LUKISAN RINDUKU
Hampir setiap waktu
diri merenung terpaku
Terkadang pula pikiran
ini seperti membeku.
Terbayang aku pada indahnya tatapan mata
Riuhya kelas
pada saat mereka diminta bercerita
Apalagi ketika berselisih
paham sampai bersengketa
Rindu tak
tertahan membuat aku sangat menderita.
Senin, Selasa,
Rabu, Kamis, Jumat pasti terlewatkan
Pada Sabtu dan
Minggu tak pernah dipertemukan
Rindu telah menggunung
ingin segera berpelukan
Harapan yang
digenggam semakin berantakan
Jiwa yang rapuh
kini terasa kian acak-acakan.
Rindu yang
terpendam tak kuat ditahan
Gulana kini
bersandingkan kelelahan
Jiwa berpacu
melawan kegundahan
Harapan tersisa
hanyalah serpihan
Tidur
bertemankan kegelisahan
Pertemuan
menjadi kebutuhan.
Tatap muka tak
lagi dinanti
Kegiatan belajar
sudah berganti
Melalui daring
yang sudah disepakati
Harus dikerjakan
dengan sepenuh hati
Sebagai bukti
murid yang selalu berbakti.
Materi yang
didapatkan terus digeluti
Rangkuman dibuat
dengan teliti
Tugas dikerjakan
sudah pasti
Tenggat waktu
tak dilewati.
Itu semua cukup
mengobati
Rasa rindu yang
bagaikan cemeti
Terukir indah
bagaikan sebuah prasasti.
Pangkalpinang, 5
Agustus 2021
No comments:
Post a Comment