Sunday, October 24, 2021

2 Jam bersama sang Founder Kelas Belajar Menulis

 


Sebuah perjalanan tanpa rencana tak selamanya membawa kesesatan yang kelam. Seperti halnya saya, sekarang dalam keadaan tersesat di tempat yang benar. Berawal dari keinginan yang kuat untuk keluar dari zona nyaman, kini berada di zona yang sangat nyaman. Itulah yang disebutkan takdir baik.

Patut disyukuri, karena tak semua orang mendapatkan kesempatan emas ini. Hanya berniat ingin belajar menulis agar bisa berbagi, ternyata merambat ke dunia lain yang lebih menantang. Tentu saja sama-sama memberikan manfaat bagi sesama. Itulah dunia pemandu acara.

Kagum dengan peran moderator pada kegiatan belajar menulis gelombang 19 via WA yang saya sebagai pesertanya, saya pun membayangkan bagaimana rasanya menjadi moderator. Ternyata, bisikan hati saya didengar malaikat dan diteruskan kepada Pemilik takdir.

Jumat barokah. 15 Robiul Awal, bertepatan dengan 22 Oktober 2021, saya diberikan kesempatan mendampingi Narasumber dalam kegiatan belajar menulis gratis PGRI gelombang 21 dan 22. Tak tanggung-tanggung, saya membersamai Founder kegiatan belajar menulis ini. Berjuta rasa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata tentunya.

Demi lancarnya acara, sejak siang saya sudah mempersiapkan diri. Kebetulan tidak ada acara balik lagi ke sekolah lantaran peringatan Maulid Nabi dibagi menjadi 2 sesi, tidur siang pun dilakoni.  Makan malam diganti makan sore. Selanjutnya, memeriksa kondisi HP dan laptop agar dalam kondisi prima. Doa pun dipanjatkan agar tidak terjadi listrik padam seperti saat pertama kali menjadi moderator pada pertemuan ke-4.

Tepat pukul 19.00 acara dimulai. Dengan lafal basmalah, saya mulai memandu acara. Berbeda dengan saat membersamai Narasumber Ibu Noralia, saat ini saya merasakan jantung saya berjalan tidak normal. Tangan saya agak gemetar. Sepertinya ada sesuatu yang menyebabkan ini semua. Betapa tidak! Saya, murid yang baru kemarin diajar menulis oleh Tokoh besar, founder kegiatan belajar ini dan tim yang luar biasa, tiba-tiba mendampingi sang "mahaguru" memberikan materi di gelombang yang baru. Ada perasaan tidak layak untuk dilakukan. Tapi, karena beliau sendiri begitu luar biasanya memberikan amunisi berupa motivasi dan pencerahan tanpa lelah pada saya untuk terus berkembang, akhirnya saya pun memberanikan diri.

Alhamdulillah, sambil tak henti-hentinya berdoa agar diberikan ketenangan, beberapa saat kemudian semuanya terkendali. Saya sudah tenang, dan dapat membersamai Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau Om Jay sampai acara berakhir. Sempat terjadi pemadaman listrik selama sekitar 10 menit, tetapi tidak mempengaruhi jalannya acara.

Tak ada ucapan yang pantas saya persembahkan kepada gurunda Om Jay dan Tim Solid-nya atas kesempatan besar yang diberikan kepada saya. Teriring doa, semoga beliau diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan Pendidikan S3-nya. Tak lupa pula puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya.

 

Pangklapinang, 24 Oktober 2021

Rosminiyati


10 comments:

  1. Luar biasa, Bu. Ternyata menemukan dunia lain yg baru yg memperkaya pengalaman..

    ReplyDelete
  2. Wah, keren. Pasti seru jalannya kegiatan belajar menulis. Emak luar biasa. Tetap semangat nih literasinya

    ReplyDelete
  3. Kalau istilah teman saya, "naik kelas". Selamat, ya.

    ReplyDelete
  4. Mantap selamat Bu Ros dengan tugas barunya.

    ReplyDelete
  5. Kerenn, regenerasi moderator BM. Lanjutkan!

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah. ....selamat Bu Ros ...keren bingits...

    ReplyDelete

Menulis, Menulis, Menulis!