Sunday, July 11, 2021

Malam Minggu Ceria bersama Penulis Hebat

 

Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00. Detik-detik yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aba-aba tentang acara Pembukaan Kegiatan Belajar Menulis PGRI Gelombang 19 dan 20 sebetulnya sudah dikabarkan sejak lama di WAG, namun undangan resmi dipost kembali pada hari Sabtu oleh Bapak Wijaya Kusuma (Om Jay), sang Guru Blogger Indonesia, pemrakarsa kegiatan dahsyat ini, motivator andal, dan begitu banyak gelar yang tidak dapat aku tuliskan satu persatu. Syukurlah undangan dipost ulang. Lebih mudah membacanya ketimbang harus scroll lagi yang sudah jauh sekali dari pandangan mata karena yang sebelumnya sudah tertutup chat yang selalu ramai setiap harinya. Ada saja yang diperbincangkan, yang semuanya tak boleh dilewatkan karena berisi informasi penting dan inspiratif.

Dari pagi aku sudah merancang jadwal kegiatan yang intinya pukul 19.00 – 21.00 aku sudah harus siap di depan layar laptopku. Aku tidak boleh tertinggal acara penting ini. Ini adalah sejarah besar bagiku, peletakan batu pertama pertanda bangunan siap didirikan. Ya, langkah awal mengukir cintaku di ujung waktu. https://rosbelajarmenulis.blogspot.com/2021/07/cinta-di-ujung-waktu.html

Malam Ahad yang biasanya aku isi dengan bermain dengan si kecilku, keponakanku yang berumur 3,5 tahun, pelipur lara, penghilang kepenatan dan kejenuhan. Demi persiapan acara pembukaan kegiatan belajar menulis, ba’da Ashar, sekitar pukul 16.00 aku bersama suami bergegas menjemputnya, jalan-jalan sebentar ke rumah kakak, terus pulang kembali ke rumah kami. Si kecil pun ‘kepo’, “Wak, kenapa pulangnya cepat sekali?” tanyanya cerdas, karena biasanya kami pulang ba’da Maghrib atau Isya. “Wak ada acara meeting,” jelasku, sambil menebak-nebak apakah dia mengerti atau tidak. Dia pun melanjutkan pertanyaannya dengan gayanya yang menggemaskan, “Di mana?” Waduh! Aku khawatir dia tidak paham dengan penjelasanku. Dengan ragu aku menjawab, “Zoom,” lanjutku singkat. “Oh…OK..!” balasnya sambil mengangkat jempol kanannya tanda mengerti. Di luar dugaanku. Sambil mengingat-ingat apa yang menyebabkan dia mengerti. Tentu saja dia paham, gumamku dalam hati, karena sepanjang tahun masa pandemi Covid ini, pemandangan di rumahnya adalah kegiatan zoom meeting ayahnya, ibunya, dan ketiga kakaknya. Aku lega, si kecilku mengerti dan tanpa protes. Aku bisa menikmati malam Mingguku via Zoom tanpa kehilangan kebersamaanku dengannya.

Opening Ceremony Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay Gelombang 19 dan 20 pun akhirnya dimulai. Acara yang dipandu oleh Ibu Aam Nurhasanah, salah satu alumni gelombang 12, mengalir dengan lancar selancar tutur kata sang pemandu acara. Sambil menyimak, batin ini mulai bertanya, “Apakah pandai menulis akan otomatis pandai berbicara?” Aku semakin bersemangat mengikuti acara inspiratif ini.

Acara diawali dengan perkenalan dengan pengurus, narasumber, dan tim share yang pada umumnya adalah alumni kegiatan belajar menulis dari gelombang-gelombang sebelumnya. Tentu saja yang sudah membuktikan keberhasilan produk kegiatan ini. Aku takjub! Begitu hebatnya kemasan kegiatan yang diprakarsai om Jay ini.  Aku pun mulai asyik menyimak paparan narasumber sambil membuat catatan penting terkait kegiatan belajar sampai penerbitan buku.

Tengah asyiknya menyimak, sesekali si kecilku mendekat, duduk di sampingku dan ikut memperhatikan layar monitor laptopku sambil bertanya, “Wak, belum selesai ya zoomnya?” tanyanya hanya ingin tahu. Tak ada tanda-tanda gelisah dalam pertanyaan itu. “Belum, Sayang. Tuh… masih ada Om dan Tante di situ, kan?” jawabku sambil menunjuk ke arah layar monitor. “Okay deh… Adek main lagi ya…,” celotehnya seraya pergi menemui suamiku lagi di ruang keluarga. Syukurlah… dia belum jenuh dengan situasi malam ini.

Aku melanjutkan kembali menikmati malam Minggu yang spesial ini dengan suasana santai yang diciptakan oleh host, narasumber, dan pengurus. Om Jay saja pakai kaos….he…he..he… Aku suka sekali. Suasana seperti ini dapat menciptakan keakraban di antara seluruh personil yang terlibat di dalamnya, yang otomatis membuat peserta baru tidak canggung untuk mengutarakan permasalahan yang dialaminya. Bergulirlah beberapa pertanyaan menarik terkait kegiatan menulis yang akan datang. Partanyaan pun dijawab dengan gaya santai tapi sampai ke titik sasaran.

Oh, ya… agar tidak lupa, aku harus mengabadikan hal-hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan Belajar Menulis ini. Pertama, peserta harus mempunyai blog sebagai tempat menulis resume hasil perkuliahan via WA. Tenang… aku sudah punya. Kedua, peserta wajib mengumpulkan 20 resume dari 30 pertemuan. Pengumpulannya juga tidak harus berurutan, boleh bolong-bolong. Yang terpenting setiap pengumpulan resume harus mengisi form yang disediakan oleh panita, dan penulisan nama peserta harus seragam untuk setiap kali pengumpulannya.  In syaa Allah aku bisa. Tolong dibantu ya…Semoga Allah mempermudah urusan kita semua. Ketiga dan merupakan titik puncak alias target besar kita, peserta harus menerbitkan buku solo untuk mendapatkan sertifikat dari kegiatan ini. Lumayan, bisa menambah angka kredit untuk kenaikan pangkat ya, kawan-kawan. Tapi…bisakah aku? Tidak usah pakai “tapi” kalau mau sukses. Semangat!

Nah…panitia telah mempermudah terkait urusan penerbitan buku. Kata Pak Brian, peserta tidak harus menerbitkan karya berupa resume. Resume ini hanya disarankan karena cepat dan mudah. Kita bisa menerbitkan buku dengan tema bebas, seperti karya puisi, cerpen, atau apa saja. Yang penting karya yang diterbitkan tersebut merupakan karya yang dimulai bulan Juli tahun ini. Kita juga tidak diburu-buru harus menerbitkan buku segera. Semampunya saja. Yang penting belajar menulis saja dulu yang benar, jalin hubungan baik dengan narasumber dan seluruh panitia, sesama peserta belajar, dan berkenalan dengan penerbit. Sudah ada nama-nama penerbit yang menjadi rujukan: Penerbit Mayor, Andi, Indie dan beberapa yang lainnya. Menarik, bukan?

Pukul 21.00. Lewat malah. Tanpa terasa. Host pun mulai memberi aba-aba bahwa acara Pembukaan Belajar Menulis PGRI Gelombang 19 dan 20 bersama Om Jay segera ditutup. Ada yang hilang, yaitu kebersamaan dengan penulis hebat di malam Minggu ceria via Zoom. Banyak juga yang kudapat, yaitu perkenalan menakjubkan yang sarat dengan modal awal untuk menjadi penulis yang tak boleh dilupakan. Sambil berharap aku dapat mengikuti kegiatan belajar menulis ini dengan baik dan menghasilkan karya yang baik pula, laptop pun kututup.

Segera kutemui si kecilku di ruang keluarga. Masih asyik bermain dengan suamiku, aku pun menyapanya. “Adek…” panggilku tanpa melanjutkan dengan kata-kata lainnya. Dia pun menoleh ke arahku dan bertanya, “Wak, sudah selesai ya acaranya?” “Sudah, Nak,” jawabku singkat. Dengan mata berbinar cerah, dia segera turun dari sofa dan minta diantar pulang. Aku pun setuju. “OK. Kita pulang!” Lanjutku. Kutawarkan segelas susu padanya antisipasi tertidur di perjalanan pulang. Dia mau. Kami pun mengantarnya pulang.

Sampai di rumah kembali, hari hujan. Lumayan lebat. Allahumma shoyyiban nafi’an (Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat). Aku segera naik ke tempat tidur demi memenuhi hak sang netra yang telah menemaniku sepanjang hari ini. Hujan menyelimuti tidurku yang pulas di malam Minggu. Menyirami mimpi besarku untuk menghasilkan sebuah karya di usia yang tak lagi belia. 

 

Pangkalpinang, 11 Juli 2021

Rosminiyati

Berbagilah selagi bisa


13 comments:

  1. Saya suka sya suka, mantaf Bu. Benar² excited banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Pak. Belajar menulis di usia tak lagi belia butuh perjuangan ekstra. Jadi harus banyak latihan. Mudah-mudahan bisa meskipun lambat.

      Delete
  2. Ibu Ros, bagus sekali tulisan dan ceritanya, sangat mengalir dan saya yakin segera menjadi penulis hebat. Saya ibu Nani lulusan group 8 dengan Bu Aam,. di hari pertama ibu sudah mampu menulis begitu banyak paragraf,. Keren dan lanjutkan. Ada beberapa penulisan kata pun jadi pus,
    menoleh ditulis rmenoleh,. tapi esensi tulisan masih ok banget

    ReplyDelete
  3. Bagus sekali bu tulisannya. Salam kenal bu.

    ReplyDelete
  4. Enak dibaca, ringan, merangkumi pertemuan semalam...

    ReplyDelete
  5. Bu Ros hebat...bisa menguraikan dg sangat runtut dan enak dibaca

    ReplyDelete
  6. Bunda Ros, bagus sekali tulisannya dan sangat menginspirasi. Enak dibaca dan mudah dipahami

    ReplyDelete
  7. Terima kasih atas kunjungannya Ibu-ibu hebat semuanya. Jawabannya borongan saja, ya. he...he...he... Terima kasih atas support kawan-kawan semua. Terima kasih atas koreksinya, Ibu Nani. Mohon bantuan selalu dari penulis-penulis hebat dan kawan-kawan seperjuangan di sini. Semoga Allah memudahkan dan melancarkan urusan kita.

    ReplyDelete
  8. Bagus bu....mau banget belajar menulis yg mengalir bagai aiarπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  9. Terima kasin ibu-ibu atas kunjungam dan supportnya. Bersama kita bisa. In syaa Allah. Semoga kita bisa menjadi sahabat selamanya.

    ReplyDelete
  10. Super sekali Bu.. Ulasan tulisannya lengkap

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!