Monday, August 9, 2021

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    13

Gelombang     :    19

Tanggal           :    9 Agustus 2021

Tema              :    Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber    :    Sudomo, S.Pt.


Fiksi, Menurut KBBI V adalah cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya). Artinya, cerita fiksi merupakan hasil khayalan penulisnya, bukan cerita nyata. Jika demikian, setiap orang berpotensi menjadi penulis cerita fiksi karena setiap orang pastilah mempunyai khayalan.

Cerita fiksi memang enak untuk dinikmati. Apalagi jika penulisnya dapat menyajikannya dengan sangat menarik. Pembaca seakan terbawa kepada suatu alam yang seakan-akan nyata. Melalui fiksi kita juga banyak mendapatkan hikmah dari ceritanya. Terkadang pelajaran hidup yang tidak langsung kita temui di dunia nyata, dapat kita peroleh dari cerita fiksi yang dibaca.

Ketika membaca cerita fiksi, biasanya berupa cerpen atau novel, ingin sekali rasanya menjadi penulis cerpen atau novel. Ingin rasanya membagikan khayalan saya kepada para pembaca. Sayangnya, saya tidak mengerti caranya. Keinginan itu pun sirna.

Membaca tema belajar malam ini “Kiat Menulis Cerita Fiksi” sepertinya menjawab keinginan saya yang sudah lama terpendam. Mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar, semoga narasumber Bapak Sudomo, S.Pt. dengan didampingi Ibu Aam Nurhasanah sebagai moderator andal dapat mengantarkan saya menjadi penulis cerita fiksi yang sudah lama dirindukan. 

Om Jay, guru blogger Indonesia, pemrakarsa kegiatan belajar menulis langsung menyapa dengan ucapan salam. Senang rasanya bertemu Om Jay kembali yang selalu menyertai sapaannya dengan guru hebat kepada para peserta sebagai pengantar kuliah online ini.


Tidak seperti biasa, Bu Aam, sang moderator agak lama munculnya setelah dipersilahkan Om Jay untuk memimpin jalannya kuliah malam ini. Padahal, pada pukul 18.54 sempat membagikan flyer sebagai aba-aba kuliah segera dimulai. Ada apa ya? Selang beberapa lama, Bu Aam membagikan link blog hasil karya narasumber. Saya pun mulai membukanya. Ternyata sebuah resume kegiatan belajar gelombang 16 yang dikemas dalam bentuk cerpen yang menarik. Luar biasa. Berbeda dari yang biasa saya baca. Bahasa yang sederhana tapi sarat akan pesan yang penuh makna. Segera jari-jari mungil ini menekan tombol keyboard mengukir kata sebagai respon di bagian bawah cerpen. Sayangnya, alamat blog saya dianggap tidak benar kali ini. Komentar saya tak bisa direkam. Entah mengapa. Padahal alamat itulah yang setiap saat saya gunakan untuk mengomentari hasil karya tulisan kawan-kawan. 

Pak Sudomo, S.Pt. dengan nama pena Momo DM, lahir di Sukoharjo, 27 Maret 1975. Beliau seorang guru SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat, pecinta formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkain kata. Lulusan S1 Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Beliau telah menerbitkan kumpulan flash fiction 123 kata tentang ibu dan perempuan berjudul CERMIN melalui jalur self-publishing di Nulisbuku.com tahun 2011; kurang lebih 30 judul dalam buku antologi melalui jalur self-publishing di Nulisbuku.com tahun 2011 – 2014; dan banyak lagi karya lainnya hingga tahun 2021 ini. Menjadi juara lomba berbagai event menulis pun banyak yang telah diraihnya.

Pak Sudomo merupakan alumnus Belajar Menulis bersama Om Jay gelombang 16. Sebelumnya beliau menjadi narasumber di gelomabang 18. Malam ini akan memberasmai peserta belajar menulis gelomabng 19 dan 20. Luar biasa.

Materi malam ini disajikan Pak Sudomo dimulai dengan profil beliau. Saya pun mulai membuka dan mempelajarinya. Judul materi yang disajikan "Menulis untuk Belajar". Beliau memaparkan tentang pengalaman menulisnya berupa lomba menulis, proyek menulis, menulis di blog, kelas menulis, komunitas menulis, dan menerbitkan buku.

Adapun lomba-lomba yang pernah diikuti: menulis puisi tahun 2007, menulis desain pembelajaran 2010, menulis novel sebulan tahun 2014, menulis cerita anak tahun 2015, menulis teks literasi tahun 2016, menulis teks literasi tahun 2019, menulis cerita rakyat Sasak tahun 2012-2020, dan menulis di blog PGRI tahun 2021.

Proyek menulis pun banyak yang sudah digarap oleh beliau, antara lain: 15 Hari Ngeblog FF, 13 Hari Ngeblog FF, Kisah 1001 Mantan, Legenda Oh Legenda, Kado untuk NTB.
Menulis di blog dimulai than 2009 melalui blog gratis di ww.bianglalakata.wordpress.com, web berbayar www.eigendomo.com, dan Microblogging di Twitter@momo_DM. Wah… begitu banyaknya halaman yang dapat diisi belaiu dengan tulisan. Dengan menulis di blog ini, beliau menjadi blogger influer.

Tak hanya menulis di blog. Beliau pun terus mengasah kepiawaiannya menulis dengan mengikuit bebagai kelas menulis, yaitu: Kelas Menulis PGRI, Kelas Telegram Penaguru, Kelas Mnenrtbitkan Buku Bet-ISBN, Kelas Menulis Komunitas Penerbit, dan Kelas Menulus Komunitas Sekolah.

Untuk menambah jaringan dan kolaborasi dalam menulis, beliau bergabung dalam komunitas menulis: Cakrawala Blogger Guru Nasional, Lombok Blogger, Komunitas Praktisi Sekolah, dan BIZP Mataram.

Buku-buku yang telah berhasil diterbitkan yang membawa manfaat sebagai bukti fisik pengembangan profesinya, antara lain: Cermin tahun, 2011; The Coffee Shop Chronicles, tahun 2021; Dong Ayok ke Lombok, tahun 2013, Dear mama, tahun 2014, Di Penghujung Pelukan, tahun 2017, Pahlawan Antikorupsi, tahun 2018, Pahlawan Literasi, tahun 2021, Bagimu (Anak) Negeri, tahun 2021.

Perjalanan panjang yang mengantarkan beliau semakin menekuni penulisan karya fiksi adalah pada saat mengikuti kelas menulis Om Jay gelombang 16. Beliau menyajikan resumenya dengan cara berbeda, yaitu dalam bentuk fiksi. Ternyata seru, begitu yang beliau rasakan. Tulisan-tulisan resume yang dikemas dalam bentuk fiksi itu pun dibukukan dan diterbitkan. Syarat kelulusan terpenuhi. Jadilah beliau alumnus belajar menulis gelombang 16.

Kini masuklah materi tentang penulisan karya fiksi. Paparan materi mencakup: mengapa kita menulis fiksi, syarat menulis fiksi, bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, dan pedoman penulisan fiksi.

Alasan utama menulis fiksi adalah karena salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Teks Literasi Fiksi. Dengan dasar itu, guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar kita dapat menyediakan soal latihan bagi murid-murid kita.

Alasan harus menulis cerita fiksi













Alasan kedua, menulis fiksi dapat dijadikan bahan pengembangan keprofesian guru. Kumpulan cerita fiksi dapat dibukukan yang diperhitungkan angka kreditnya untuk kenaikan pangkat. Kumpulan cerpen tergolong karya seni sedrehana, sedangkan novel masuk kategori karya seni kompleks.

Adapun syarat menulis fiksi adalah komitmen, riset, banyak membaca karya fiksi, merujuk pada KBBi dan PUBI, memahami dasar menulis fiksi, dan konsisten menulis fiksi.

Syarat bisa menulis cerita fiksi













Bentuk-bentuk cerita fiksi itu sendiri meliputi flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel. Perbedaan bentuk-bentuk karya fiksi tersebut terletak pada kompleksitas konflik cerita, batasan kata dan batasan paragraf.

Bentuk-bentuk cerita fiksi













Unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang. Tentunya hal itu sudah biasa kita dengar. Yang perlu dibahas di sini adalah premis. Premis merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan, tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi.

Unsur pembentuk cerita fiksi














Ilustrasi tentang premis, sebagai berikut: “Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.”
karakter: anak
tujuan tokoh: kedamaian bumi
rintangan: melawan penyihir jahat
resolusi: belajar sihir
Tentunya contoh ini dapat memudahkan kita dalam memahami istilah premis.

Berikut ini adalah kiat menulis fiksi yang perlu dipedomani jika benar-benar berniat untuk menulis cerita fiksi: (1) niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan; (2) banyak membaca karya orang lain sebagai bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi; (3) ide dan genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai; (4) membuat outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi.
 
Setelah memahami hal-hal terkait penulisan karya fiksi, mulailah untuk menulis. Mulailah dengan membuka cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan akhiri cerita dengan ending baik, yaitu dengan menjawab konflik cerita; boleh juga dengan cara menggantung (plot twist).
 
Apabila cerita fiksi sudah selesai ditulis, lakukan swasunting terkait penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita, dengan berpedoman pada KBBI adan PUEBI.

Paparan Pak Sudomo tentang menulis cerita fiksi terkait alasan kita menulis fiksi, syarat menulis fiksi, bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, dan pedoman penulisan fiksi semakin membuka wawasan kita untuk menulis berbagai genre tulisan. Kisah nyata pun dapat difiksikan. Jika dikemas dengan baik akan memberikan manfaat yang luar biasa. 

Terima kasih Pak Sudomo, Bu Aam, dan Om Jay atas kebersamaan malam ini. Semoga setelah ini, menulis cerita fiksi yang sudah lama saya idam-idamkan dapat segera direalisasikan. 


Pangkapinang, 9 Agustus 2021
Rosminiyati
Guru pembelajar






16 comments:

  1. Lengkap dan memotivasi Bu
    Luar Biasa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Saling mnguatkan dan memotivasi menjadikan saya nyaman di sini.

      Delete
  2. Keren, saya suka membaca tulisannya, siapa ada rejeki hadiah lagi he...he..

    ReplyDelete
  3. Congratulations ya Bun, dah dapat berapa buku nih😊. Ibu selalu the first 👍👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Cepat mengumpulkan agar bisa menyelesaikan pekerjaan lainnya.

      Delete
  4. Kecepatanmu kau ikuti kerapian dan kepiawaian menyusun paragraf menjadi satu kesatuan informasi yang utuh...semangat..sukses selalu

    ReplyDelete
  5. Bahasanya bagus sekali. Kalimatnya runtut. Mudah dipahami.

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!