Wednesday, September 8, 2021

Bawang Oh Bawang

 


Ibu Irma memanggil Rini yang sedang duduk di depan meja belajar yang tak jauh dari tempat ibunya sedang memasak.  Rini masih asyik dengan gawainya, membaca cerpen di sebuah blog temannya. Kali ini, Rini menolak membantu ibunya karena dia tahu bahwa panggilan itu untuk mengupas bawang merah yang selalu membuat matanya berair laiknya orang yang sedang menangis. Itu pula yang menyebabkan ibunya menghindari pekerjaan mengupas bawang. 

Tidak biasa memaksa anaknya, akhirnya Ibu Irma mengupas bawang merah sendiri karena takmau terlambat menghidangkan makan malam buat keluarga kecilnya. Air matanya bercucuran sampai membasahi baju dan celemek yang dipakainya.  Setelah bawang merah terkupas semua, dengan sigap Bu Irma memasukkannya ke dalam blender bersama bumbu-bumbu lainnya yang sudah sejak tadi disiapkan. Suara blender pun terdengar sampai ke telinga Rini, putri tercinta semata wayang.

Suara blender yang meramaikan suasana hening di rumah itu menandakan situasi sudah aman bagi Rini. Dia pun bergegas mendekati ibunya dan meminta maaf karena merasa bersalah. Ia beralasan bahwa temannya akan datang sehingga tidak bisa menggantikan ibunya mengupas bawang seperti biasanya. Ibu Irma menganggukkan kepala tanpa mengeluarkan kata sepatah pun sambil menyeka air matanya yang belum juga surut sejak mengupas bawang tadi.

 

Pangkalpinang. 8 September 2021

Rosminiyati

18 comments:

  1. Nangis bukan karena sedih ya tpi karena bawang hi hi hi

    ReplyDelete
  2. Twistnya sudah bagus Bu . Ditunggu Pentigraf berikutnya

    ReplyDelete
  3. Mantappp buk, kereeeen

    ReplyDelete
  4. Wow cerita yang sangat menyenangkan ,dan terdapat kelucuan pada cerita ,saya sangat senang membacanya.
    Ditunggu cerita berikutnya

    ReplyDelete
  5. Farhat fatahilah

    Cerita nya sangat bagus

    ReplyDelete
  6. Terus semangat buk, ditunggu blog berikutnya

    ReplyDelete
  7. Miramza Muhammad TakwaSeptember 9, 2021 at 7:49 AM

    Crita nya menarik

    ReplyDelete
  8. Cerita sangat menarik...

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!