Saturday, January 8, 2022

Liburan Tak Berasa Liburan

Liburan merupakan waktu istirahat bagi siapa pun setelah kurun waktu tertentu melakukan pekerjaan yang sama. Diharapkan dengan beristirahat beberapa saat dapat memberikan kesegaran kembali saat masuk kerja pada periode berikutnya. Banyak kegiatan yang dilakukan dalam mengisi liburan, antara lain bertamasya, melakukan kegiatan sesuai hobi, pulang kampung mengunjungi orang tua yang sudah lama ditunda, atau sekedar berkumpul bersama keluarga, terutama yang memiliki anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang yang membutuhkan perhatian dari orang tuanya.

Liburan semester gazal tahun pelajaran 2021 - 2022 bagi guru-guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang sangat berbeda dari biasanya. Pada liburan kali ini, guru-guru justru disibukkan dengan pengolahan nilai mata pelajaran yang diampu, dilanjutkan dengan pengisian rapot. Hal ini disebabkan kebijakan yang ulur tarik tentang jadual ulangan semester gazal yang tentu saja dipatuhi oleh pihak sekolah serta didukung oleh kondisi tertentu di sekolah ini. Akibatnya, jadual ulangan diundur 1 minggu, dan menjelang masa liburan, nilai-nilai belum bisa diolah secara maksimal.

Jadual liburan semeter gazal berlangsung 27 Desember 2021 dan berakhir 7 Januari 2022. Awal semester genap sekaligus jadual masuk ke sekolah kembali pada 10 Januari 2022. Sementara, pembagian rapot dijadualkan pada Senin,10 Januari 2022, dan rapot sudah harus ditandatangani oleh Kepala Sekolah pada Jumat, 7 Januari 2022. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa guru-guru nyaris tidak merasakan liburan yang sesunghunnya. Tentu saja kesegaran yang diharapkan diperoleh selama liburan tidak didapatkan.

Guru-guru tidak meluncurkan kata-kata keluhannya terhadap kondisi ini. Namun, terlihat kelelahan dari wajah-wajah mereka yang tidak merasakan istirahat sebagiamana mestinya. Pada hari-hari kerja biasa, guru sudah membawa berbagai tugas untuk dikerjakan di rumah, saat liburan pun masih harus mengerjakan hal yang sama. Mungkin inilah takdir yang harus dijalani guru sebagai wujud pengabdian tanpa henti.

Seberapa pun ikhlasnya guru menerima takdirnya, namun guru tetaplah manusia biasa yang membutuhkan istirahat layaknya pekerja lainnya. Oleh karena itu, sangatlah bijaksana jika pemangku jabatan dapat memahami masalah ini dan mengambil kebijakan yang lebih elegan terkait guru. Guru bekerja dengan menyertakan hati, bukan hanya pikiran dan kekuatan fisik. Oleh karena itu, kesegaran jiwa dan raga guru perlu dijaga agar dapat mempersembahkan yang terbaik pula bagi murid-muridnya.

Ada lagi hal lain yang jika diperhatikan secara seksama kurang berpihak pada guru. Banyaknya aplikasi yang harus diisi oleh guru terkait administrasi kepegawaian saat sedang aktif menjalankan tugas maupun saat liburan terkadang mengganggu konsentarasi dan membuat guru tidak tenang. Sepertinya berkas-berkas kepegawaian guru yang telah diarsip dengan rapi di ruang Tata Usaha kurang berfungsi secara maksimal jika semuanya masih harus guru yang mengerjakan. Hal ini sangat bertentangan dengan pernyataan Mas Menteri yang menggaungkan penyederhanaan administarasi guru.

Diharapkan ke depannya, guru-guru diberikan kesempatan untuk fokus pada kegiatan yang terkait urusan belajar mengajar saja, dengan memberikan ruang dan waktu bagi guru untuk dapat belajar beradaptasi dengan kondisi terkini dan mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, guru dapat mengejar ketertinggalan yang disebabkan oleh kemajuaan teknologi informasi yang begitu pesat. Jika kondisi ini tercipta, bukan tidak mungkin, nasib pendidikan yang selama 2 tahun terpuruk yang disebabkan pandemi dapat pulih kembali dalam waktu yang relatif singkat.

Liburan telah berlalu. Waktu liburan tidak dirasakan sebagai liburan oleh guru. Semoga guru diberikan Kesehatan dan keberkahan yang berlimpah atas semua pengorbanan yang telah dilakukan.

 

Pangkalpinang, 8 Januari 2021

Roaminiyati

14 comments:

Menulis, Menulis, Menulis!