Pantai Pasir Padi
Pantai pasir Padi
Selalu
menyenangkan hati
Jika pernah
mengunjungi
Selalu ingin kembali
Sekitar 10 kilometer
dari pusat kota jaraknya
Dari titik
nol Pangkalpinang menghitungnya
Sangatlah
mudah untuk pergi ke sana
Memilih satu
dari dua jalur utama
Melalui
pelabuhan Ketapang jalan pertama
Melewati Semabung
Lama alternatif kedua
Tak harus
dengan mobil kendaraannya
Lebih asyik bersepeda
bersama-sama
Pohon cemara
laut berjajar di garis pantai
Daun nyiur melambai-lambai
dengan gemulai
Bebatuan kokoh
tak roboh dihajar badai
Tempat yang
asyik untuk bersantai
Banyak kapal
yang lewat lalu lalang
Deburan ombak
ringan beradu menerjang
Kepiting menari
tunjukkan indahnya cangkang
Anak-anak tak
pernah takut untuk berenang
Bermain di sepanjang pantai tak membuat risih
Bergelut
mesra dengan air laut yang berbuih
Menguburkan
diri dalam timbunan pasir yang bersih
Membangun
istana pasir dengan desain canggih
Pasir Padi
pantai yang menjanjikan kenangan
Menu khas
pantai memanjakan wisatawan
Menikmati
kelapa muda dengan pasangan
Di bawah
rindangnya dedaunan
Pasir Padi sudah
sangat terkenal
Sensasi makan
di restoran berbentuk kapal
Menyajikan berbagai menu makanan tradisional
Lempah kuning, lempah darat, rusip dan sambal
Mari kawan
kunjungi pantai Pasir Padi
Menikmati pemandangan yang indah nan asri
Keindahan alam
hendaklah dinikmati
Tanda
bersyukur atas anugerah Ilahi
Pangkalpinang,
19 Agustus 2021
Rosminiyati




Insyallah sy main kesana bu,
ReplyDeleteSiap menanti.
DeleteMantap Telelet nya bun😍
ReplyDeleteTidak telelet nih, Bu. Cuma ee.. saja. 😊
DeleteWah indahnya puisi seindah pantainya. Mau ke sana banget. Love beaches.
ReplyDeleteSemoga mbak Korona segera berlalu ya Bu, biar kita bisa berwisata nyata.
DeletePuisinya sangat bagus rima dan musikalisasi katanya good. Pesan tetap tersampaikan dengan baik dan sempurna
ReplyDeleteTerima kasih, Pak.
DeleteSukaaa, keindahan pantainya tersampaikan oleh puisinya
ReplyDeleteTerima kasih.
DeleteKeren teleletnya
ReplyDeleteBelajar menulis puisi.
DeleteSenang membaca telelet, namun belum bisa membuatnya..
ReplyDeletePantainya sungguh menggoda
Keindahan yang terpancar dari puisi ini. Keren Bu..
ReplyDeleteLuar biasa panorama pantai nan indah maha besar Allah dengan segala firmanya
ReplyDeleteBetul, mensyukuri nikmat dari Allah dengan cara berwisata, selain itu tentu saja merawat kelestariannya agar bisa nanti dinikmati anak dan cucu di masa yang akan datang.
ReplyDeletehanya membacanya saja sudah larut dengan nikmat keindahan pantai pasir padi... sore ini harus kesana dulu...."Menikmati kelapa muda dengan pasangan di bawah rindangnya dedaunan"
ReplyDelete