Saturday, January 29, 2022

Opening Ceremony Belajar Bicara PGRI Gelombang 5


  
Berbicara di depan umum bagi sebagian orang adalah hal yang mudah, namun bagi sebagian lainnya merupakan hal yang sangat sulit, tidak terkecuali bagi guru yang sudah terbiasa berbicara di depan siswanya. Untuk itu, guru pun perlu belajar berbicara, agar kemampuan berbicara di depan siswa, apalagi di depan forum resmi lainnya menjadi lebih baik.

Hari ini, Sabtu, 29 Januari 2022, pukul 13.00 WIB, Pelatihan Belajar Bicara PGRI kembali dibuka dengan nama Belajar Bicara Gelombang 5. Artinya, sudah ada 4 gelombang sebelumnya, yang tentu saja sudah menghasilkan guru-guru yang terampil dalam berbicara. Bukti dari produk belajar bicara ini adalah mereka yang telah menjadi moderator dan bahkan narasumber pada pelatihan belajar bicara pada periode yang sedang berlangsung.

Acara Opening Ceremony ini dipandu oleh Ibu Sunarmi Juweni dari Samarinda dan Ibu Daru Ayu Putri sebagai moderator, dan Ibu Leni Friska sebagai koordinator. Mereka adalah lulusan belajar berbicara gelombang terdahulu. Tak diragukan lagi kepiawaian ketiganya dalam kegiatan yang luar biasa ini.

Hadir pada acara pembukaan ini Om Jay sebagai pemrakarsa kegiatan ini, memberikan sambutan dan menyemangati peserta, sekaligus meminta untuk mengajak kawan-kawan lainnya agar semakin banyak guru yang cakap berbicara di depan umum.

Peserta pada acara Opening Ceremony

Peserta pada acara Opening Ceremony

Sebelumnya, saya telah bergabung pada pelatihan Belajar Bicara Gelombang 4. Namun, karena lemahnya motivasi yang terus digerus oleh banyaknya kegiatan lainnya, saya belum berhasil menyelesaikan kelas belajar ini. Oleh karena itu, saya kembali bergabung di kelas Belajar Menulis Gelombang 5, dengan harapan saya bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik nantinya.

Sama halnya dengan gelombang sebelumnya, di kelas bicara ini, peserta wajib mengikuti kegiatan via zoom atau jika terjadi kendala, boleh menggantikannya dengan siaran ulang-nya via YouTube Fajar Tri Laksono. Inilah kemudahan yang diberikan oleh PGRI bagi guru yang selalu ingin mengembangkan diri.

Masih sama dengan ketentuan pada gelombang sebelumnya, peserta juga diharuskan menulis 16 resume materi yang disampaikan oleh narasumber sejumlah 16 kali pertemuan. Tambahannya, ada ketentuan peserta menulis buku antologi dari kegiatan belajar bicara tersebut.

Ada hal yang berbeda yang saya catat dari acara pembukaan ini, yaitu jadual belajar. Kalau sebelumnya belajar bicara diadakan dua kali seminggu, pada gelombang 5 ini hanya satu kali seminggu, hari Selasa saja. Untuk watunya masih sama, pukul 17.00 – 21.00, sehingga kegiatan belajar menulis ini akan berlangsung selama 16 kali pertemuan, Januari – Juni 2022.

Hal menarik dari acara pembukaan belajar menulis kali ini adalah hadiah yang diberikan oleh panitia kepada peserta yang berbicara, bertanya dan memberikan masukan. Apa pun isinya, semuanya mendapatkan hadiah berupa transferan dan buku. Bukan seberapa nilai hadiahnya yang membuat peserta senang, namun cara panitia memotivasi peserta untuk berbicara inilah yang membuat saya kagum. Sesuai dengan jenis pelatihan yang diselenggarakan, maka tujuan akhir dari kegiatan ini adalah berbicara. Untuk itu, berbagai cara pun digunakan oleh panitia agar peserta berbicara.

Motivasi yang berasal dari luar diri sangatlah bagus, karena dapat memberikan kekuatan untuk bergerak. Namun, motivasi dari dalam diri jauh lebih baik, karena sifat bergeraknya tanpa syarat. Oleh karena itu, ada atau tidaknya hadiah dari siapa pun, diharapkan semangat belajar tidak pernah kendur. 

Acara pembukaan yang berlangsung sekitar satu jam lebih ini sangat menginspirasi dan memotivasi. Semoga kegiatan belajar bicara yang dimulai hari Selasa, 1 Februari 2022 berjalan lancar, dan seluruh peserta dapat mengikutinya dengan penuh semangat hingga lulus.



Pangkalpinang, 29 Januari 2022.

Rosminiyati

Sunday, January 23, 2022

Mengawal sang Guru Inspiratif Terbaik 2021

 


Tahun 2021 yang lalu, saya berkesempatan magang sebagai moderator pada Pelatihan Belajar Menulis Gelombang 21 dan 22, dan Guru Motivator Literasi Digital yang diselenggarakan oleh PGRI dengan pemrakarsanya Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau biasa disapa Om Jay. Kedua pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang luar biasa pada diri saya.

Jumat, 21 Januari 2022 merupakan pertemuan ketiga sekaligus tugas pertama saya menjadi moderator di kelas yang baru ini. Seperti pada tahun sebelumnya, sebelum waktunya tiba, moderator menghubungi narasumber untuk menanyakan kesiapan beliau menjadi pemateri. Saya pun melakukan tugas ini sehari sebelum acara puncak dilaksanakan agar narasumber bisa menyiapkan diri, sekaligus menanyakan CV untuk dibagikan sebelum narasumber menyampaikan materi inti.

Pukul 18.55 WIB, saya mulai beraksi. Permintaan izin mengunci kolom chat WA hanya admin yang bisa mengirim pesan, menjadi permulaan kegiatan yang dilakoni moderator. Selanjutnya, saya pun menjalankan tugas sebaik mungkin sesuai kemampuan.

Alhamdulillah, saya merasakan hal yang berbeda dari tahun sebelumnya. Ternyata benar, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Rasa gugup seperti yang saya rasakan pada momen sebelumnya, tidak saya rasakan lagi. Kegiatan magang telah memberikan saya penguatan mental yang luar biasa.

Bersyukur bisa kembali mendampingi narasumber yang luar biasa, yang sebelumnya sempat mendampinginya di kegiatan Guru Motivator Literasi Digital. Beliau adalah seorang guru muda yang cerdas, berbakat, dan telah mengukir banyak prestasi – Ibu Rita Wati, S.Kom. Dengan diraihnya prestasi sebagai Guru Inspiratif Terbaik Nasional Tahun 2021, tema yang diusung pada kegiatan yang berpusat pada gelombang 24 ini adalah “Blog dan YouTube Mengantarkanku Menjadi Guru Inpiratif Terbaik Nasional”.


Jawaban peserta belajar atas pertanyaan pembuka narasumber

Sembari berharap harumnya prestasi yang beliau peroleh dapat terpercik kepada diri ini sebagai pelecut bagi saya untuk terus belajar, jari-jari saya terus menari mengantarkan pesan-pesan berupa materi kepada kolom chat gelombang 23. Semangat sekali saya melaksanakan tugas ini, sambil merasakan detik-detik saya menjadi peserta belajar di gelombang 19 yang lalu.

Acara mengalir begitu lancarnya, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2.10 WIB. Antusias peserta mengikuti kegiatan belajar terasa sangat istimewa, terlihat dari 29 pertanyaan dari gelombang 23 dan 24 yang masuk ke kolom chat WA pribadi saya. Semangat yang jauh melebihi peserta seangkatan saya. Angin segar kemajuan kelas belajar menulis semakin dapat dirasakan.

Berikut tautan Youtube dan blog Narasumber yang diberikan pada sesi pemaparan materi.

http://www.ritapinang.my.id/
https://catatangurumilenial.wordpress.com/blog-2/
https://www.kompasiana.com/ritapinang/61d2c29416671757672adfc3/knowledge-management-mengintegrasikan-digital-tools-dalam-rencana-pembelajaran
https://bit.ly/Cikgu-Rita
https://www.youtube.com/watch?v=sBVTP7nP_zA
https://www.youtube.com/watch?v=jDGXMuffGZE
https://www.youtube.com/watch?v=AbWLx70xN08

Rambu-rambu dari Ibu Rita Wati untuk mengakhiri sesi tanya jawab karena keterbatasan waktu, mengharuskan saya menghentikan jawaban pertanyaan hingga nomor 15 saja, mengingat WITA sebagai domisili beliau telah menunjukkan pukul 22.10. Permintaan maaf pun saya sampaikan kepada peserta atas ketidaknyamanan ini. Untuk 14 pertanyaan lainnya akan dijawab di blog beliau keesokan harinya.

Semangat berliterasi semakin kentara dari jumlah resume yang dikumpulkan oleh peserta belajar dari kedua gelombang, setelah kolom chat saya buka kembali. Ada beberapa yang sempat saya baca, dan decak kagum spontan keluar dari mulut saya. Tulisan yang bagus, rapi, dan tergambar penulisnya adalah orang-orang yang luar biasa. Rasa optimis pun langsung mewarnai sanubari saya, bahwa gelombang 23 dan 24 ini merupakan puncak sukses kegiatan Belajar Menulis PGRI.

Berikut tautan blog resume peserta gelombang 23 dan 24.

RESUME PERTEMUAN KE 3 GEL. 24

1. Sigid PN
https://sigidpn.blogspot.com/2022/01/blogg-dan-youtube-mengantarkanku.html

2. Rismaya
http://yayabisa.blogspot.com/2022/01/resume-judul-menginspirasi-lewat-blog.html

3. Dwi Yanti
https://yantisdnmuncultiga.blogspot.com/2022/01/blog-dan-you-tube.html

4. Lily
https://lili.nimmala.xyz/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

5. Yusbiyanti Susiharyani
https://yusbi3zahra.blogspot.com/2022/01/guru-blogger-atau-youtuber-inspirasi.html

6. Indah Susanti Anggraeni
https://indahsusantianggraeni.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-mnejadi.html

7. Zunnurin Isnaini
https://oeyin.blogspot.com/2022/01/resum-ke3.html

8. Parni
https://pintusegalailmu.blogspot.com/2022/01/pelatihan-belajar-menulis-ke-3.html

9.Syamsurizal
https://syamsurizalmanulih.blogspot.com/2022/01/berkreatifitas-di-blog-dan-youtube.html

10. Lilis Ernawati
https://guruuningabersamabulieze.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

11. FRANSISCO XAVERIUS FERNANDEZ, S.PD.MAT
https://fransiscoxfpraya.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

12. Eni Anggreni
https://eni69.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

13. Isma Nuryani
https://ismaiskandarwm.blogspot.com/2022/01/belajar-dari-pengalaman.html

14. Sri Maryani, S.Pd
https://srimaryaninsm.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-menghantarkanku.html

15. LELY SURYANI, S.Pd.SD
https://lelysuryanikreatifinspiratif.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

16.inge Sri
https://uriplangayahidup.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarku-menjadi.html

17. Cut nisaul rafiqa
https://cutfiqa.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

18. Kadek Suprapto
https://kadeksuprapto.blogspot.com/2022/01/pelatihan-belajar-menulis-pgri_21.html?m=1

19. Erma Hanifah
https://ermahanifah.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

20. NURYANI
https://nuryanigurutk.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtuber-mengantarku-menjadi.html

21. Endang Sriningsih
https://endningsmpn4mtr.blogspot.com/2022/01/menjadi-guru-inspiratuf-melalui-blog.html

22. Ahmad Kohar
https://ahmadkoharmenulis23.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtobe-sebagai-sarana.html

23. Jawahir
https://ninibelajar.blogspot.com/2022/01/menit-terakhir.html

24. Indah Marriyana
https://ibugurumenulis.blogspot.com

28.Rina Agustina
https://smaenglish.blogspot.com/2022/01/belajar-dari-kesuksesan-guru-inspiratif.html

29. Widuri Permata AR
https://widurinulis.blogspot.com/2022/01/jadi-guru-berprestasi-jalur-tol.html

30. Arfandamari
https://arfandamari.wordpress.com/2022/01/22/pertemuan-3-pelatihan-menulis/

31. Priyo Sumbogo
http://layananankonseling.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-menjadikanku-guru.html

8. Rini Sugiyarsih
https://belajamenulisbagiguru.blogspot.com/2022/01/mudah-menulis-dan-menerbitkan-buku.html.

9. Sri Wulandari
https://swulandarigawaikucoretankugmld21.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

10. Afiatur Rizkiyah
https://afiatur98.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

11. Menik Dwi Astuti
https://menikda.blogspot.com/2022/01/kitapun-sama-resume-blog-dan-youtube.html

12. Rahmad Sahputra S.Pd
https://rahmadlabb.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkan-ku.html

13. Faridah
https://fidaaugust.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

14. A. Amali Kurniawan
https://ahmadamalikurniawan.blogspot.com/2022/01/begini-tips-menjadi-guru-inspiratif.html

15. Jaitun
http://jaitunnasya.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtobe-mengantarkan-ku.html

16. Nunung Fika Herawati Efendi
http://penanunungfika.blogspot.com/2022/01/resume-pertemuan-ke-3-gelombang-23-24.html

17. Elmiya Sari, S.Pd.
https://penggerakkebaikancgp4.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

18. Nia Kurniasih (Meynia)
https://meyniasiraksasa.wordpress.com/2022/01/22/menjadi-guru-inspiratif-dengan-blog-dan-youtube/

19.Warsini
https://bahasasempega.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

20. https://mohamadyamin38.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-bu-rutapertemuan-ke-3.html

21. Dwi Yanti, S.Pd
https://bhsjawasma.blogspot.com/2022/01/pelatihan-belajar-menulis-pgri-blog-dan_22.html

22. Lastika Lena Rosalida Purba, S.Pd.
https://lastikablogger.blogspot.com/2022/01/kisah-ibu-rita-wati-skom-yang.html

23. Isti Nurhayati
https://isti69.blogspot.com/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

24. Norliana
http://norliana71.blogspot.com/2022/01/peran-blog-dan-youtube-sebagai-media.html

25. Akhmad Syafi'i
https://www.sahabatpelajardigital.my.id/2022/01/blog-dan-youtube-mengantarkanku-menjadi.html

26. Umi Agus Farida
https://umiagusfarida68.blogspot.com/2022/01/resum-pertemuan-bm-ke-3.html

27. Sri Mustari Handayani

Rasa syukur saya tiada henti atas kesempatan yang diberikan Allah berkumpul dengan orang-orang hebat dari seluruh pelosok negeri. Semoga usaha yang dilakukan oleh semua pihak menjadi keberkahan ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi amal jariah nantinya.



Pangkalpinang, 22 Januari 2022

Rosminiyati

Sinopsis Buku Antologi "Mengukir Keabadian dalam Kebersamaan"

 


Buku antologi satu ini sangat mengesankan. Di samping prosesnya yang panjang dan berliku, ada keunikan yang hadir mewarnai perjalanannya. Sang kurator, Bapak Muliadi (Ketua Kelas Gelombang 19) terlalu sibuk untuk menggedor pasukan. Akhirnya, saya turun lapangan untuk membantu peluncuran buku ini. Tak ayal, kawan-kawan peserta Belajar Menulis Gelombang 19 saya gedor satu per satu via WA pribadi. 

Tak kurang ide, tiga orang narasumber sekaligus pengurus kegiatan Pelatihan Belajar Menulis PGRI ikut dimintai menulis - Ibu Maesaroh, Pak Brian Prasetyawan, dan Ibu Aam Nurhasanah. Sementara, sang "Ratu Antologi" (gelar yang diberikan Om Jay kepada Ibu Sri Sugiastuti atau biasa disapa Bu Kanjeng) telah menanti untuk menulis Kata Pengantar dan mengedit naskah. 

Buku yang sudah dimulai prosesnya sejak Pelatihan Belajar Menulis Gelombnag 19 dan 20 berakhir (September 2021) ini akhirnya terbit juga pada pertengahan Desember 2021. Alhamdulillah, di samping isi yang menghiasi lembaran buku bersama ini, saya ikut menyumbang Judul, Prakata, dan Sinopsis sebagai syarat terbitnya buku yang membuat saya selalu terharu. 

Berikut Sinopsis buku bersama ini. 

Belajar menulis di kelas yang sama tidak serta merta membuat pesertanya memiliki cerita yang sama pula. Latar belakang, kondisi fisik, usia, motivasi, kesiapan, waktu, potensi, keberanian, fasilitas, dan faktor lainnya ikut mempengaruhinya. Itu pulalah penyebab lahirnya warna-warni yang tersaji di dalam buku ini.

Suguhan menu belajar istimewa dan bervariasi di kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang 19 memberikan kesempatan kepada para peserta belajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk mewujudkan impian menjadi penulis. Rasa takut, minder, malas, dan faktor yang melemahkan lainnya mampu dipangkas oleh kesabaran, ketelatenan, dan ketulusan para guru hebat sebagai mentor dan pengurus di kelas belajar ini yang dikemas dalam bentuk motivasi tanpa henti.

Metode belajar yang tak biasa dan syarat kelulusan yang berat dapat dilewati dengan perjuangan yang tidak sedikit. Didukung oleh nuansa belajar yang menyenangkan yang diciptakan oleh panitia dan antarsesama peserta telah menyatukan hati para penulis dalam ikatan batin yang kuat sehingga sepakat untuk mengabadikannya dalam sebuah karya buku antologi ini.

Bagaimana keseruan kisah perjalanan belajar menulis dari sudut pandang peserta dan mentor/pengurus di kelas belajar istimewa ini? Yuk, disimak dengan membaca tuntas bukunya dan ambil pelajaran berharga dari isinya.


Semoga kenangan ini dapat selalu dikenang sepanjang hayat. 


Pangkalpinang, 23 Januari 2021

Rosminiyati

 



Sinopsis Buku "Jendela Literasi"


Buku solo perdana ini lahir pada bulan Oktober 2021 dengan Kata Pengantar ditulis oleh Bapak Wijaya Kusumah, M. Pd. atau biasa disapa Om Jay, pemrakarsa Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Buku ini merupakan hasil belajar selama 30 kali pertemuan di kelas Belajar Menulis Gelombang 19 dan 20, Juli - September 2021.

Pengalaman menulis sinopsis buku sendiri memberikan kenangan yang begitu manis. Segala kekuatan lahir dan batin dikerahkan agar dapat mewakili isinya. Berikut rangkaian katanya. 

Keinginan yang kuat untuk menjadi seorang penulis cukup lama terpendam lantaran tak mengerti sama sekali tentang seluk beluk kepenulisan. Hingga akhirnya, takdir membawanya bertemu dengan para penulis hebat dalam kelas belajar menulis PGRI yang diprakarsai oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau Om Jay.

Bermula dari kebingungan dengan teknik belajar di kelas ini, kemudian berubah menjadi kesenangan yang tak terhingga. Kemasan belajar yang luar biasa dari para Narasumber dan Tim telah menjadikan penulis seorang yang cerdas dalam waktu yang sangat singkat. Bukan semata-mata tentang cara menulis, melainkan juga tentang cara menyikapi peluang dan kesempatan yang ada.

Menyadari diri tak berdaya terkait menulis, penulis pun bekerja keras tanpa lelah mengikuti kegiatan belajar. Bahkan, beberapa komunitas penulis berbagai genre tulisan diikuti hingga lahirlah buku antologi sebagai wujud hasil belajar dengan sepenuh hati. Proses metamorfosa yang begitu cepat membuat dirinya sendiri tak percaya. Keajaiban demi keajaiban terjadi begitu saja tanpa disadari.

Bagaimana cerita bermula hingga bisa menjadi penulis dengan karya besar yang tak dapat dipandang sebelah mata tersaji di dalam buku ini. Jika para pembaca ingin pula mengambil ibrah atau pembelajaran dari sebuah perjalanan belajar menulis, membaca buku ini adalah pilihan yang paling tepat. Tidak percaya? Silakan buktikan!

Sinopsis ini ditulis kembali agar tersimpan rapi di dunia maya. Jika suatu saat nanti buku kertas hilang entah ke mana, ia masih dapat dibaca.


Pangkalpinang, 23 Januari 2022

Rosminiyati

Saturday, January 22, 2022

Prakata Buku "Romantika Keluarga SMK Negeri 2 Pangkalpinang"


Puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Taala atas segala limpahan rahmat-­Nya yang telah dianugerahkan kepada para penulis sehingga buku ini dapat diselesaikan  tepat waktu.

Buku ini merupakan tindak lanjut dari “Workshop Literasi Digital dengan Menggunakan Platform Blog” yang diselenggrakan pada tanggal 6 – 7 Desember 2021 di SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Pada pelatihan tersebut, dibangun sebuah motivasi bagi guru-guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang untuk giat menulis, yang dimulai dengan menulis di blog sebagai medianya.

Tema yang diusung pada buku ini adalah pengalaman yang paling berkesan selama menjalani profesi guru di SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Para guru begitu bersemangat dalam menguraikan kisah mereka. Diikutsertakan pula siswa dalam penulisan buku ini sebagai apresiasi kepadanya yang telah membantu pelaksanaan workshop tersebut, sekaligus sebagai motivasi bagi siswa-siswa lainnya untuk menerbitkan buku berikutnya, khususnya buku antologi siswa.

Cerita yang terdapat di dalam buku ini sangat seru dan luar biasa. Banyak sekali pesan moral dan inspirasi yang dapat dipetik dari kisah-kisah yang diuraikan oleh para penulis. “Romantika keluarga SMK Negeri 2 Pangkalpinang” benar-benar menggambarkan kejadian nyata yang dialami penulis terkait sekolah ini yang dikemas dengan gaya penulisan yang khas masing-masing penulisnya.

Terima kasih kepada Bapak Muhammad Rafajar, S.Pd., M.TI. sebagai Plt. Kepala Sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada kami dalam kegiatan  workshop tersebut, sekaligus dukungan dalam mewujudkan buku antologi ini.

Dengan segala keterbatasan yang terdapat dalam  buku ini, terselip harapan yang besar semoga isi buku ini dapat memberikan manfaat bagi siapa pun yang membacanya.

  

Pangkalpinang, Januari 2022

Rosminiyati

Saturday, January 15, 2022

Kelas Belajar Menulis Dibuka kembali






Kembali, malam ini, Sabtu, 15 Januari 2022, diadakan acara Opening Ceremony pelatihan Belajar Menulis. Artinya, sudah 1 angkatan terlewati sejak saya menjadi alumni kelas belajar ini. Saya sendiri adalah lulusan gelombang 19, yang saat itu diselenggarakan 2 gelombang sekaligus, yaitu gelombang 19 dan 20 (Juli - September 2021). Selanjutnya, gelombang 21 dan 22 (Oktober - Desember 2021). Saat ini dibuka gelombang 23 dan 24 dalam rentang waktu belajar terjadual 7 Januari - 25 Maret 2022.

Opening ceremony mengingatkan saya kembali tentang betapa tidak pahamnya saya tentang menulis saat pertama bergabung di kelas menulis gelombag 19. Apalagi, media tulisnya adalah blog. Pertanyaan beberapa peserta persis sama dengan pertanyaan saya waktu itu. Itulah yang merisaukan saya sebelum saya bisa membuat blog.

Setelah blog jadi, wow! Luar biasa sensasinya, dan saya bisa mengisinya dengan berbagai genre tulisan sebagai hasil belajar menulis PGRI yang saya ikuti. Bahkan, satu buku solo dan empat buku antologi sudah diterbitkan, dan empat lagi sedang proses penerbitannya. Bahkan, saya sedang menggarap satu buku antologi warga SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Semoga berjalan lancar.

Yang paling mengharukan saya adalah kehadiran dua orang sahabat seperjuangan saya di SMK Negeri 2 Pangkalpinang - Ibu Eni Anggreni dan Bapak Priyo Sumbogo. Beliau berdua hadir di acara ini dari awal hingga selesai. Untuk kawan-kawan lainnya tidak terpantau dari 121 orang yang hadir di acara zoom karena saya tidak sempat mencarinya.

Kehadiran Bu Eni dan Pak Priyo pada zoom meeting

Spesial buat kehadiran Ibu Eni, perasaan saya bukan cuma terharu, tetapi juga bahagia yang luar biasa. Rasanya melebihi dari saat buku solo perdana saya terbit. Betapa tidak! Saya sudah membujuk beliau saat kegiatan belajar menulis gelombang 19 dan 20, lanjut ke gelombang 21 dan 22, dan akhirnya beliau baru bergabung di gelombang 23. Ada keyakinan yang luar biasa pada diri saya terhadap sahabat saya ini, bahwa beliau akan jauh lebih baik dari pada saya. Hal ini bukannya tanpa alasan. Belum ikut serta dalam pelatihan saja, beliau sudah menghasilkan buku antologi pantun. Bahkan, dalam karya bersama warga SMKN 2 Pangkalpinang yang sedang digarap, tulisannya sangat bagus.

Besar harapan saya, saat Bu Eni telah berkecimpung dalan dunia kepenulisan, beliau akan menguatkan pasukan Laskar Lirerasi Negeri 2 Pangkalpinang, khususnya menggerakkan peserta didik, yang saat ini masih belum berjalan lancar.

Kelas Belajar Menulis PGRI yang diprakarsai Om Jay memang luar biasa. Produk yang dihasilkan bukan abal-abal. Tidak akan ada sertifikat tanpa menerbitkan buku solo sebagai hasil belajar ataupun selama proses belajar. Motivasi tanpa henti dan materi yang bergizi dari para narasumber mampu mewujudkan impian siapa pun yang ingin menjadi penulis hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Namun, semuanya berpulang kepada masing-masing peserta, apakah bertekad ingin menyelesaikan belajar secara tuntas, atau hanya iseng-iseng saja.

Hidup adalah pilihan. Namun, saran saya, berpeganglah pada prinsip "Sekali melangkah, pantang surut ke belakang", atau seperti yang pernah saya baca pada suatu tugu di Rindam II Sriwijaya yang berloksi di Muara Enim Sumatera Selatan pada kegiatan diklat Prajabatan tahun 1996-1997, "RAGU-RAGU KEMBALI".




Pangkalpinang, 15 Januari 2022
Rosminiyati

Saturday, January 8, 2022

Melirik Bisnis Pangkas Rambut

 

Rambut merupakan mahkota bagi kaum Adam, tetapi aurat bagi kaum Hawa. Penataan rambut kaum laki-laki dapat mencerminkan kondisi jiwa pemiliknya maupun profesi yang sedang dijalaninya. Orang yang bekerja di kantor atau mereka yang berstatus siswa, cenderung memiliki potongan rambut pendek dengan model standar karena model rambut tersebut menjadi syarat keberadaan mereka pada komunitas tersebut.

Telah beberapa kali kami membujuk Aran, si keponakan tercinta untuk potong rambut tapi selalu ditolaknya. Dulu, waktu dia masih berumur di bawah 1 tahun, saya memotong rambutnya saat dia tidur. Begitu bagun, rambutnya sudah pendek, meskipun tidak terbilang rapi. Di atas 2 tahun, dia sudah mau rambutnya dipotong tapi di rumah, tidak mau di salon. Alhasil, rambut berserakan di mana-mana karena proses memotong rambutnya berpindah-pindah tempat sesuai kemauannya.

Akhir tahun 2021, usia Aran - keponakan tersayang - 4 tahun. Beberapa hari ini dia belum dititipkan di tempat penitipan yang disebutnya sekolah, karena badannya kurang sehat. Tak salah memang dia menyebutnya sekolah, karena di sana dia bersama beberapa anak lainnya diajarkan sholat, menghapal doa, hadist, mengaji, dll. Dengan rambut yang sudah panjang, terlihat tubuhnya kurus dan penampilan acak-acakan. Hari ini, dengan alasan untuk kepentingan sekolah, iseng-iseng saya menawarkannya untuk potong rambut di kios terdekat, dan dia mau asalkan diberi hadiah coklat. Setelah sepakat, kami pun meluncur ke tukang pangkas rambut yang jaraknya hanya sekitar 300 meter saja dari rumah.

Setelah sampai di tempat tujuan, sudah ada beberapa orang yang antri. Tiap 10 menit, pelanggan pun berganti. Proses pangkas rambut yang begitu cepat dengan biaya 15.000 rupiah saja membuat saya terpukau. Saya menjadi teringat dengan usaha jasa pangkas rambut langganan suami dan anak-anak saya. Sejak anak saya bersekolah di SD hingga anak saya sekarang selesai kuliah, tukang pangkas rambut tersebut masih istkomah menjalankan profesinya. Bahkan, dulu tempat pangkas rambut yang ukurannya kecil sekaligus berfungsi sebagai rumah tinggal telah ditinggalkan, berganti dengan menyewa ruko yang lebih besar. Sementara, rumah pribadi sudah dimiliki, dan mobil baru pun dibeli dari hasil memangkas rambut tersebut.

Melihat pelanggan di tempat pangkas rambut yang datang silih berganti dari anak-anak usia sekitar 1 tahun sampai orang tua, memberikan pemandangan yang menakjubkan. Dua orang pemangkas rambut yang masih muda dengan ketangkasan dan keramahannya, tak kalah menarik menjadi pusat perhatian saya.

Sampailah saya kepada suatu pemikiran bahwa usaha jasa pangkas rambut ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Bayangkan saja, peralatan yang digunakan sangat sederhana, mesin cukur yang harganya terjangkau, kursi putar yang juga tidak memerlukan modal besar. Tinggal sewa tempat, yang menurut saya tidak terlalu mahal karena tidak perlu ruangan yang besar.

Ditinjau dari kemajuan teknologi digital, usaha jasa potong rambut sepertinya tidak memberikan dampak gulung tikar, malahan bertambah maju pesat dengan memanfaatkan aplikasi digital sebagai sarana promosi. Bisnis ini tidak perlu beralih menggunakan layanan delivery sekalipun masyarakat mulai dimanjakan dengan kemudahan tersebut. Masalahnya, meskipun ada layanan door to door service, sedikit sekali yang berkenan rumahnya menjadi kotor dengan sisa potongan rambut yang berserakan.

Jadi, bagi siapa pun yang ingin membuka bisnis tapi belum menemukan jenis usahanya, jasa pangkas rambut bisa menjadi alternatif bidang usaha yang dapat digarap. Cukup mengikuti pelatihan memangkas rambut beberapa saat, kemudian langsung membuka usaha layanan jasa pangkas rambut sederhana. Dengan kemasan keramahan dan pelayanan prima, insya Allah pintu rezeki terbuka lebar.



Pangkalpinang, 8 Januari 2022

Rosminiyati

Menulis, Menulis, Menulis!