Buku antologi satu ini sangat mengesankan. Di samping prosesnya yang panjang dan berliku, ada keunikan yang hadir mewarnai perjalanannya. Sang kurator, Bapak Muliadi (Ketua Kelas Gelombang 19) terlalu sibuk untuk menggedor pasukan. Akhirnya, saya turun lapangan untuk membantu peluncuran buku ini. Tak ayal, kawan-kawan peserta Belajar Menulis Gelombang 19 saya gedor satu per satu via WA pribadi.
Tak kurang ide, tiga orang narasumber sekaligus pengurus kegiatan Pelatihan Belajar Menulis PGRI ikut dimintai menulis - Ibu Maesaroh, Pak Brian Prasetyawan, dan Ibu Aam Nurhasanah. Sementara, sang "Ratu Antologi" (gelar yang diberikan Om Jay kepada Ibu Sri Sugiastuti atau biasa disapa Bu Kanjeng) telah menanti untuk menulis Kata Pengantar dan mengedit naskah.
Buku yang sudah dimulai prosesnya sejak Pelatihan Belajar Menulis Gelombnag 19 dan 20 berakhir (September 2021) ini akhirnya terbit juga pada pertengahan Desember 2021. Alhamdulillah, di samping isi yang menghiasi lembaran buku bersama ini, saya ikut menyumbang Judul, Prakata, dan Sinopsis sebagai syarat terbitnya buku yang membuat saya selalu terharu.
Berikut Sinopsis buku bersama ini.
Belajar
menulis di kelas yang sama tidak serta merta membuat pesertanya memiliki cerita
yang sama pula. Latar belakang, kondisi fisik, usia, motivasi, kesiapan, waktu,
potensi, keberanian, fasilitas, dan faktor lainnya ikut mempengaruhinya. Itu pulalah
penyebab lahirnya warna-warni yang tersaji di dalam buku ini.
Suguhan menu belajar istimewa dan bervariasi di kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang 19 memberikan kesempatan kepada para peserta belajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk mewujudkan impian menjadi penulis. Rasa takut, minder, malas, dan faktor yang melemahkan lainnya mampu dipangkas oleh kesabaran, ketelatenan, dan ketulusan para guru hebat sebagai mentor dan pengurus di kelas belajar ini yang dikemas dalam bentuk motivasi tanpa henti.
Metode belajar yang tak biasa dan syarat kelulusan yang berat dapat dilewati dengan perjuangan yang tidak sedikit. Didukung oleh nuansa belajar yang menyenangkan yang diciptakan oleh panitia dan antarsesama peserta telah menyatukan hati para penulis dalam ikatan batin yang kuat sehingga sepakat untuk mengabadikannya dalam sebuah karya buku antologi ini.
Bagaimana keseruan kisah perjalanan belajar menulis dari sudut pandang peserta dan mentor/pengurus di kelas belajar istimewa ini? Yuk, disimak dengan membaca tuntas bukunya dan ambil pelajaran berharga dari isinya.
Semoga kenangan ini dapat selalu dikenang sepanjang hayat.
Pangkalpinang, 23 Januari 2021
Rosminiyati
No comments:
Post a Comment