Banyak sekali WAG (WhatsApp Group)
yang nangkring cantik di layar gawaiku: keluarga, sekolah, teman sejawat, orang
tua/wali siswa, siswa, alumni dari SD sampai PT, mak-mak RT, dan masih banyak
lagi. Semuanya adalah orang-orang yang sudah dikenal (dekat) dan memberikan
manfaat. Tidak ada yang saling hujat. Alhamdulillah.
WAG Belajar Menulis Gelombang 19
mempunyai warna tersendiri di hati. Hanya 3 orang saja yang aku kenal secara
nyata. Om Jay kukenal dari dunia maya pertama kali ketika mengikuti "Webinar
Guru Daring Milenial" yang diselenggarakan oleh PGRI setahun yang lalu, selebihnya
baru sekarang di WAG ini.
Ada sesuatu yang berbeda di grup ini.
"Aneh tapi nyata" menurutku. Pepatah "Tak kenal maka tak sayang"
sepertinya tidak berlaku jika kata "kenal" diterjemahkan harus bertemu. Aku
merasakan nyaman berada di tengah-tengah orang-orang yang mayoritas belum
dikenal baru sekarang ini. Anggota datang dari berbagai daerah dan latar
belakang yang berbeda. Ada yang sudah melanglang buana ke beberapa negara
dengan segudang prestasi sampai yang baru belajar dari nada "do"
seperti aku ini, tapi semuanya menjadi serasi.
Ada rasa peduli bagi yang membutuhkan,
pujian untuk saling menguatkan, arahan untuk meluruskan, dan ajakan untuk
menambah wawasan. Tak ada saling melemahkan
apalagi merendahkan. Menampilkan karya entah itu apa menjadi berani dan percaya
diri. Menyajikan karya yang sudah sempurna tak mencerminkan sedikitpun adanya
kesombongan. Sepertinya semua anggota WAG ini menyadari esensi keberadaan grup
ini, untuk belajar dan berbagi.
Semangat belajar terus dipacu meskipun
belajar materi intinya sendiri belumlah mulai. Sebuah starter yang sangat
berseni dan menantang membuat rasa malas pun hilang. Ide yang zonk berubah
menjadi karya spontan yang bernilai. Curahan hati dan pikiran yang sudah lama
terpendam pun kini tersalurkan, di tempat yang benar. Patutlah disyukuri nikmat
yang besar ini karena kesempatan tak biasa berdamai, waktu tak pernah menoleh
ke belakang.
WAG Belajar Menulis Gelombang 19 adalah
WAG super, mampu mempertautkan hati yang terpisah, menyatukan perbedaan,
melenyapkan keengganan, memperkokoh kelebihan, dan menjanjikan harapan. Semoga
apa yang kita lakukan menjadi catatan amal untuk dibacakan pada saatnya nanti.
Pangkalpinang, 6 Juli 2021
Rosminiyati
Sesuatu
yang baik bermula dari pikiran yang positif.

Mantap bu tulisannya, salam kenal sari NTT
ReplyDeleteTeeima kasih, Ibu. Salam kembali, ibu. Semoga bisa jadi sahabat selamanya.
DeleteKerreeeen. Salam kenal
ReplyDeleteTerima kasih, ibu. Salam kenal kembali. Sahabat dunia maya. Semoga suatu saat nanti bisa bertatap muka.
Delete