Bagimu Negeri
Pencipta: Kusbini
"Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami"
Lirik lagu nasional di atas hanya terdiri dari dari empat baris, namun setiap kali saya mendengar lagu tersebut dinyanyikan, ada yang menghembus permukaan kulit tubuh saya sehingga terasa merinding. Ada juga yang menusuk ke relung dada saya, dalam menghunjam. Yang tak kalah dahsyatnya, bulir-bulir bening keluar dari netra saya tanpa bisa ditahan. Semua itu tak dapat dikendalikan atau dihentikan untuk waktu yang cukup lama.
Dulu, saya mengira bahwa perasaan yang saya alami seperti paparan di atas adalah momen sesaat. Mungkin karena suasananya yang spesial seperti saat wisuda atau upacara khidmat lainnya. Namun, ternyata tidak! Kapan pun lagu itu dinyanyikan, perasaan yang sama masih tetap saya alami, termasuk saat saya mengetik tulisan ini.
Saya tidak mengerti, ada kekuatan apa di dalam lagu ini. Yang jelas, saya seperti terbawa ke alam yang luar biasa hampa. Sebuah ruang kosong tanpa penghuni, yang meminta siapa pun yang masuk ke dalamnya untuk memberikan sesuatu yang dimiliki. Sebuah lampu yang menerangi, sebuah lukisan untuk menghiasi, atau sebuah ukiran sebagai prasasti. Apa pun itu, ada jejak bahwa kita pernah ada di ruang ini.
Jika saya yang mendengar lagu ini saja sebegitu bergetarnya, bisa saya bayangkan bagaimana dengan sang penulis liriknya. Kini saya semakin mengerti kata-kata para guru literasi saya yang mengatakan bahwa tulisan yang ditulis dari hati akan sampai pula ke hati pembacanya.
Setelah lagu ini selesai dinyanyikan, masih dengan perasaan yang berkecamuk, saya pun berujar di dalam hati, "Maafkan diriku negeriku tercinta. Belum ada hal berarti yang kupersembahkan padamu yang telah memberikan surga untukku."
Pangkalpinang, 2 Desember 2021
Rosminiyati
Luar biasa Bu Ros..
ReplyDeleteKarena dalam jiwa Bu Ros sudah tertanam dalam, kecintaan dan bakti kepada negeri..
Merinding, bergetar dan entah perasaan apa lgi yg bergejolak dalam dada Kak Ros... Btp kecilnya diri ini blm bisa berikn yang terbaik u negeri tercinta.
ReplyDeleteSeperti sebuah ikrar pengabdian. Yang menuntut tanggung jawab dan pembuktian.
ReplyDeleteKata orang, dimana kata-kata gagal, maka lagu/ musiklah yang berbicara.
ReplyDeleteSeperti lagu ini, memukul telak sanubari kita
semangat saya bacanya...
ReplyDelete🦾
ReplyDeleteSangat meresapi tiap syair liriknya sampai bergetar dan merinding mendengarkan lagu ituya Bu?
ReplyDeleteMembakar, membara, ketika menyanyikan lagu ini...
ReplyDeleteTerimakasih sudah mengulas lagu ini
Mantap bu Ros. Aku hadir untuk Negeri. Jiwa dan rags pasti kubpersembahkan untuk negeriku juga.
ReplyDeleteLiriknya sangat menggetarkan jiwa....gambaran perjuangan merebut kemerdekaan
ReplyDeleteAku mengalami hal yang sama ketika mendengar lagu itu, trenyuh, bergetar dan meneteskan air mata.
ReplyDeleteAku pun sama, sangat bergetar mendengarnya
ReplyDelete