yang berat akan terasa ringan. Para guru akan saling menguatkan
dalam segala hal, khususnya terkait kompetensi yang harus dimilikinya. Kelemahan
ditutup dengan kelebihan melalui proses saling mengajarkan, dan kelebihan
menjadi modal untuk berbagi. Akhirnya, meningkatlah kepercayaan diri, dan
mengajar pun menjadi semakin menyenangkan.
SATUGURU diartikan semua
guru di negeri ini harus bersatu. Guru bersatu dalam organisasi profesi, baik di
sekolah maupun di wilayah, bahkan di seluruh Indonesia. Tak diragukan,
organisasi profesi guru adalah organisasi yang benar-benar dibentuk untuk
kepentingan kemajuan pendidikan. Di dalam organisasi ini, berbagai permasalah
tekait kegiatan belajar dan mengajar khususnya, dan pendidikan pada umumnya,
dapat dibahas dan diselesaikan.
Resolusi Tahun 2022
Kekurangan pada waktu yang lalu harus
dibenahi, dan kelebihan perlu dikembangkan dan disebarkan. Itulah yang harus
dilakukan seorang guru yang menyadari esensinya di dunia pendidikan. Kualitas
diri tidak diukur seberapa banyak menghasilkan sesuatu, melainkan seberapa
banyak menebarkan kebaikan dan manfaat bagi banyak orang.
Besar harapan saya, pada tahun 2022 saya
memiliki kemampuan digital yang memadai, dapat menerbitkan buku antologi dan buku solo
di kalangan siswa dan guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang dan MGMP Kota
Pangkalpinang, dan dapat terus berbagi kepada siapa pun dengan ikhlas sesuai kemampuan.
Semoga saya menjadi hamba yang
senantiasa bersyukur terhadap apa yang telah saya dapatkan dengan menjadi orang
yang rendah hati dan terus memperbaiki diri, serta senantiasa berbagi kebaikan.
Semoga Allah memberikan kebaikan kepada guru-guru hebat yang telah mengajarkan
saya banyak hal.
Pangkalpinang, 16 Desember 2021
Rosminiyati, S.Pd.
Guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang
#SATUGURU - Mengajar itu menyenangkan
Wednesday, December 15, 2021
Pantun Refleksi Diri 2021 Menuju Resolusi 2022
Lama tak bersua dengan menantu,
Di hari petang ke rumah mertua,
Selamat tinggal dua puluh satu,
Selamat datang dua puluh dua.
Tangan menggaruk sambil makan bolu,
Duduk di dipan si baju merah,
Tinggalkan hal buruk di masa lalu,
Sambut masa depan yang lebih cerah.
Buruan berlari dari depan mata,
Laras senapan jangan dipancang,
Refleksi diri perlu sekali ditata,
Resolusi ke depan perlu dirancang.
Berseragam biru duduk berjajar,
Duduk berjajar di atas pelaminan,
Seorang guru harus rajin belajar,
Agar mengajar semakin nyaman.
Berbaju biru senyum merekah,
Gerai rambut tanpa dikepang,
Tahun baru mambawa berkah,
Jika disambut dengan hati lapang.
Meniup suling sambil menjual ikan,
Ikan di peti takbisa berenang,
Indahnya saling memaafkan,
Dosa hilang hati pun senang.
Monday, December 13, 2021
Pembelajar “Sejati”
Tuesday, December 7, 2021
Learning English with Music and Song
Workshop : English
for Teachers with PGRI (EFT)
Date : Tuesday,
December 7th, 2021
Resume : 3rd
Topic : Learning
English with Music and Song
Speaker : Urip Hifayat, S. Pd.
Moderator : Poppy
Meka, M. Pd.
"Experience is the best teacher." It is a very popular saying to express how important experience is to us, especially to remind us not to repeat mistakes in the same conditions. Therefore, today's third meeting, I must write my resume as soon as possible eventhough I haven't written the second one. Ha… ha ….
The third meeting was a special one for
me because it was very interesting and inspiring. It's about how to teach
English using music and songs. Here, I think not only an English teacher but
also other subject teachers should teach using songs. Why? Singing songs makes students
happy, so the material presented by the teacher can be easily understood
by students.
In this meeting, Pak Urip did brain
storming by asking if we liked singing, if we had ever sung together with
students in the classroom, how we attracted our students' attention, and how we taught
English with songs.
Then, Pak Urip explained the strategies
of teaching English with songs, gave the examples of children’s songs that he composed by himself, followed by singing them. For me, he is a skilled teacher in
teaching English to elementary students. I can imagine how happy his students were learning English with him.
In planning the use of songs in teaching English in the classroom, Pak Urip conveyed several tips. First, we must think carefully about the purpose of the lesson. It has to do with the parts of the language – vocabulary, structure, grammar, pronunciation, or a specific topic, etc. Next, think about the language level and age of our students. This is important in order to be able to choose songs that are suitable for students.
We should also think about specific cultural issues. In this case, we should consider whether the song is acceptable to the students in relation to their cultural background. Last, but not least, we should know types of media we can use to teach with songs. Maybe we can use MP3, CD, YouTube channel, etc.
There are some advantages of teaching English with songs. First, singing songs brings fun to students in learning English. Second, singing songs can activate students' brains and develop their behavior. The last, songs can also be used to teach parts of language – vocabulary, grammar, etc.
Pak Urip showed the strategy of teaching English without songs by asking some questions related to English grammar. Of course, that was not interesting. Then, participants were asked to sing their own song, and it’s very interesting. So, it's better for a teacher to teach English with song.
In giving songs to students, a teacher can find them from various sources, composed by the teacher himself, or by changing the lyrics of existing Indonesian songs that are familiar to our students into English. Then, it can be created as completing missing words, practicing pronouncing certain expressions, memorizing vocabularies, and some others.
In short, learning English with songs can be used for mastering listening, speaking, reading and writing altogether.
Thank you Pak Urip for the great meeting and material. Hopefully, not only English teachers but also other subject teachers can apply this good experience in teaching their students.
Pangkalpinang, 7 Desember 2021
Rosminiyati
Profil
Rosminiyati, S.Pd. lahir di Pangkalpinang pada 5 April 1970, berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pangkalpinang dari tahun 1994 hingga sekarang.
Sejak mengikuti
Pelatihan Belajar Menulis PGRI yang
diprakarsai Om Jay (Juli - September 2021), kemudahan
dalam menulis sangat dirasakan.
Karya tulis:
- Artikel “Writing is My Passion” pada Majalah Pendidikan, Kreativitas, dan Inovasi EDUPOS No.16 Tahun II, Agustus 2021.
- Buku antologi ber-ISBN “Writing is My Passion – Jilid 1” (Agustus 2021);
- Artikel ber-ISSN “Peningkatan Kemampuan Menulis Surat Bisnis dalam Bahasa Inggris melalui Penerapan Metode Pembelajaran Bervariasi Siswa Kelas XII TKR SMK Negeri 2 Pangkalpinang” dalam Jurnal Pasuruan inovasi Guru dan Tendik (Oktober 2021)
- Buku antologi ber-ISBN "Merdeka Berpantun Cinta Budaya Negeri” (September 2021);
- Buku solo ber-ISBN “Jendela Literasi – Kumpulan Artikel Dunia Menulis dan Menerbitkan Buku” (Oktober 2021).
- Buku antologi ber-ISBN "Mengukir Keabadian dalam Kebersamaan - Kumpulan Pengalaman Belajar Menulis Gelombang 19" (Desember 2021),
- Buku antologi ber-ISBN “Mengukir Keabadian dalam Kebersamaan – Kumpulan Pengalaman Belajar Menulis Gelombang-19.
Buku antologi ber-ISBN “Pesona Telelet – Antologi Puisi Problematika kehidupan dan Solusi” (Januari 2022)
Buku antologi ber-ISBN “Kisah Para pendaki Mimpi” (Februari 2022)
Buku antologi “Romantika Keluarga SMK negeri 2 Pangkalpinang” (Februari 2022).
Buku antologi “Guru Hebat Inspiratif” (Mei 2022)
Buku antologi “Manuskrip Rasa – Bunga Rampai tantangan Kamis Menulis Lagerunal” (Mei 2022)
Buku antologi "Asa dan Cita - Antologi Praktik Mneulis Kleas 12 KRO 2 SMKN 2 Pangkalpinang Tahun 2022" (Mei 2022)
Prestasi dalam Bidang Literasi:
Juara 2 dalam “Lomba Blog Tingkat Nasional dalam Memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda” yang diselenggrakan oleh Guru Blogger Indonesia berkerja sama dengan Ikatan Guru TIK PGRI (Oktober 2021)
Pengalaman dalam Bidang Literasi:
👉Moderator online via WA pada
Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 21 dan 22 (Oktober - Desember 2021);
👉Moderator online via WA pada
Pelatihan Motivator Guru Literasi Digital (GMLD) PGRI Angkatan Pertama (Oktober
- Desember 2021);
👉Narasumber “Literasi Digital dengan Menggunakan
Platform Blog” pada kagiatan MGMP Bahasa Inggris Kota Pangkalpinang (4 Desember
2021);
👉Narasumber
pada "Workshop Literasi Digital
dengan Menggunakan Platform Blog” di SMK negeri 2 Pangkalpinang (6 – 7 Desember
2021);
👉Moderator pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 dan 23 (Januari – Maret 2022 )
Untuk memotivasi dan mengembangkan diri dalam kegiatan menulis dan nge-blog, Penulis bergabung pada komunitas Lagerunal (Cakrawala Guru Blogger Nasional); WIMP PMA; Pantun Bersuka Ria, PMA; Belajar Puisi Telelet; dan Pucuk Diksi.
Moto: Belajar dan berbagi selalu di hati, keberhasilan bukan seberapa banyak karya, melainkan seberapa banyak bisa mengajak orang berkarya.
Penulis dapat dihubungi melalui email rosminiyati@gmail.com, situs blog https://rosminiyatiberbagi.blogspot.com/, dan Facebook https://www.facebook.com/ros.agus.7
-
Sumber gambar: Grup WA komunitas Lagerunal Pentingkah blogwalking bagi seorang bloger? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mem...
-
Aku bukan pecundang Yang tak punya cita-cita dan harapan Aku bukan pecundang Yang menutup diri dari pengetahuan Aku bukan pecund...
-
Pengalaman datang dari mana saja dan kapan saja. Bentuknya pun beraneka pula. Tak terkecuali kisah sebagai moderator online via WA dalam ...