Saturday, January 29, 2022

Opening Ceremony Belajar Bicara PGRI Gelombang 5


  
Berbicara di depan umum bagi sebagian orang adalah hal yang mudah, namun bagi sebagian lainnya merupakan hal yang sangat sulit, tidak terkecuali bagi guru yang sudah terbiasa berbicara di depan siswanya. Untuk itu, guru pun perlu belajar berbicara, agar kemampuan berbicara di depan siswa, apalagi di depan forum resmi lainnya menjadi lebih baik.

Hari ini, Sabtu, 29 Januari 2022, pukul 13.00 WIB, Pelatihan Belajar Bicara PGRI kembali dibuka dengan nama Belajar Bicara Gelombang 5. Artinya, sudah ada 4 gelombang sebelumnya, yang tentu saja sudah menghasilkan guru-guru yang terampil dalam berbicara. Bukti dari produk belajar bicara ini adalah mereka yang telah menjadi moderator dan bahkan narasumber pada pelatihan belajar bicara pada periode yang sedang berlangsung.

Acara Opening Ceremony ini dipandu oleh Ibu Sunarmi Juweni dari Samarinda dan Ibu Daru Ayu Putri sebagai moderator, dan Ibu Leni Friska sebagai koordinator. Mereka adalah lulusan belajar berbicara gelombang terdahulu. Tak diragukan lagi kepiawaian ketiganya dalam kegiatan yang luar biasa ini.

Hadir pada acara pembukaan ini Om Jay sebagai pemrakarsa kegiatan ini, memberikan sambutan dan menyemangati peserta, sekaligus meminta untuk mengajak kawan-kawan lainnya agar semakin banyak guru yang cakap berbicara di depan umum.

Peserta pada acara Opening Ceremony

Peserta pada acara Opening Ceremony

Sebelumnya, saya telah bergabung pada pelatihan Belajar Bicara Gelombang 4. Namun, karena lemahnya motivasi yang terus digerus oleh banyaknya kegiatan lainnya, saya belum berhasil menyelesaikan kelas belajar ini. Oleh karena itu, saya kembali bergabung di kelas Belajar Menulis Gelombang 5, dengan harapan saya bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik nantinya.

Sama halnya dengan gelombang sebelumnya, di kelas bicara ini, peserta wajib mengikuti kegiatan via zoom atau jika terjadi kendala, boleh menggantikannya dengan siaran ulang-nya via YouTube Fajar Tri Laksono. Inilah kemudahan yang diberikan oleh PGRI bagi guru yang selalu ingin mengembangkan diri.

Masih sama dengan ketentuan pada gelombang sebelumnya, peserta juga diharuskan menulis 16 resume materi yang disampaikan oleh narasumber sejumlah 16 kali pertemuan. Tambahannya, ada ketentuan peserta menulis buku antologi dari kegiatan belajar bicara tersebut.

Ada hal yang berbeda yang saya catat dari acara pembukaan ini, yaitu jadual belajar. Kalau sebelumnya belajar bicara diadakan dua kali seminggu, pada gelombang 5 ini hanya satu kali seminggu, hari Selasa saja. Untuk watunya masih sama, pukul 17.00 – 21.00, sehingga kegiatan belajar menulis ini akan berlangsung selama 16 kali pertemuan, Januari – Juni 2022.

Hal menarik dari acara pembukaan belajar menulis kali ini adalah hadiah yang diberikan oleh panitia kepada peserta yang berbicara, bertanya dan memberikan masukan. Apa pun isinya, semuanya mendapatkan hadiah berupa transferan dan buku. Bukan seberapa nilai hadiahnya yang membuat peserta senang, namun cara panitia memotivasi peserta untuk berbicara inilah yang membuat saya kagum. Sesuai dengan jenis pelatihan yang diselenggarakan, maka tujuan akhir dari kegiatan ini adalah berbicara. Untuk itu, berbagai cara pun digunakan oleh panitia agar peserta berbicara.

Motivasi yang berasal dari luar diri sangatlah bagus, karena dapat memberikan kekuatan untuk bergerak. Namun, motivasi dari dalam diri jauh lebih baik, karena sifat bergeraknya tanpa syarat. Oleh karena itu, ada atau tidaknya hadiah dari siapa pun, diharapkan semangat belajar tidak pernah kendur. 

Acara pembukaan yang berlangsung sekitar satu jam lebih ini sangat menginspirasi dan memotivasi. Semoga kegiatan belajar bicara yang dimulai hari Selasa, 1 Februari 2022 berjalan lancar, dan seluruh peserta dapat mengikutinya dengan penuh semangat hingga lulus.



Pangkalpinang, 29 Januari 2022.

Rosminiyati

3 comments:

  1. Koreksi di alinea kedua. Harusnya belajar bicara gelombang 5

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap. Terima kasih atas koreksiannya, Om. Terbiasa dengan "menulis".

      Delete

Menulis, Menulis, Menulis!