Cuaca Jumat yang cukup bersahabat
membersamai semangat saya untuk berangkat kerja, ke sekolah tercinta. Seragam
olahraga telah membungkus tubuh mungil saya sejak pukul 06.00 WIB. Selembar
jaket kesayangan ikut pula membalutinya demi melindungi diri dari hembusan
angin di jalanan dan sentuhan gerimis kecil. Di saat sepeda motor saya berhenti
di parkiran, titik air kecil juga ikut berhenti pula.
Seperti biasa, pukul 07.00 kami harus
berkumpul di lapangan olahraga untuk melaksanakan senam pagi dan senam “Bedincak”
(senam orang Bangka) bersama. Sudah ada Plt. kepala sekolah dan beberapa wakli
kepala sekolah juga di halaman dekat lapangan olah raga. Saya dan beberapa kawan
ikut berhenti pula di dekat mereka. Berbincang sebentar, hingga sampailah pada
suatu kesepakatan bahwa senam batal dilakukan lantaran lapangan olahraga yang
berlantaikan semen tergenang air.
Ada sedikit rasa kecewa. Saya
sangat bersemangat untuk melaksanakan senam demi menggerakkan otot-otot yang terasa
pegal dalam seminggu ini. Mungkin ini sebagai akibat tidak ada gerakan fisik
yang cukup berarti yang saya lakukan selain berjalan kaki dan menaiki tangga menuju
ruangan kelas. Sementara, di rumah saya hanya menyapu sedikit ruangan. Masak pun
tidak. Maklum, “sebatang kara” - para lelaki penghuni rumah lainnya pergi ke
luar daerah.
Dari pada balik lagi ke ruang
guru tanpa ada jejak, tiba-tiba saya terpikir untuk berfoto ria. Hal yang jarang
saya lakukan di tempat ramai, bahkan merasa geli di saat melihat orang lain
melakukannya. Lumayanlah, buat kenang-kenangan tentang batalnya senam pagi di
sekolah saya.
Pangkalpinang, 19 November 2021
Rosminiyati
👏👏
ReplyDeleteBahagia nya..., Cakep bu
ReplyDelete