Setelah sekian lama terbentuknya Laskar Literasi SMK Negeri 2 Pangkalpinang, saya masih belum menemukan formula yang pas untuk meningkatkan minat menulis di kalangan siswa. Setiap hari Sabtu, saya memberikan tantangan menulis melalui tautan blog agar siswa dapat menulis sesuai dengan tantangan tersebut.
Di awal terbentuknya komunitas ini, lumayan banyak siswa yang menulis di blog. Sayangnya, tulisan tersebut umumnya berupa salin-tempel tlisan yang ada di internet. Oleh karena itu, seanjutnya saya memberikan tantangan menulis berupa hal-hal yang dekat dengaan mereka. Ternyata, hanya sedikit yang mengerjakannya.
Awalnya saya berpikir, hal ini disebabkan
siswa belum paham cara menulis. Untuk membimbing mereka menulis, saya pun
memberikan tautan materi tentang menulis berikut tantangan menulisnya. Namun, hanya sedikit yang membaca dan mengerjakannya.
Berikutnya, saya memberikan tantangan
melalui WA grup saja agar semuanya bisa membacanya secara langsung, tetapi
hasilnya sama saja, hanya beberapa saja yang merespon. Tak kurang usaha, saya juga memberikan tantangan untuk menulis bebas dengan hanya melalui pesan di chat WA. Masih sama, sangat kurang respon.
Kegiatan menulis langsung di WA bersama
guru-guru dengan genre pantun pun sudah dilakukan. Guru-guru lumayan ramai,
namun siswa masih sepi. Terima kasih yang tak terhingga kepada guru-guru yang sudah berpartisipasi. Saya terus berpikir, bahkan berdiskusi dengan guru-guru,
namun belum sempat membahas secara serius. Mudah-mudahan ke depannya akan ada waktu
khusus untuk itu.
Hari ini, dengan aksi coba-coba, saya menunjuk
siswa yang saya perhatikan selalu konsisten menulis sejak bergabung di komunitas Laskar Literasi sebagai ketua. Siswa ini bukan dari kelas yang saya ajarkan,
melainkan dari kelas lain yang bergabungnya saja di saat setengah jalan. Siswa ini bernama Gusti Rinaldy dari kelas 10 DPIB. Siswa ini terlihat unik dan gigih. Semangatnya
untuk menulis luar biasa, dan santun pula. Setiap minggu dia selalu menulis
sesuai tantangan. Bahkan, kegiatan-kegiatan terkait sekolah ditulisnya juga
tanpa diminta.
Hari ini, selain menunjuknya sebagai
ketua, saya juga memintanya untuk memberikan tantangan menulis kepada kawan-kawannya dengan tema dari dia sendiri. Sambutan luar biasa dari siswa
tersebut yang langsung melakukan aksinya. Sebuah tema yang tidak saya
sangka-sangka tertulis manis pada sebuah blog yang tautannya dibagikan di grup
WA. Bahkan, di tengah hari ini, dia sudah membagikan tautan tulisannya sendiri
tentang tema tersebut. Ada sebuah harapan besar dari bakat dan semangat anak
ini. Semoga suatu saat nanti berbuah manis menjadi karya besar dari tangannya
dengan polesan bimbingan ke depannya. Berikut tautannya.
https://gustirinaldy.blogspot.com/2021/12/tantangan-menulis-hari-ini.html
https://gustirinaldy.blogspot.com/2021/12/hp-mengubah-segalanya.html.
Saya juga berharap, ada kesempatan untuk
membahas secara serius tentang keberlangsungan komunitas ini bersama-sama guru-guru
yang peduli. Sayang sekali, kalau api yang mulai dinyalakan harus padam karena
kurang adanya bahan bakar untuk membuatnya menjadi besar. Literasi ini menjadi
harapan agar siswa-siswa menjadi lebih cerdas dalam memanfaatkan media digital sebagai
sarana pembelajaran sekaligus mengembangkan potensi diri yang belum tergali.
Pangkalpinang, 18 Desember 2021
Rosminiyati
Sahabat laskar literasi SMKN 2 Pangkalpinang, semangat menjalani hari.
ReplyDelete