Tabuhan gendang mengiringinya,
Teringat senyuman termanis ibuku,
Yang telah hilang untuk selamanya.
Memotong kuku haruslah tenang,Kukunya retak keluar air mata,Kekuatan hidupku telah berkurang,Doa ibundaku tak lagi menyerta.
Makan ikan bukan sembarang ikan,Makan bersama di atas bangku,Ibundaku tak kan tergantikan,Wanita utama di dalam hidupku.
Menyembelih itik dengan belati,
Belati dipakai haruslah tajam,
Ibuku mendidik sepenuh hati,
Akhlak disemai pengganti kalam.
Pasang tenda untuk pelaminan,
Pelaminan dipasang untuk mempelai,
Nasihat ibunda sebagai pedoman,
Hiduplah dengan tenang dan damai.
Gadis merenda di beranda,Tanpa perlu memintal benang,Meskipun ibunda telah tiada,Kesolehannya kekal dikenang.
Membuka jendela dengan anggun,
Duduk di dipan sambil bercerita,
Ibunda rela melakukan apa pun,
Demi masa depan anak tercinta.
Memasak labu di dalam wajan,
Agar banyak ditambah kuah,
Wasiat ibu haruslah dijalankan,
Agar hidup bertambah berkah.
Menggigit tebu gigi berjajar,Tebu di kebun dipanen bulanan,Pengorbanan ibu tak bisa dibayar,Dengan apa pun yang kita berikan.
Bermain layang-layang di lapangan,
Gunakan galah ulurkan benang,
Hanya doa yang bisa kupanjatkan,
Surga Allah untuk ibu tersayang.
Pangkalpinang 2 Desember 2021
Rosminiyati
No comments:
Post a Comment