Thursday, September 23, 2021

Puisi-Lukisan Mega, Lintang, Buana

 





Lukisan Mega, Lintang,  Buana

 Oleh: Rosminiyati


Malam temaram berselimut kehampaan

Kutatap mega hitam melirik garis lintang

Seisi buana membuncahkan kesombongan

Tak peka akan jiwaku yang terbang

 

Kupeluk kesepian berbungkus kegelisahan

Dekap kuat asa yang kian merenggang

Purnama kesekian kan terlewatkan

Berbalut kecewa yang masih kukenang

 

Mega pekat terus berarak tak mau diam

Menenggelamkan cercah cahaya di balik pinta

Senyuman buana bersembunyi dalam kelam

Sekedar menyapa pun seperti tak rela

 

Semakin kelam hasrat yang tak sampai

Riak tak terbaca cukuplah sebagai sesal

Aral melintang tak lagi kan dibelai

Bianglala di kelopak mata sebagai bekal

 

Embun pagi membasahi bumi

Menyejukkan jiwa yang mulai berwarna

Genggam erat senyuman sang mentari

Selamat tinggal duka nestapa.

 

Pangkalpinang, 23 September 2021

 

9 comments:

  1. Alhamdulillah.... Keren Bu... semoga Susan selalu semangat kayak ibu ok...

    ReplyDelete
  2. Selamat tinggal duka, songsonglah bahagia.....puisi penuh harapan mantap Bu

    ReplyDelete
  3. Bahagia datang setelah lama dalam kehampaan. Hujan menetes membasahi

    ReplyDelete
  4. Puisinya mantap. Sempat kira pantun lihat jumlah barisnya. Over all, kerenn selalu

    ReplyDelete
  5. Pagi menggantikan malam yang kelam. Semangat pagi menyambut hari yang baru.

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!