Menjelang Subuh, saya menyempatkan diri membuka gawai, kalau kalau ada berita penting yang perlu diketahui. Pandangan tertuju pada pesan chat di WA grup menulis gelombang 19. Benarlah adanya. Ada berita gembira yang dibagikan oleh Om Jay.
Saya
segera mengeklik tautan yang dibagikan oleh Om Jay. Di blog Kompasiana, Om Jay
bercerita tentang kata pengantar yang ditulis beliau. Dengan seksama saya
membaca tulisan yang tersaji. Wah ... ternyata tentang kata pengantar untuk sebuah
buku yang akan segera diterbitkan.
Seperti
biasa, setiap membaca postingan, saya memberikan sebuah komentar sebagai bukti
saya telah menikmati tulisan yang dibagikan. Tapi sayang, saya tidak bisa
mengirimkannya karena ada syarat yang harus dipenuhi. Tertulis di sana "nomor
ID KG" yang harus dimasukkan. Saya tidak mengerti apa itu. Semoga nanti
ada yang memberi tahu.
Terima
kasih Om Jay atas kata pengantar yang telah ditulis untuk buku "Writing is
My Passion". Alhamdulillah, saya menjadi bagian buku jilid 1. Masih sangat
sederhana tulisan yang saya buat. Mungkin masih banyak juga kesalahan yang saya
lakukan.
Tulisan
itu merupakan karya perdana saya yang diterbitkan. Berbagai rasa menyelimuti
diri saya yang tidak dapat diceritakan. Semula tidak mengerti sama sekali tentang
kepenulisan, hingga akhirnya dapat menghasilkan karya yang tak terduga berkat
belajar bersama di kelas menulis Om Jay.
Begitu
cepat rasanya waktu berjalan. Menjalani proses yang awalnya berat, kini terasa
biasa-biasa saja. Semula sulit menulis karena tak mempunyai ide, kini ide yang
berebutan minta ditulis duluan. Waktulah yang membatasi hingga terkadang tak
sempat disalurkan.
24
jam begitu cepat berlalu. Belum selesai menulis 1 tulisan, jarum jam telah
menunjukkan waktu tengah malam. Menulis di siang hari saat liburan, siang pun
begitu cepat berganti sore.
Tak
ada yang tak mungkin di dunia ini. Kuncinya mau belajar dan berani mengorbankan
suatu kesenangan demi kesenangan yang lain. Menulis. Ya, itulah hobi baru yang
begitu melekat di hati saya saat ini. Menulis sudah menjadi passion saya. Tak
ada lagi alasan untuk tidak belajar menulis. Justru sekarang ini, menulislah
yang menjadi alasan saya untuk terus giat belajar.
Terima
kasih Om Jay dan tim yang senantiasa memberikan motivasi untuk menulis dan
menulis. Banyak sekali keteladanan yang saya dapatkan di kelas belajar menulis
ini. Tak hanya tentang menulis, tetapi juga tentang bagaimana menjalani
kehidupan menjadi lebih bermakna.
Terima kasih Bu Kanjeng yang telah merangkul saya dalam menulis karya bersama ini. Tak lupa juga kepada Bu Aam yang telah meluangkan waktu dan menguraskan energi dalam menghimpun dan berjuang hingga terbitnya buku antologi ini.
Terima
kasih teman-teman seperjuangan. Bersama kalian, saya merasa nyaman. Berkat
kalian, saya merasa ada. Tak ada persaingan yang saya rasakan, apalagi saling
menjatuhkan. Yang ada hanyalah saling menguatkan dan membesarkan. Mari kita
sukses bersama menerbitkan mahkota perdana kita.
Pangkalpinang,
21 Agustus 2021
Rosminiyati
Guru
pembelajar

Keren
ReplyDeleteEh ... ada Pak Ketua kelas. Terima kasih atas kunjungannya di pagi hari ini.
DeleteKeren Bunda. Alhamdulillah saya menjadi bagian jilid 2 nya
ReplyDeleteAlhamdulillah. Kita bangkit bersama meskipun beda kereta. He ... he ...
DeleteSelamat, Bu. Punya buku ibarat punya bayi. Senang banget. Hehe...
ReplyDeleteTerima kasih, Pak. Benar sekali.
DeleteSelamat ya bu
ReplyDeleteTerima kasih.
DeleteSelamat Bu, menghasilkan tulisan menjadi sebuah buku memantik energi tersendiri. Salam literasi.
ReplyDeleteTerima kasih. Benar, Bu. Kini semangat menulis semakin meninggi.
DeleteSelamat Bu Ros..
ReplyDeleteTelah berhasil mengukir nama di buku antologi pertama
Alhamdulillah.
DeleteSelamat Bun, semoga jilid 2 segera terbit
ReplyDeleteTerima kasih. Aamiin.
ReplyDelete