Kembali, malam ini, Sabtu, 15 Januari 2022, diadakan acara Opening Ceremony pelatihan Belajar Menulis. Artinya, sudah 1 angkatan terlewati sejak saya menjadi alumni kelas belajar ini. Saya sendiri adalah lulusan gelombang 19, yang saat itu diselenggarakan 2 gelombang sekaligus, yaitu gelombang 19 dan 20 (Juli - September 2021). Selanjutnya, gelombang 21 dan 22 (Oktober - Desember 2021). Saat ini dibuka gelombang 23 dan 24 dalam rentang waktu belajar terjadual 7 Januari - 25 Maret 2022.
Opening ceremony mengingatkan saya kembali tentang betapa tidak pahamnya saya tentang menulis saat pertama bergabung di kelas menulis gelombag 19. Apalagi, media tulisnya adalah blog. Pertanyaan beberapa peserta persis sama dengan pertanyaan saya waktu itu. Itulah yang merisaukan saya sebelum saya bisa membuat blog.
Setelah blog jadi, wow! Luar biasa sensasinya, dan saya bisa mengisinya dengan berbagai genre tulisan sebagai hasil belajar menulis PGRI yang saya ikuti. Bahkan, satu buku solo dan empat buku antologi sudah diterbitkan, dan empat lagi sedang proses penerbitannya. Bahkan, saya sedang menggarap satu buku antologi warga SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Semoga berjalan lancar.
Yang paling mengharukan saya adalah kehadiran dua orang sahabat seperjuangan saya di SMK Negeri 2 Pangkalpinang - Ibu Eni Anggreni dan Bapak Priyo Sumbogo. Beliau berdua hadir di acara ini dari awal hingga selesai. Untuk kawan-kawan lainnya tidak terpantau dari 121 orang yang hadir di acara zoom karena saya tidak sempat mencarinya.
| Kehadiran Bu Eni dan Pak Priyo pada zoom meeting |
Spesial buat kehadiran Ibu Eni, perasaan saya bukan cuma terharu, tetapi juga bahagia yang luar biasa. Rasanya melebihi dari saat buku solo perdana saya terbit. Betapa tidak! Saya sudah membujuk beliau saat kegiatan belajar menulis gelombang 19 dan 20, lanjut ke gelombang 21 dan 22, dan akhirnya beliau baru bergabung di gelombang 23. Ada keyakinan yang luar biasa pada diri saya terhadap sahabat saya ini, bahwa beliau akan jauh lebih baik dari pada saya. Hal ini bukannya tanpa alasan. Belum ikut serta dalam pelatihan saja, beliau sudah menghasilkan buku antologi pantun. Bahkan, dalam karya bersama warga SMKN 2 Pangkalpinang yang sedang digarap, tulisannya sangat bagus.
Besar harapan saya, saat Bu Eni telah berkecimpung dalan dunia kepenulisan, beliau akan menguatkan pasukan Laskar Lirerasi Negeri 2 Pangkalpinang, khususnya menggerakkan peserta didik, yang saat ini masih belum berjalan lancar.
Kelas Belajar Menulis PGRI yang diprakarsai Om Jay memang luar biasa. Produk yang dihasilkan bukan abal-abal. Tidak akan ada sertifikat tanpa menerbitkan buku solo sebagai hasil belajar ataupun selama proses belajar. Motivasi tanpa henti dan materi yang bergizi dari para narasumber mampu mewujudkan impian siapa pun yang ingin menjadi penulis hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Namun, semuanya berpulang kepada masing-masing peserta, apakah bertekad ingin menyelesaikan belajar secara tuntas, atau hanya iseng-iseng saja.
Hidup adalah pilihan. Namun, saran saya, berpeganglah pada prinsip "Sekali melangkah, pantang surut ke belakang", atau seperti yang pernah saya baca pada suatu tugu di Rindam II Sriwijaya yang berloksi di Muara Enim Sumatera Selatan pada kegiatan diklat Prajabatan tahun 1996-1997, "RAGU-RAGU KEMBALI".
Pangkalpinang, 15 Januari 2022
Rosminiyati
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete