Sebuah perjalanan tanpa rencana tak
selamanya membawa kesesatan yang kelam. Seperti halnya saya, sekarang dalam
keadaan tersesat di tempat yang benar. Berawal dari keinginan yang kuat untuk keluar
dari zona nyaman, kini berada di zona yang sangat nyaman. Itulah yang
disebutkan takdir baik.
Patut disyukuri, karena tak semua orang
mendapatkan kesempatan emas ini. Hanya berniat ingin belajar
menulis agar bisa berbagi, ternyata merambat ke dunia lain yang lebih menantang.
Tentu saja sama-sama memberikan manfaat bagi sesama. Itulah dunia pemandu
acara.
Kagum dengan peran moderator pada kegiatan
belajar menulis gelombang 19 via WA yang saya sebagai pesertanya, saya pun membayangkan
bagaimana rasanya menjadi moderator. Ternyata, bisikan hati saya didengar
malaikat dan diteruskan kepada Pemilik takdir.
Jumat barokah. 15 Robiul Awal,
bertepatan dengan 22 Oktober 2021, saya diberikan kesempatan mendampingi
Narasumber dalam kegiatan belajar menulis gratis PGRI gelombang 21 dan 22. Tak
tanggung-tanggung, saya membersamai Founder kegiatan belajar menulis ini. Berjuta
rasa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata tentunya.
Demi lancarnya acara, sejak siang saya
sudah mempersiapkan diri. Kebetulan tidak ada acara balik lagi ke sekolah
lantaran peringatan Maulid Nabi dibagi menjadi 2 sesi, tidur siang pun dilakoni.
Makan malam diganti makan sore. Selanjutnya,
memeriksa kondisi HP dan laptop agar dalam kondisi prima. Doa pun dipanjatkan
agar tidak terjadi listrik padam seperti saat pertama kali menjadi moderator
pada pertemuan ke-4.
Tepat pukul 19.00 acara dimulai. Dengan
lafal basmalah, saya mulai memandu acara. Berbeda dengan saat membersamai Narasumber
Ibu Noralia, saat ini saya merasakan jantung saya berjalan tidak normal. Tangan
saya agak gemetar. Sepertinya ada sesuatu yang menyebabkan ini semua. Betapa
tidak! Saya, murid yang baru kemarin diajar menulis oleh Tokoh besar, founder
kegiatan belajar ini dan tim yang luar biasa, tiba-tiba mendampingi sang "mahaguru" memberikan materi di
gelombang yang baru. Ada perasaan tidak layak untuk dilakukan. Tapi, karena
beliau sendiri begitu luar biasanya memberikan amunisi berupa motivasi dan
pencerahan tanpa lelah pada saya untuk terus berkembang, akhirnya saya pun memberanikan
diri.
Alhamdulillah, sambil tak henti-hentinya
berdoa agar diberikan ketenangan, beberapa saat kemudian semuanya terkendali. Saya
sudah tenang, dan dapat membersamai Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau Om Jay sampai
acara berakhir. Sempat terjadi pemadaman listrik selama sekitar 10 menit, tetapi
tidak mempengaruhi jalannya acara.
Tak ada ucapan yang pantas saya persembahkan
kepada gurunda Om Jay dan Tim Solid-nya atas kesempatan besar yang diberikan
kepada saya. Teriring doa, semoga beliau diberikan kemudahan dan kelancaran
dalam menyelesaikan Pendidikan S3-nya. Tak lupa pula puji dan syukur kepada
Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya.
Pangklapinang, 24 Oktober 2021
Rosminiyati

Selamat Bun, tugas baru 👍👍
ReplyDeleteLuar biasa, Bu. Ternyata menemukan dunia lain yg baru yg memperkaya pengalaman..
ReplyDeleteSemangat Bu💪
ReplyDeleteWah, keren. Pasti seru jalannya kegiatan belajar menulis. Emak luar biasa. Tetap semangat nih literasinya
ReplyDeleteKeren, Bu
ReplyDeleteSemangat 👍
Kalau istilah teman saya, "naik kelas". Selamat, ya.
ReplyDeleteSelamat bund ...semangat terus...
ReplyDeleteMantap selamat Bu Ros dengan tugas barunya.
ReplyDeleteKerenn, regenerasi moderator BM. Lanjutkan!
ReplyDeleteAlhamdulillah. ....selamat Bu Ros ...keren bingits...
ReplyDelete