Friday, November 19, 2021

GAGAL SENAM PAGI


 

Pagi yang sejuk. Titik-titik kecil air turun perlahan membasahi bumi Pangkalpinang. Sepertinya, hanya sisa tumpahan semalam. Udara tak terlalu dingin, karena sang mentari tetap tak enggan memancarkan cahayanya yang cukup terang.

Cuaca Jumat yang cukup bersahabat membersamai semangat saya untuk berangkat kerja, ke sekolah tercinta. Seragam olahraga telah membungkus tubuh mungil saya sejak pukul 06.00 WIB. Selembar jaket kesayangan ikut pula membalutinya demi melindungi diri dari hembusan angin di jalanan dan sentuhan gerimis kecil. Di saat sepeda motor saya berhenti di parkiran, titik air kecil juga ikut berhenti pula.

Seperti biasa, pukul 07.00 kami harus berkumpul di lapangan olahraga untuk melaksanakan senam pagi dan senam “Bedincak” (senam orang Bangka) bersama. Sudah ada Plt. kepala sekolah dan beberapa wakli kepala sekolah juga di halaman dekat lapangan olah raga. Saya dan beberapa kawan ikut berhenti pula di dekat mereka. Berbincang sebentar, hingga sampailah pada suatu kesepakatan bahwa senam batal dilakukan lantaran lapangan olahraga yang berlantaikan semen tergenang air.

Ada sedikit rasa kecewa. Saya sangat bersemangat untuk melaksanakan senam demi menggerakkan otot-otot yang terasa pegal dalam seminggu ini. Mungkin ini sebagai akibat tidak ada gerakan fisik yang cukup berarti yang saya lakukan selain berjalan kaki dan menaiki tangga menuju ruangan kelas. Sementara, di rumah saya hanya menyapu sedikit ruangan. Masak pun tidak. Maklum, “sebatang kara” - para lelaki penghuni rumah lainnya pergi ke luar daerah.

Dari pada balik lagi ke ruang guru tanpa ada jejak, tiba-tiba saya terpikir untuk berfoto ria. Hal yang jarang saya lakukan di tempat ramai, bahkan merasa geli di saat melihat orang lain melakukannya. Lumayanlah, buat kenang-kenangan tentang batalnya senam pagi di sekolah saya.



 

Pangkalpinang, 19 November 2021

Rosminiyati

2 comments:

Menulis, Menulis, Menulis!