Friday, July 23, 2021

Menulis Menjadikan Ibu Aam Naik Kelas dan Berprestasi

 


Judul               :    Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume ke     :    6

Gelombang     :    19

Tanggal           :    23 Juli 2021

Tema              :    Menulis Membuatku Naik Kelas dan Brerprestasi

Narasumber    :    Aam Nurhasanah, S.Pd.  


Naik kelas, berdasarkan KBBI, diartikan sebagai berganti kelas dari kelas yang lebih rendah ke kelas yang lebih tinggi (sesuai dengan urutan angka) setelah memenuhi persyaratan nilai yang ditentukan. Kalau diterjemahkan secara bebas, naik kelas dapat diartikan sebagai berpindahnya tingkat kemampuan seseorang dari tingkat awal ke tingkat yang lebih tinggi setelah melalui proses belajar yang bersungguh-sungguh.
 
Prestasi diartikan sebagai hasil usaha yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau yang diusahakan (KBBI). Usaha untuk mencapai hasil atau prestasi melibatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketangguhan seseorang dalam menjalani prosesnya. Karena itu, prestasi dapat dijadikan tolak ukur tingkat pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan seseorang sekaligus menjadi kebanggaan sebagian besar orang.
 
Prestasi mencakup banyak bidang kehidupan, tak terkecuali menulis. Tingkat pencapaiannya pun sangatlah beragam, sesuai dengan bidang dan ruang lingkup penilaian. Apresiasi dan tanggapan terhadap prestasi yang dicapai juga tak kalah banyaknya. Ada yang biasa-biasa saja, bahagia, bangga, dan aneka yang lainnya. Namun satu hal yang nyaris pasti, orang yang berprestasi tentu saja akan naik kelas.
 
“Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi” merupakan tema pembahasan yang akan dipaparkan oleh Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. pada kegiatan Belajar Menulis PGRI bersama Om Jay Gelombang 19 dan 20 Pertemuan 6 ini. Untuk mengungkap makna di balik tema yang diangkat Ibu Aam, akan lebih baik jika kita simak bersama kegiatan belajar ini dengan mengikuti petunjuk moderator andal kita, Ibu Maysaroh, M.Pd.
 
Om Jay sudah mulai memberikan aba-aba dengan menutup pesan chat masuk kecuali admin, dilanjutkan dengan menyampaikan bahwa malam ini, seperti malam pertemuan 5, kuliah  masih difokuskan pada Gelombang 20. Tak terasa bedanya, belajarnya sama saja. Tetap semangat. Apalagi dengan motivasi Om Jay dengan mempersiapkan 10 kali pertemuan untuk motivasi prestasi, selebihnya yang 20 kali untuk materi menulis.
 
Kembali Om Jay mengingatkan agar peserta terus berkonsentrasi dan berkomitmen tinggi agar dapat lulus dari pelatihan ini. Sertifikat dengan muatan 40 jam akan diberikan bagi peserta yang telah menerbitkan buku setelah pelatihan menulis yang diselenggrakan oleh PGRI sebagai Rumah bahagia para guru ini. Solidaritas yes!
 
Pesan yang mendalam dari Om Jay “Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Kolaborasi atau kerjasama itu penting dalam membangun kesuksesan diri. Jadilah guru tangguh berhati cahaya.” Semoga.
 
Moderator andal pun mulai beraksi. Ibu Maesaroh, M.Pd., sang blogger milenial mulai memperkenalkan tema belajar pada kegiatan malam ini. Bahasa puitis nan santun menghiasi perkenalan dengan nara sumber disertai dengan selayang pandang.  
 
Aam Nurhasanah, S.Pd. Lahir di Cipanas, tanggal 12 Agustus 1988. Menempuh masa pendidikan mulai dari  SD  Negeri Bintangresmi 02, SMP Negeri 1 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, Kuliah S1 di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung, Program studi Pendidikan Sastra Indonesia dan lulus tahun 2012. Saat ini, beliau menjabat Kepala Sekolah di SMPS Mathla Ul Hidayah Cipanas.
 
Sesuai tema “Menulis Menjadikanku Naik kelas dan Berprestasi”, maka perjalanan bu Aam meraih prestasi pun  satu per satu mulai terkuak.
  
Ibu Aam, begitu beliau biasa disapa, adalah peraih Juara 1 Lomba Blog PGRI tingkat Nasional Maret 2021. Dalam kurun waktu 1,5 tahun belajar di kelas menulis PGRI, beliau mampu  meraih prestasi  yang gemilang, salah satunya telah menulis 20 Buku ber-ISBN. Bagi Ibu Maesaroh, Ibu Aam bukan sekedar teman, melainkan juga seorang motivator karena berkat ajakan beliaulah Ibu Maesaroh bisa berabung dalam grup belajar menulis.
 
Prestasi yang diraih bu Aam bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Beliau pun mengalami cobaan yang menghadang. Pertama kali belajar di kelas Belajar Menulis bersama Omjay, beliau tergabung di gelombang 8 bersama Cak Inin (Pak Mukminin), Bu Nora, dan Mr. Bams. Saat itu, Mr.Bams berperan sebagai ketua kelas mereka yang dipercaya Omjay bertugas sebagai moderator dan beliau pun mulai mengagumi profesi tersebut. Sejak itu beliau bermimpi untuk menjadi moderator di kelas belajar gelombang 8. Namun, keinginan itu pun sirna lantaran tidak lulus yang disebabkan tidak fokus dan bingung tentang cara membuat resume.
 
Sempat meninggalkan kelas belajar, akhirnya dengan semangat yang tinggi, beliau kembali mengulang belajar di gelombang 12. Kembali kagum dengan peran moderator, saat itu yang bertugas Ibu Fatimah dari Aceh. Beliau bergerak cepat dengan terus belajar sehingga terbitlah buku antologi pertama dengan judul “Semangat Menulis bersama Bu Kanjeng.”
 
Dengan terus giat belajar menulis dan dengan dimotivasi oleh bu Kanjeng, beliau pun berhasil menulis buku solo pertama denga judul “Kunci Sukses Menjadi Moderator” dengan editor Bu Kanjeng dan Pak D. Susanto.

Dengan bakat yang semakin tampak dan diiringi semangat belajar semakin meningkat, prestasi demi prestasi pun semakin membukit. Ditawari bu Kanjeng sebagai kurator yang bertugas menghimpun naskah dan administrasi yang masuk hingga buku diterbitkan di kelas belajar menulis gelombang 16, 17, dan 18, yang langsung diterima, karir sebagai kurator pun mulai dinikmati.  
 
Sebagai pembelajar sejati, Ibu Aam selalu merasa kurang ilmu. Karena itu, beliau pun mulai merambah ajang perlombaan. Diantaranya, lomba blog HUT AISEI, meraih 10 besar dengan hadiah webcam. Selanjutnya, lomba blog PGRI dan berhasil menyabet juara 1. Luar biasa.
 
Seperti minum air garam, semakin diminum semakin haus, beliau pun mengikuti kegiatan belajar menulis 1 pekan bersama Prof. Eko Indrajid dan berhasil menulis buku duo yang diterbitkan oleh penerbit Mayor Andi Offset Yogyakarta, dengan judul “Parenting 4.0 Mengenali Pribadi dan Potensi Anak Generasi Multiple Intelligence”.












Bintang pun semakin memancarkan cahaya terangnya. Profesi baru di bidang menulis mulai terbuka, sebagai editor. Karir ini dimulai dengan mengedit naskah tulisan muridnya yang bernama Juminah yang tinggal di Arab Saudi. Dengan teknik pengiriman via WA, naskah ini pun sukses diedit.  Selanjutnya, kembali bu Kanjeng menawarkan beliau menjadi editor beberapa buku. Kembali sukses. Bahkan, beliau diberi kepercayaan mengedit naskah gurunya sendiri, Ibu Endah Hamidah, S.Pd.  Kehormatan yang luar biasa.
 
Kecerdasan Ibu Aam semakin tampak dengan bijaknya beliau mengambil hikmah dari kegagalan sebelumnya. Alih-alih mau frustrasi, beliau malah semakin gigih dalam memperjuangkan nasib demi takdirnya sebagai orang yang berprestasi; penulis, moderator, kurator, editor, dan pembicara. Semua itu tak terlepas dari keaktifan dan konsitensinya dalam menulis. Terlihat dari banyaknya komunitas terkait kegiatan menulis yang diikutinya, sebagai berikut:

1.Pengurus Kelas Belajar Menulis Gratis Omjay dan PGRI (admin, moderator, dan narasumber)
2. Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal) sebagai admin, moderator, dan narasumber.
3. Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan (YPTD) sebagai admin dan moderator
4. Komunitas AISEI (Association for International-Minded School Educators Indonesia)
5. Komunitas Aksara Bermakna (KAB) Wonosobo Founder Kak Usrorun Hasanah
6. Sahabat Pena Kita (SPK) Tulungagung Founder Dr.Ngainun Naim
7. Founder Komunitas Pantun Bersuka Ria dan Puisi (Patidusa dan Telelet)
8. Pengurus di kelas belajar menulis Omjay dan PGRI,
9.Pengurus kelas belajar bicara atau Public Speaking for Teacher sebagai admin, narasumber, dan moderator.
 
Selain prestasi dan kegiatan yang menunjang tercapainya prestasi, bu Aam membagikan rahasia sukses menulis beliau dari seorang yang bukan apa-apa menjadi seorang yang luar biasa. Naik kelas, istilah yang beliau pakai. 

Menemukan ide dan menyampaikan pesan
Berikut ini adalah cara beliau menemukan dan membagikan gagasan dalam menulis:
1. Memukan gagasan dari orang terdekat yang menginsirasi.
2. Menulis tentang hal-hal inspiratif tentang mereka.
3. Menulis deskripsi tentang sosok inspiratif tersebut.
 
Proses Menulis
Dalam kegiatan menulis, Ibu Aam melakukan hal-hal berikut:
1. Mengumpulkan gagasan;
2. Menentukan tokoh dan karakter dari setiap sub bab;
3. Membuat outline atau daftar isi dari sub bab;
4. Menulis sesuai gagasan;
5. Mengawali tulisan dengan kalimat yang memotivasi  (Alquran, hadis, orang-orang hebat).
 
Tujuan menulis
Bagi beliau menulis bukanlah suatu keterpaksaan, melainkan bertujuan untuk mengobati kegelisahan, menghindari lupa, memotivasi kaum perempuan, berdakwah, menghargai tokoh yang ditulis, membantu menyelesaikan masalah, memberikan hikmah atas setiap kejadian, berbagi dan menjadi inspirasi bagi pembaca.

Manfaat Menulis
Sebagai orang yang konsisten dan merasakan nikmatnya menulis, gambaran manfaat menulis bagi beliau sebagai berikut:
1. Berbagi ilmu dan menyampaikan kebenaran;
2. Menyatukan ide yang berserakan dan membagikannya kepada orang;
3. Ungkapan apresiasi kepada guru;
4. Perjuangan yang membuahkan prsestasi;
5. Meneruskan kebenaran;
6. Merancang dan menghasilkan sesuatu yang baru;
7. Menyajikan sesuatu yang inspiratif.
 
Persiapan Membuat Outline
Sebelum mulai menulis, Ibu Aam melakukan hal-hal beikut:
1. Mungmpulkan materi pendukung sesuai kebutuhan;
2. Menentukan topik;
3. Menentukan jenis teks tulisan;
4. Fokus dan konsisten.
 
Manfaat Menulis Buku Antologi
Karir menulis Ibu Aam dimulai dari menulis buku antologi. Langkah ini memberikan manfaat bagi beliau sebagai berikut:
1. Memiliki komunitas menulis;
2. Menumbuhkan keberanian dalam menulis sesuai karakter;
3. Menjadi langkah awal menulis buku solo.
 
Orang yang berprestasi sudah barang tentu akan naik kelas. Namun perlu disadari bahwa setiap orang akan mengalami tingkatan naik kelasnya sendiri-sendiri. Tinggi atau rendahnya kelas akan bergantung pada kapasitas, latar belakang, dan faktor pendukung yang menyertainya. Yang terpenting, kerahkan semua kemampuan yang ada, optimalkan ikhtiar, jalani proses sesuai dengan prosedur yang berlaku, mohon doa dan restu keluarga tercinta. Selanjutnya, jadikan prestasi orang lain sebagai ilmu berharga sekaligus cambuk pemacu semangat di kala tak berdaya.
 
Prestasi dalam bidang menulis ditandai dengan diterbitkannya buku oleh penerbit, khususnya ber-ISBN. Namun, bagi penulis pemula janganlah berkecil hati. Seperti halnya kelas-kelas dalam pendidikan formal, setiap siswa menjalani proses melalui tahapan-tahapan yang berjenjang. Dari tingkat dasar, bahkan kelompok bermain, sampai perguruan tinggi. Kalaupun terjadi loncatan, tetap saja alur itu dilalui. Karenanya, bagi kita peserta belajar menulis, mari kita pahami dulu, di tingkat mana kita berada sekarang ini. Yang bisa menjawabnya hanyalah diri kita masing-masing.
 
Ibu Aam, dengan seperangkat kapasitas yang ada, dan melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan, bahkan sempat gagal, dapat mengukir prestasi. Bermula dari blogger, berlanjut sebagai moderator, penulis, kurator, dan terus naik kelas menjadi editor dan narasumber pada kegiatan belajar menulis. Bagi kita yang baru menapaki dunia menulis, mungkin dengan bisa menulis di blog, apalagi banyak yang sudi membacanya, sudah merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Dengan ini pun kita sudah naik kelas, dari tidak biasa menjadi biasa, tidak berani menjadi berani, dan tidak bisa menjadi bisa. Selanjutnya, teruslah menulis dan menulis, belajar dan belajar. Pada akhirnya, perjuangan akan sampai di tujuan: berprestasi dan naik kelas lagi.
 
Terima kasih Ibu Aam Nurhasanah dan Ibu Maesaroh atas kebersamaan dan ilmu yang bermanfaat ini.  Semoga lelahnya berbagi berbuah manis dengan bermunculannya peserta belajar yang berprestasi. Prestasi seorang pembelajar adalah ketika bisa mempersembahkan sederet piagam penghargaan, medali, tropi, atau serangkaian materi; sementara prestasi seorang guru ditandai oleh lahirnya peserta belajar yang dapat menoreh prestasi karena kepiawaian sang guru sejati. Sebagai pengingat diri, prestasi seorang penulis yang sesungguhnya bukanlah sekedar menerbitkan buku, melainkan seberapa bermanfaatnya buku tersebut bagi pembacanya.
 
"Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk."

 (Imam Syafi’i)

  

Pangkalpinang, 23 Juli 2021

Rosminiyati

Raihlah prestasi dengan jujur karena itulah yang menjadikannya abadi selamanya.


30 comments:

  1. Wooow Amazing tulisannya bu. Apalagi ditambah dengan referensi dari sumber lain. Jadi semakin bermakna👍

    ReplyDelete
  2. Terima kasih guruku. Guru hebat akan melahirkan murid yang hebat.

    ReplyDelete
  3. Tiga kata Jelas lugas terinci teruslah berkreasi prestasi kan mendampingi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk kunjungan dan komentar manisnya.

      Delete
  4. Keren bu, paket komplit sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih atas kunjungan, komen cantik dan doanya.

      Delete
  5. Enak dibaca dan mudah dipahami. Semangat terus, Bu..

    ReplyDelete
  6. Luar biasa , membaca tulisan peserta , serasa membaca tulisan pakar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya. Orang yang pandai memuji adalah yang berisi.

      Delete
  7. Mantap, tulisannya tambah naik kelas bu Ros

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga naik kelas terus, ya Pak. ☺ KKM jadilah. 😅

      Delete
  8. Woow tulisan yg runut dan lengkap. Luar biasa Bun 🤩

    ReplyDelete
  9. Untuk Bu Rosmiyati mantap tulisannya dan pengunjung sejati blog walking

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetima kasih telah sudi mampir, Ibu. Semoga dapat terus menjaga kesetiaan.

      Delete
  10. Tulisan yang runut dan dituturkan dgn kata2 yang memukau, membuat sy terus membaca dr awal hingga akhir.. keren bu... salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Ibu Raliyanti, telah sudi bertandang ke sini. Salam kenal kembali.

      Delete
  11. Sungguh tulisan yang indah, luarbiasa bermakna,
    begitu lengkap, jelas, detil, dan rapi
    👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih blogger keren, atas kunjungan dan supportnya.

      Delete
  12. Masya Allah, bagus terinci dengan rapi materinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungan dan supportnya, Pak.

      Delete
  13. Resume yang sangat bagus dan komplit

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!