GURU DAN PERADABAN
Oleh: Rosminiyati
Guru sebagai pelukis peradaban
Penentu wajah
pendidikan di masa depan
Salah langkah berarti
kehancuran.
Dulu, dengan kapur
guru menulis
Mengeja aksara bak
seorang pelukis
Murid hanya diam duduk
manis
Tak boleh ada yang
ceriwis.
Pengajaran mulai ada
kemajuan
Spidol dipakai untuk
menulis di papan
Mengejar materi agar tetap
tersampaikan
Keberhasilan diukur dengan
nilai ulangan
Terkadang murid-murid pun keteteran.
Guru berjuang sampai kelelahan
Jurus jitu
dikeluarkan tanpa keengganan
Guru berperan sebagai seorang informan
Ruang kelas seakan
panggung hiburan
Murid-murid asyik menikmati tontonan
Tak jarang menghadirkan kebosanan.
Seiring waktu yang telah
berganti
Perbaikan demi perbaikan
digeluti
Tak ada lagi ilmu
yang dinanti
Kini guru sebagai
teman sejati
Belajar dari hati ke
hati.
Guru sebagai
motivator
Bukan sebagai
pendonor
Guru sebagai
fasilitator
Bukan sebagai
eksekutor
Sesama murid menjadi
tutor.
Belajar dari internet
sangatlah tepat
Semua ilmu bisa
diakses secara cepat
Hanya perlu ilmu
tentang internet sehat
Agar tak terjebak
dalam kehidupan sesat.
Peran guru tak akan
pernah tergantikan
Sekalipun dunia
mengalami perubahan
Pendidikan karakter
tetap terdepan.
Pangkalpinang, 18
November 2021
Wiiih, kereen banget puisinya. Mantuuul...
ReplyDeleteBetul guru harus terbuka menerima perubahan dan menyesuaikan diri dg zaman digital ini..
Luar biasa... Puisinya, Emak belum bisa menulis puisi. Harus banyak belajar dari Bunda Rosmiyati
ReplyDeleteBerbagai perubahan zaman terjadi, guru tetap diperlukan partisipasinya dari hati.
ReplyDeletePendidikan karakter tetap terdepan.
ReplyDeleteSehat selalu Bu Ros
Luar biasa....ibu penulis,lanjutkan...SEMANGAT..
ReplyDeleteCakep....
ReplyDeleteKeren puisi teleletnya. Aku kepingin bisa bikin, tapi belum bisa . Berasa susah menemukan kata dan kalimat yang pas
ReplyDelete