Lukisan Mega, Lintang, Buana
Malam temaram
berselimut kehampaan
Kutatap mega hitam melirik garis lintang
Seisi buana
membuncahkan kesombongan
Tak peka akan jiwaku
yang terbang
Kupeluk kesepian berbungkus kegelisahan
Dekap kuat asa yang
kian merenggang
Purnama kesekian kan
terlewatkan
Berbalut kecewa yang
masih kukenang
Mega pekat terus berarak
tak mau diam
Menenggelamkan cercah
cahaya di balik pinta
Senyuman buana bersembunyi
dalam kelam
Sekedar menyapa pun
seperti tak rela
Semakin kelam hasrat
yang tak sampai
Riak tak terbaca cukuplah
sebagai sesal
Aral melintang tak
lagi kan dibelai
Bianglala di kelopak
mata sebagai bekal
Embun pagi membasahi
bumi
Menyejukkan jiwa yang
mulai berwarna
Genggam erat senyuman
sang mentari
Selamat tinggal duka
nestapa.
Pangkalpinang, 23
September 2021

Selamat datang bahagia
ReplyDeleteTerima kasih atas sambutannya.
DeleteWow, indaaah sekali puisinya. Keren..
ReplyDeleteTerima kasih. Siap belajar terus kepada suhu.
DeleteAlhamdulillah.... Keren Bu... semoga Susan selalu semangat kayak ibu ok...
ReplyDeleteSelamat tinggal duka, songsonglah bahagia.....puisi penuh harapan mantap Bu
ReplyDeleteBahagia datang setelah lama dalam kehampaan. Hujan menetes membasahi
ReplyDeletePuisinya mantap. Sempat kira pantun lihat jumlah barisnya. Over all, kerenn selalu
ReplyDeletePagi menggantikan malam yang kelam. Semangat pagi menyambut hari yang baru.
ReplyDelete